FITNESS & HEALTH

Mana Posisi Tidur Terbaik untuk Kamu?

Mia Vale
Senin 14 September 2026 / 15:25
Ringkasnya gini..
  • Tidur adalah kunci utama pemulihan tubuh. Namun, kalau posisinya keliru sendi justru bisa makin tegang.
  • Posisi tidur paling ideal pada dasarnya adalah yang mampu menjaga tulang belakang tetap sejajar.
  • Setiap orang punya kebutuhan berbeda tergantung kondisi kesehatan dan kenyamanan.
Jakarta: Tidur adalah kunci utama pemulihan tubuh. Namun, kalau posisinya keliru, tulang belakang, otot, dan sendi justru bisa makin tegang. 

Posisi tidur paling ideal pada dasarnya adalah yang mampu menjaga tulang belakang tetap sejajar dari kepala sampai pinggul.

Setiap orang punya kebutuhan berbeda tergantung kondisi kesehatan dan kenyamanan. Meski begitu, beberapa posisi memang menawarkan manfaat yang lebih optimal.
   

1. Tidur menyamping (miring)


Lebih dari 60% orang dewasa memilih posisi ini. Seiring bertambahnya usia, kelenturan tulang belakang berkurang sehingga posisi miring terasa jauh lebih nyaman.

Miring ke kiri vs. kanan: Posisi miring ke kiri lebih direkomendasikan—terutama bagi penderita asam lambung (GERD) dan ibu hamil—karena lebih ramah terhadap struktur organ dalam.

Tips nyaman: Gunakan bantal yang pas untuk mengisi celah antara kepala dan kasur agar leher tidak menekuk. Selipkan juga bantal tipis di antara kedua lutut supaya posisi pinggul sejajar dan tekanan di punggung bawah berkurang.
 

2. Tidur terlentang


posisi tidur (2)
(Tidur terlentang dapat menjaga keselarasan tulang belakang. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Telentang memudahkan tubuh meratakan beban dan menjaga kelurusan alami tulang belakang, sehingga ampuh mencegah nyeri pada leher, bahu, maupun punggung bawah.

Manfaat ekstra: Menopang tubuh bagian atas atau kepala sedikit lebih tinggi bisa bantu mengurangi ngorok, gejala asam lambung, dan hidung tersumbat.

Tips nyaman: Taruh bantal tipis di bawah lutut atau lekukan punggung bawah untuk meredakan tekanan di area lumbal. Pastikan bantal kepala menopang lekuk leher tanpa membuatnya terlalu mendongak.
 

3. Tidur tengkurap


Ini posisi yang paling jarang digunakan (kurang dari 10% waktu tidur). Walau kurang populer, tidur tengkurap punya manfaat tersendiri, seperti mengurangi risiko mendengkur yang sering terjadi saat tidur telentang.

Namun, posisi ini rawan memicu ketegangan pada leher dan tulang belakang jika tidak ditopang dengan benar.
   

Perlukah mengubah posisi tidur?


Tidak ada satu solusi yang berlaku untuk semua orang. Mengubah posisi tidur memang bisa membawa dampak positif, terutama untuk kondisi seperti obstructive sleep apnea (henti napas saat tidur) atau nyeri punggung kronis.

Namun, mengubah kebiasaan posisi tidur tidaklah mudah. Tubuh secara refleks akan kembali ke posisi lamanya saat kamu sudah terlelap. 

Jika posisi baru justru membuatmu tidak nyaman atau sering terbangun, sebaiknya fokus pada posisi yang paling membuatmu bisa tidur nyenyak.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH