Jakarta: Kalau tiap siang mata mulai berat dan bawaannya pengin rebahan, kamu gak sendirian. Buat sebagian orang, tidur siang memang sudah jadi rutinitas.
Tapi, apakah tidur siang setiap hari benar-benar menyehatkan, atau jangan-jangan tubuh sedang kasih kode kalau waktu istirahatmu kurang?
Ternyata, rutin tidur siang gak otomatis jadi kebiasaan buruk. Mayo Clinic, pusat medis akademik nonprofit di Amerika Serikat, menyebut tidur siang dapat membantu mengurangi kelelahan, meningkatkan kewaspadaan, memperbaiki suasana hati, serta mendukung performa seperti daya ingat dan waktu reaksi.
Baca Juga :
Artinya, tidur siang bisa saja masuk ke rutinitas harian selama setelahnya kamu tetap bisa menjalani aktivitas dengan normal dan tidur malam gak ikut berantakan.

(Agar bisa bangun tepat waktu saat tidur siang, cobalah pasang alarm. Sesuaikan jam tidur siang hingga tidak melebihi waktu yang dianjurkan. Foto: AI Generated)
Tidur siang bisa jadi recharge
Bayangkan tidur siang sebagai tombol restart singkat. Saat energi mulai drop di tengah hari, tidur sebentar bisa membantu kamu kembali lebih alert tanpa harus memaksakan diri beraktivitas dalam kondisi ngantuk.
Mayo Clinic merekomendasikan tidur siang sekitar 20–30 menit. Waktu awal hingga pertengahan siang juga lebih disarankan karena tidur terlalu sore bisa membuat kamu lebih sulit mengantuk saat malam.
Jadi, kalau kamu punya kebiasaan tidur siang setelah makan dan bangun sekitar setengah jam kemudian dengan kondisi lebih segar, nggak perlu langsung merasa bersalah.
Tapi, kenapa jadi butuh tidur terus?
Nah, bagian ini yang lebih penting diperhatikan. Kalau sebelumnya jarang tidur siang, tetapi belakangan kamu merasa wajib tidur setiap hari bahkan dalam waktu lama supaya bisa beraktivitas, coba jangan langsung menganggapnya sebagai kebiasaan biasa.
Menurut Mayo Clinic, meningkatnya kebutuhan untuk tidur siang bisa menjadi alasan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, terutama kalau rasa kantuk juga muncul sejak pagi.
Kurang tidur, kualitas tidur yang buruk, obat tertentu, gangguan tidur, atau kondisi kesehatan tertentu bisa berperan.
Dengan kata lain, masalahnya mungkin bukan pada tidur siangnya, tetapi pada alasan kenapa tubuh terus-terusan membutuhkannya.
Tetap utamakan tidur malam
Tidur siang memang bisa membantu saat energi turun, tetapi tetap gak bisa dijadikan pengganti tidur malam. CDC atau Centers for Disease Control and Prevention menyebut orang dewasa usia 18–60 tahun membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur setiap hari.
Tidur yang cukup dan berkualitas penting untuk kesehatan fisik dan kesejahteraan emosional. Selain jumlah jam, pola tidur juga perlu diperhatikan.
Kalau tidur siang terlalu lama sampai bikin kamu susah tidur pada malam hari, siklus istirahat bisa ikut berantakan.
Begitu juga kalau kamu bangun dari tidur siang malah makin lemas atau grogi dan kondisi ini terus terjadi.
Jadi, tidur siang setiap hari sebenarnya gak perlu dianggap sebagai kebiasaan buruk. Selama dilakukan secukupnya, tidak mengganggu tidur malam, dan tubuh tetap terasa fit, rutinitas ini bisa menjadi bagian dari pola istirahat yang sehat.