NEWS
112 Rumah di Solo Diperbaiki dengan Anggaran Rp50 Juta per Unit
Antara
Senin 12 Februari 2024 / 14:19
Solo: Pemerintah Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah menargetkan lebih dari 112 unit rumah tidak layak huni (RTLH) tersentuh bantuan tahun ini. Perbaikan dilakukan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
"Selain itu, ada 30 unit rumah yang dibangun baru. Itu semua menggunakan APBD," kata Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Surakarta Taufan Basuki Solo, Jawa Tengah, Senin, 12 Februari 2023.
Ia mengatakan anggaran yang digunakan untuk peningkatan kualitas RTLH sebesar Rp20 juta/unit, sedangkan untuk pembangunan baru anggarannya sebesar Rp50 juta per unit.
Meski demikian, realisasi penanganan RTLH baik untuk peningkatan kualitas maupun pembangunan baru bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dari anggaran lain.
"Kalau kemampuan penanganan yang bisa dipastikan kan dari APBD. Belum dari CSR masuk perusahaan, terus juga pusat," jelas dia.
Melihat realisasi pada tahun lalu, dikatakannya, ada sebanyak 1.687 RTLH yang diselesaikan. Angka ini meningkat jika dibandingkan pada 2022, penyelesaian RTLH menyasar ke sebanyak 1.040 rumah.
Sementara itu, pihaknya mencatat hingga saat ini jumlah RTLH di Solo yang masih memerlukan perbaikan sebanyak 3.447 unit. "Artinya, kalau seperti itu kan 2-3 tahun selesai," ungkap dia.
Ia mengatakan untuk tahun ini, selain APBD ada juga CSR dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk pembangunan baru 30 unit rumah. Angka ini sama dengan bantuan UEA pada tahun lalu yang juga 30 unit.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)
"Selain itu, ada 30 unit rumah yang dibangun baru. Itu semua menggunakan APBD," kata Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Surakarta Taufan Basuki Solo, Jawa Tengah, Senin, 12 Februari 2023.
Ia mengatakan anggaran yang digunakan untuk peningkatan kualitas RTLH sebesar Rp20 juta/unit, sedangkan untuk pembangunan baru anggarannya sebesar Rp50 juta per unit.
Meski demikian, realisasi penanganan RTLH baik untuk peningkatan kualitas maupun pembangunan baru bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dari anggaran lain.
| Baca juga: Rumah Tak Layak Huni di Pekanbaru Dapat Perbaikan Rp75 Juta |
"Kalau kemampuan penanganan yang bisa dipastikan kan dari APBD. Belum dari CSR masuk perusahaan, terus juga pusat," jelas dia.
Melihat realisasi pada tahun lalu, dikatakannya, ada sebanyak 1.687 RTLH yang diselesaikan. Angka ini meningkat jika dibandingkan pada 2022, penyelesaian RTLH menyasar ke sebanyak 1.040 rumah.
Sementara itu, pihaknya mencatat hingga saat ini jumlah RTLH di Solo yang masih memerlukan perbaikan sebanyak 3.447 unit. "Artinya, kalau seperti itu kan 2-3 tahun selesai," ungkap dia.
Ia mengatakan untuk tahun ini, selain APBD ada juga CSR dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk pembangunan baru 30 unit rumah. Angka ini sama dengan bantuan UEA pada tahun lalu yang juga 30 unit.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)