Penyakit musik hujan Foto: Freepik
Penyakit musik hujan Foto: Freepik

Waspada Penyakit Musim Hujan, Ada DBD hingga Leptospirosis

Muhammad Syahrul Ramadhan • 30 Oktober 2026 13:19
Ringkasnya gini..
  • DBD, leptospirosis, dan diare menjadi penyakit yang perlu diwaspadai saat musim hujan. Kenali cara mencegahnya.
  • Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat menerapkan PHBS, menjaga kebersihan lingkungan, dan memperhatikan daya tahan tubuh.
  • Sepanjang Januari hingga 28 Oktober 2026, tercatat 27 kasus leptospirosis di Kota Yogyakarta.
Jakarta: Musim hujan tidak hanya membawa perubahan cuaca, tetapi juga meningkatkan risiko munculnya sejumlah penyakit. Masyarakat perlu lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan yang berpotensi meningkat pada periode ini.

Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tiga penyakit yang perlu diwaspadai saat musim hujan di antaranya demam berdarah dengue (DBD), leptospirosis, dan diare.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr. Endang Sri Rahayu, mengatakan pencegahan penyakit perlu dimulai dari kebiasaan hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan rumah maupun ketika beraktivitas di luar ruangan.

1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

DBD menjadi salah satu penyakit yang perlu diantisipasi saat musim hujan. Untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebab penyakit ini, masyarakat diimbau menerapkan gerakan 4M Plus.

Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, memilah dan memanfaatkan barang bekas agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, serta membersihkan talang air.

Langkah-langkah tersebut perlu dilakukan secara rutin untuk memutus siklus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Karena itu, masyarakat perlu memastikan tidak ada tempat yang dapat menampung air dan menjadi lokasi nyamuk berkembang biak di sekitar rumah.

2. Leptospirosis

Selain DBD, leptospirosis juga perlu diwaspadai selama musim hujan. Penyakit ini disebabkan bakteri Leptospira yang dapat menular melalui urine hewan terinfeksi, terutama tikus.

Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Anandi Iedha Retnani, menjelaskan penularan dapat terjadi ketika urine tikus mencemari air atau tanah, kemudian masuk ke tubuh melalui luka pada kulit atau bagian tubuh yang rentan.

Untuk mencegahnya, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat bersarang tikus. Sampah perlu dikelola dengan baik, makanan dan minuman harus ditutup, serta barang bekas sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk.

Saat melakukan aktivitas yang berisiko terpapar urine tikus, masyarakat juga perlu menjaga kebersihan diri. Caranya dengan mencuci tangan dan kaki menggunakan sabun, menutup luka terbuka, serta menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu bot dan sarung tangan.

Gejala awal leptospirosis dapat menyerupai penyakit lain. Beberapa di antaranya demam, pegal-pegal, nyeri otot terutama pada betis, sakit kepala, dan badan terasa lemas.

Dalam kondisi tertentu, penyakit ini juga dapat menimbulkan gejala yang lebih serius, seperti mata tampak merah atau menguning serta urine berwarna gelap menyerupai teh. Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat terdapat 27 kasus leptospirosis sejak Januari hingga 28 Oktober 2026. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 34 kasus.
 

3. Diare

Diare juga termasuk penyakit yang perlu diantisipasi saat musim hujan. Salah satu langkah pencegahannya adalah menjaga kebersihan makanan dan air yang dikonsumsi sehari-hari.

Masyarakat diingatkan untuk memastikan makanan dan minuman tetap bersih. Kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun juga perlu dilakukan, terutama sebelum makan dan setelah beraktivitas.

Kebersihan lingkungan serta kebiasaan menjaga sanitasi menjadi bagian penting dalam mencegah penyakit ini. Dengan memperhatikan kebersihan makanan, air, dan tangan, risiko penularan penyakit dapat ditekan.

Jaga Daya Tahan Tubuh Selama Musim Hujan

Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi tubuh. Endang mengajak warga menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, melakukan aktivitas fisik secara teratur, serta mengelola stres.

Masyarakat juga diimbau tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang dirasakan. Apabila mengalami gejala sakit yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Penerapan PHBS perlu dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika musim hujan tiba. Kebiasaan menjaga kebersihan rumah, mengelola sampah, memperhatikan makanan dan minuman, serta menjaga kesehatan tubuh dapat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatan diri dan lingkungan selama musim hujan.
(Ellen Octovia Suherman)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>