NEWS
5 Model Rain Garden untuk Rumah Minimalis, Solusi Mengatasi Genangan Air
Adri Prima
Minggu 01 November 2026 / 16:24
- Rain garden menjadi solusi untuk mengurangi genangan air hujan sekaligus menambah area hijau di halaman rumah minimalis.
- Lima inspirasi rain garden meliputi desain kerikil linier, bak talang, cekungan batu, bendungan logam, dan tepian kayu.
- Pemilihan material, tanaman, dan sistem drainase perlu disesuaikan dengan luas lahan serta kondisi lingkungan rumah.
Jakarta: Hujan deras yang menyebabkan genangan air di halaman rumah dapat diatasi dengan membuat rain garden. Area taman ini dapat menyerap air, termasuk pada hunian minimalis yang memiliki halaman terbatas.
Rain garden merupakan taman berbentuk cekungan dangkal yang ditanami tanaman untuk menampung limpasan air hujan dari atap, talang, maupun dari jalan. Air yang tertampung kemudian meresap ke dalam tanah melalui lapisan tanah, bebatuan, dan tanaman di dalamnya.
Selain mengurangi genangan air berlebih, rain garden juga dapat menyaring sedimen, nutrisi, serta minyak sebelum terbawa ke saluran pembuangan. Taman ini juga mendukung pertumbuhan tanaman asli dan area hijau di area rumah.
Bagi rumah minimalis, rain garden dapat dibuat dengan beberapa bentuk sederhana. Berikut lima inspirasi rain garden untuk rumah minimalis yang dapat menjadi referensi:
Rain garden ini memanfaatkan area samping rumah yang memanjang dengan susunan kerikil dan rumput pendek. Kerikil berfungsi memperlambat aliran air hujan, sedangkan tanaman menyerap air sebelum meresap ke dalam tanah.
Model ini cocok untuk rumah minimalis dengan halaman samping yang sempit karena tidak membutuhkan banyak ruang dan tetap menjaga rumah tertata rapi.
Rain garden ini dibuat dengan menempatkan bak penampung berisi kerikil tepat di bawah talang air. Bebatuan berfungsi memperlambat aliran air hujan agar tidak membuat area sekitar rumah terlalu basah. Sekelilingnya dapat ditanami tanaman yang tahan terhadap kondisi basah dan kering.
Model ini cocok untuk area dekat pondasi rumah, dengan posisi bak dibuat lebih rendah dari permukaan tanah agar air dapat tertampung sebelum meresap.
Rain garden ini dibuat dengan cekungan kecil di bawah talang air yang dikelilingi batu melingkar. Bebatuan berfungsi memperlambat aliran air hujan agar dapat meresap ke dalam tanah secara bertahap, dengan sekelilingnya tanaman hijau untuk menyerap air.
Model ini cocok untuk jalan setapak dan area pintu belakang rumah.
Rain garden ini menggunakan pelat logam sebagai pembatas untuk mengatur aliran air pada halaman yang sedikit miring. Pelat dipasang rendah agar air mengalir lebih perlahan dan dapat menyebar menuju bagian bawah taman.
Area sekitarnya dapat ditanami tanaman penutup tanah, pelat logam juga bisa dipadukan dengan bebatuan.
Rain garden ini menggunakan susunan kayu sebagai pembatas bedengan untuk menampung air dari talang. Bagian dalamnya juga dapat diisi bebatuan serta dapat ditanami pakis dan hosta yang cocok tumbuh di tempat teduh.
Sebagai bagian dari penataan halaman, rain garden dapat dibuat dengan menyesuaikan luas lahan dan kondisi lingkungan rumah.
Pemilihan material, tanaman, serta sistem drainase juga menjadi pertimbangan agar taman dapat menampung dan mengalirkan air hujan dengan baik. (Syarifah Komalasari)
(PRI)
Rain garden merupakan taman berbentuk cekungan dangkal yang ditanami tanaman untuk menampung limpasan air hujan dari atap, talang, maupun dari jalan. Air yang tertampung kemudian meresap ke dalam tanah melalui lapisan tanah, bebatuan, dan tanaman di dalamnya.
Selain mengurangi genangan air berlebih, rain garden juga dapat menyaring sedimen, nutrisi, serta minyak sebelum terbawa ke saluran pembuangan. Taman ini juga mendukung pertumbuhan tanaman asli dan area hijau di area rumah.
Bagi rumah minimalis, rain garden dapat dibuat dengan beberapa bentuk sederhana. Berikut lima inspirasi rain garden untuk rumah minimalis yang dapat menjadi referensi:
1. Rain Garden Kerikil Linier

Rain garden ini memanfaatkan area samping rumah yang memanjang dengan susunan kerikil dan rumput pendek. Kerikil berfungsi memperlambat aliran air hujan, sedangkan tanaman menyerap air sebelum meresap ke dalam tanah.
Model ini cocok untuk rumah minimalis dengan halaman samping yang sempit karena tidak membutuhkan banyak ruang dan tetap menjaga rumah tertata rapi.
2. Rain garden dengan Bak Talang

Rain garden ini dibuat dengan menempatkan bak penampung berisi kerikil tepat di bawah talang air. Bebatuan berfungsi memperlambat aliran air hujan agar tidak membuat area sekitar rumah terlalu basah. Sekelilingnya dapat ditanami tanaman yang tahan terhadap kondisi basah dan kering.
Baca Juga :
Atasi Banjir, Pemkot Jaktim Bangun Rain Garden
3. Rain garden Sederhana di Bawah Talang Air
Rain garden ini dibuat dengan cekungan kecil di bawah talang air yang dikelilingi batu melingkar. Bebatuan berfungsi memperlambat aliran air hujan agar dapat meresap ke dalam tanah secara bertahap, dengan sekelilingnya tanaman hijau untuk menyerap air.
Model ini cocok untuk jalan setapak dan area pintu belakang rumah.
4. Rain garden dengan Bendungan Logam

Rain garden ini menggunakan pelat logam sebagai pembatas untuk mengatur aliran air pada halaman yang sedikit miring. Pelat dipasang rendah agar air mengalir lebih perlahan dan dapat menyebar menuju bagian bawah taman.
Area sekitarnya dapat ditanami tanaman penutup tanah, pelat logam juga bisa dipadukan dengan bebatuan.
5. Rain garden dengan Tepian Kayu

Rain garden ini menggunakan susunan kayu sebagai pembatas bedengan untuk menampung air dari talang. Bagian dalamnya juga dapat diisi bebatuan serta dapat ditanami pakis dan hosta yang cocok tumbuh di tempat teduh.
Sebagai bagian dari penataan halaman, rain garden dapat dibuat dengan menyesuaikan luas lahan dan kondisi lingkungan rumah.
Pemilihan material, tanaman, serta sistem drainase juga menjadi pertimbangan agar taman dapat menampung dan mengalirkan air hujan dengan baik. (Syarifah Komalasari)
(PRI)