Sektor kondominium tumbuh stabil. Foto: Shutterstock
Sektor kondominium tumbuh stabil. Foto: Shutterstock

Sektor Kondominium Stabil, Penjualan Segmen Menengah Jadi Penopang

Rizkie Fauzian • 11 Agustus 2022 15:58
Jakarta: Sektor kondominium diperkirakan memasuki era transisi tahun ini. Jika dibandingkan dengan pertumbuhan di Asia Pasifik, pasar kondominium di Jakarta masih tumbuh dengan stabil.
 
Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat mengatakan pasar kondominium mengalami titik balik tahun ini. Namun belum kembali ke masa sebelum pandemi.
 
"Kondisi saat ini masuk era transisi, bukan berarti langsung pulih seperti sebelum pandemi, ada proses yang membutuhkan waktu untuk diserap pasar, dan ditindaklanjui oleh konsumen," katanya dalam konferensi pers daring, Kamis, 11 Agustus 2022. 
 
Baca juga: Tantangan Sektor Properti, Perkantoran Kelebihan Pasok hingga Pasar Apartemen Lesu

Menurutnya, semester depan adalah titik balik bagi sektor kondominium. Hal ini juga dapat dilihat dari beberapa perbaikan yang terjadi di Tanah Air, mulai dari kondisi ekonomi hingga transaksi properti dari pengembang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita lihat dari sinyal pertumbuhan ekonomi, inisiatif pengembang untuk kembali melanjutkan proyek yang tertunda, dan transaksi yang masih positif diprediksi pasar kondominium di Jakarta turning point tahun ini," jelasnya.

Segmen menengah jadi penopang

Dalam riset Knight Frank Indonesia Jakarta Property Highlight untuk semester I-2022, sektor kondominium tercatat alami kontraksi harga di pasar sekunder dan relatif stagnan untuk harga stok produk baru.
 
Syarifah menambahkan,  tingkat penjualan kondominium di semester I tercatat berada di 95,8 persen. Meskipun positif, angka tersebut cenderung stagnan bahkan melemah dari tahun sebelumnya.
 
"Secara umum, rerata penjualan stok baru kondominium mencapai angka 65,5 persen dengan rerata harga jual yang relatif stagnan, sedangkan untuk unit eksisting rerata harga jual bahkan alami pelemahan sebesar -5,76 persen (yoy)," ungkapnya.
 
Baca juga: Simak! Ini Perbedaan Apartemen, Kondominium dan Rusun

Meskipun masih stagnan dan belum sepenuhnya terlihat lebih baik dari tahun lalu, performa pasar kondominium relatif masih baik dan menunjukkan tren positif. Penjualan pada stok di segmen menengah menjadi penggerak utama saat ini.
 
"Proyek di segmen menengah dan menengah bawah paling menggerakkan pasar kondominium di Jakarta," kata Syarifah.
 
Bahkan di Asia Pasifik, Jakarta diprediksikan sebagai salah satu kota yang akan memiliki pertumbuhan residensial yang cukup optimis di 2022.  Optimisme juga masih tergambar dengan adanya penambahan jumlah pasokan kondominium di Jakarta menjadi 226.761 unit dengan masuknya empat proyek baru. 
 
Stok baru yang masuk di 2022 tercatat sejumlah 11.679 unit, atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
 
(KIE)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif