NEWS
Industri Properti Indonesia Perluas Jejaring hingga Pasar ASEAN
Rizkie Fauzian
Senin 28 September 2026 / 15:59
- Indonesia Real Estate Awards 2026 digelar di Jakarta dengan mengangkat perkembangan industri properti serta memberikan apresiasi kepada pengembang, proyek, agen, dan profesional.
- Ajang yang sebelumnya bernama Lamudi Property Awards tersebut mencakup berbagai kategori, mulai dari hunian, desain, township, lifestyle hingga pariwisata.
- Rangkaian penghargaan juga terhubung dengan sejumlah negara Asia Tenggara dan akan berlanjut ke Grand Final di Bangkok pada Desember 2026.
Jakarta: Perkembangan industri properti Indonesia terus ditandai dengan perubahan kebutuhan konsumen, inovasi proyek, hingga perhatian terhadap kualitas pengembangan kawasan. Dinamika tersebut mendorong pelaku industri untuk menghadirkan proyek, layanan, dan konsep yang menyesuaikan dengan perkembangan pasar.
Perkembangan tersebut turut menjadi bagian dari Indonesia Real Estate Awards by Lamudi 2026, ajang yang memberikan apresiasi kepada berbagai pelaku industri properti, mulai dari pengembang, proyek, agen hingga profesional di sektor properti.
Acara yang sebelumnya dikenal sebagai Lamudi Property Awards tersebut digelar di The Langham Jakarta pada 25 September 2026. Tahun ini, nama acara diubah menjadi Indonesia Real Estate Awards by Lamudi sebagai bagian dari pengembangan cakupan penghargaan di industri properti.
Penghargaan mencakup sejumlah kategori yang berkaitan dengan pengembangan hunian, desain, township, lifestyle, pariwisata, agen properti, hingga profesional di bidang properti.
President Director Lamudi Mart Polman mengatakan perubahan nama tersebut mencerminkan perkembangan industri properti yang semakin luas dan beragam.
Menurut dia, industri properti tidak hanya berkaitan dengan pembangunan hunian, tetapi juga mencakup berbagai aspek yang membentuk pengalaman masyarakat dalam menggunakan dan tinggal di suatu kawasan.
"Indonesia Real Estate Awards merupakan bentuk apresiasi terhadap berbagai pihak yang berkontribusi dalam perkembangan industri properti," ujar Mart dalam keterangan tertulisnya.
Selain memberikan penghargaan di tingkat Indonesia, penyelenggaraan tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian penghargaan properti di kawasan Asia Tenggara.
Sejumlah negara seperti Vietnam, Thailand, Filipina, dan Kamboja turut terhubung dalam rangkaian tersebut. Para penerima penghargaan dari masing-masing negara kemudian akan mengikuti Grand Final yang dijadwalkan berlangsung di Bangkok pada 11 Desember 2026.
Proses penilaian Indonesia Real Estate Awards 2026 melibatkan enam juri independen yang berasal dari berbagai latar belakang di industri properti.
Panel juri tersebut terdiri dari profesional yang memiliki pengalaman di bidang konsultasi properti, asosiasi, pengembangan kawasan, serta arsitektur. Di antaranya perwakilan JLL, Colliers, AREBI, REI, Leads Property, serta arsitek Yori Antar.
Keterlibatan berbagai latar belakang tersebut menjadi bagian dari proses penilaian terhadap proyek maupun pelaku industri yang masuk dalam sejumlah kategori penghargaan.
Managing Director Lamudi Adam Sutcliffe mengatakan penghargaan ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk melihat perkembangan industri properti dari berbagai aspek.
"Industri properti terus berkembang mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat dan kondisi pasar. Karena itu, penting untuk melihat berbagai inovasi dan pendekatan yang muncul di sektor ini," kata Adam.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sejumlah pengembang, proyek, agen, dan profesional menerima penghargaan dalam kategori yang telah ditentukan.
Penghargaan tersebut mencakup berbagai segmen, mulai dari hunian, kawasan terpadu, desain, lifestyle, hingga sektor pariwisata. Keragaman kategori tersebut mencerminkan luasnya ekosistem industri properti yang tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah atau gedung.
Melalui penyelenggaraan Indonesia Real Estate Awards 2026, perkembangan sektor properti juga dapat dilihat dari semakin beragamnya konsep pengembangan dan kebutuhan yang menjadi perhatian pelaku industri.
Selain menjadi ajang penghargaan, rangkaian tersebut mempertemukan pelaku industri dari berbagai bidang dan wilayah, sekaligus menjadi bagian dari perkembangan ekosistem properti di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
(KIE)
Perkembangan tersebut turut menjadi bagian dari Indonesia Real Estate Awards by Lamudi 2026, ajang yang memberikan apresiasi kepada berbagai pelaku industri properti, mulai dari pengembang, proyek, agen hingga profesional di sektor properti.
Acara yang sebelumnya dikenal sebagai Lamudi Property Awards tersebut digelar di The Langham Jakarta pada 25 September 2026. Tahun ini, nama acara diubah menjadi Indonesia Real Estate Awards by Lamudi sebagai bagian dari pengembangan cakupan penghargaan di industri properti.
Penghargaan mencakup sejumlah kategori yang berkaitan dengan pengembangan hunian, desain, township, lifestyle, pariwisata, agen properti, hingga profesional di bidang properti.
President Director Lamudi Mart Polman mengatakan perubahan nama tersebut mencerminkan perkembangan industri properti yang semakin luas dan beragam.
Menurut dia, industri properti tidak hanya berkaitan dengan pembangunan hunian, tetapi juga mencakup berbagai aspek yang membentuk pengalaman masyarakat dalam menggunakan dan tinggal di suatu kawasan.
"Indonesia Real Estate Awards merupakan bentuk apresiasi terhadap berbagai pihak yang berkontribusi dalam perkembangan industri properti," ujar Mart dalam keterangan tertulisnya.
Selain memberikan penghargaan di tingkat Indonesia, penyelenggaraan tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian penghargaan properti di kawasan Asia Tenggara.
Sejumlah negara seperti Vietnam, Thailand, Filipina, dan Kamboja turut terhubung dalam rangkaian tersebut. Para penerima penghargaan dari masing-masing negara kemudian akan mengikuti Grand Final yang dijadwalkan berlangsung di Bangkok pada 11 Desember 2026.
Penilaian Melibatkan Profesional Industri
Lamudi Property Awards. Foto: Lamudi
Proses penilaian Indonesia Real Estate Awards 2026 melibatkan enam juri independen yang berasal dari berbagai latar belakang di industri properti.
Panel juri tersebut terdiri dari profesional yang memiliki pengalaman di bidang konsultasi properti, asosiasi, pengembangan kawasan, serta arsitektur. Di antaranya perwakilan JLL, Colliers, AREBI, REI, Leads Property, serta arsitek Yori Antar.
Keterlibatan berbagai latar belakang tersebut menjadi bagian dari proses penilaian terhadap proyek maupun pelaku industri yang masuk dalam sejumlah kategori penghargaan.
Managing Director Lamudi Adam Sutcliffe mengatakan penghargaan ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk melihat perkembangan industri properti dari berbagai aspek.
"Industri properti terus berkembang mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat dan kondisi pasar. Karena itu, penting untuk melihat berbagai inovasi dan pendekatan yang muncul di sektor ini," kata Adam.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sejumlah pengembang, proyek, agen, dan profesional menerima penghargaan dalam kategori yang telah ditentukan.
Penghargaan tersebut mencakup berbagai segmen, mulai dari hunian, kawasan terpadu, desain, lifestyle, hingga sektor pariwisata. Keragaman kategori tersebut mencerminkan luasnya ekosistem industri properti yang tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah atau gedung.
Melalui penyelenggaraan Indonesia Real Estate Awards 2026, perkembangan sektor properti juga dapat dilihat dari semakin beragamnya konsep pengembangan dan kebutuhan yang menjadi perhatian pelaku industri.
Selain menjadi ajang penghargaan, rangkaian tersebut mempertemukan pelaku industri dari berbagai bidang dan wilayah, sekaligus menjadi bagian dari perkembangan ekosistem properti di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
(KIE)