Tantangan sektor properti. Ilustrasi: Shutterstock
Tantangan sektor properti. Ilustrasi: Shutterstock

Tantangan Sektor Properti, Perkantoran Kelebihan Pasok hingga Pasar Apartemen Lesu

Rizkie Fauzian • 27 Juli 2022 20:21
Jakarta: Di tengah gempuran pandemi covid-19, beberapa sektor masih bertahan. Berbeda dengan apartemen dan perkantoran, sektor rumah tapak dan pergudangan justru menunjukkan kinerja positif.
 
Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim mengatakan setiap sektor miliki tantangan masing-masing. Misalnya perkantoran saat ini masih kelebihan pasokan, dan kemungkinan akan bertambah tahun depan.
 
"Hal ini tentunya menjadi tantangan di tingkat hunian. Saat ini aktivitas sudah mulai berjalan, tapi masih terbatas, masih butuh wktu untuk mengisi ruang-ruang tersebut," jelasnya dalam paparan Property Market Updtae JLL Indonesia, Rabu, 27 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, tantangan di sektor ritel adalah jumlah pengunjung. Terutama jika pemerintah kembali melakukan pembatasan aktivitas sosial akibat kasus pandemi covid-19. 
 
Baca juga: Permintaan Rumah Tapak Masih Stabil di Tengah Pandemi

"Ritel masih berfokus pada jumlah pengunjung, masih tergantung pandemi. Suplai terbatas, kunjungan masih baik, tapi kita harus liat dampaknya apakah nanti pandemi kembali memburuk," ungkapnya.
 
Untuk pasar apartemen, salah satu tantangannya adalah meyakinkan pembeli terutama para investor. Saat ini investor masih wait and see dengan kondisi.
 
"Sekarang ini, apartemen mulai dicari, tapi oleh mereka yang mencari hunian bukan para investor," kata Yunus. 
 
Sektor rumah tapak dan pergudangan saat ini masih bertahan di tengah pandemi. Tantangan yang dihadapi tak seberat sektor lainnya sehingga jalan keluar yang dihadapi juga akan berbeda.
 
"Kita berharap momentum baik di kedua sektor properti ini bisa tetap terjaga," ujarnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif