Rumah subsidi yang dibangun kementerian PUPR. Foto: Kementerian PUPR
Rumah subsidi yang dibangun kementerian PUPR. Foto: Kementerian PUPR

Rumah Layak Huni Semakin Mudah Dijangkau

Rizkie Fauzian • 14 Februari 2022 22:42
Jakarta: Rumah merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia yang harus dipenuhi selain sandang dan pangan. Maka dari itu, manusia membutuhkan rumah yang layak huni sebagai tempat berlindung dan berkumpul bersama keluarga.
 
Hal tersebut sesuai amanat dalam Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 28 H ayat (1), bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.
 
Terutama di masa pandemi covid-19, kebutuhan rumah yang layak huni menjadi satu keharusan. Namun, mirisnya masih banyak masyarakat di Indonesia yang belum memiliki rumah terutama yang layak untuk dihuni.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susesnas) Tahun 2020 angka backlog kepemilikan perumahan mencapai 12,75 juta, belum termasuk pertumbuhan keluarga baru yang diperkirakan sekitar 700-800 ribu per tahun. 
 
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mencatat ada 5,67 juta unit kebutuhan rumah layak huni bagi para Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
 
"Kami berharap tiap entitas dalam ekosistem perumahan dapat mendukung pembiayaan untuk rumah bagi MBR, apalagi rumah menjadi kebutuhan primer terutama sebagai tempat paling aman di masa pandemi," ujarnya dalam Forum Group Discussion: Kelangsungan Hidup Rumah bagi MBR 2022.

Suntikkan program perumahan

Kementerian PUPR berupaya mengatasi backlog khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Program Sejuta Rumah. Program ini dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak 2015, dan masih berlanjut hingga saat ini. 
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Program Sejuta Rumah terus dilaksanakan agar setiap warga negara Indonesia dapat memiliki dan tinggal di rumah yang layak huni. Terlebih di masa pandemi covid-19.
 
"Program Sejuta Rumah akan tetap dilanjutkan karena rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi. Di masa pandemi rumah menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat agar bisa terhindar dari penularan virus," ujar Menteri Basuki.
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif