Hujan Bikin Ngantuk dan Mager? Ternyata Ini Alasannya
- Kelembapan tinggi dalam sebuah penelitian berkaitan dengan meningkatnya rasa mengantuk.
- Studi 2023 menemukan kondisi cuaca berkaitan dengan pola tidur dan aktivitas harian.
- Hujan bukan satu-satunya faktor yang menentukan rasa kantuk seseorang.
Jakarta: Hujan turun, suara rintiknya mulai kedengeran, udara terasa lebih adem, dan entah kenapa kasur tiba-tiba jadi jauh lebih menarik. Mau ngapa-ngapain rasanya berat. Kalau kamu sering mengalami hal yang sama, ternyata ada penjelasan di balik rasa mager saat cuaca lagi begini.
Sejumlah penelitian menemukan kondisi cuaca punya kaitan dengan mood, aktivitas, sampai pola tidur. Tapi, bukan berarti hujan secara otomatis bikin semua orang ngantuk ya.

(Ilustrasi rasa kantuk muncul ketika hujan turun di sela-sela aktivitas. Foto: AI Generated)
Kelembapan tinggi bisa bikin lebih mengantuk
Sebuah penelitian yang diterbitkan di British Journal of Psychology melihat hubungan antara kondisi cuaca dan suasana hati. Penelitian ini mengamati 24 pria selama 11 hari dan membandingkan berbagai kondisi cuaca dengan perubahan mood.
Hasilnya, kelembapan, suhu, dan durasi sinar matahari termasuk faktor cuaca yang paling berpengaruh terhadap mood. Peneliti juga menemukan bahwa kelembapan yang lebih tinggi berkaitan dengan meningkatnya laporan rasa mengantuk.
Jadi, kalau udara terasa lembap saat hujan dan kamu mulai pengin rebahan, rasa tersebut memang punya dasar dari temuan penelitian. Meski begitu, penelitian ini tidak membuktikan bahwa hujan secara langsung menyebabkan rasa kantuk.
Cuaca juga bisa memengaruhi pola tidur
Temuan lain datang dari studi Ty Ferguson dan kolega yang diterbitkan dalam International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity pada 2023.
Penelitian berjudul “Weather associations with physical activity, sedentary behaviour and sleep patterns of Australian adults: a longitudinal study with implications for climate change” ini mengamati 368 orang dewasa di Adelaide, Australia, selama 13 bulan. Para peserta menggunakan perangkat Fitbit untuk merekam pola tidur dan aktivitas mereka.
Peneliti kemudian menganalisis 90.801 hari data dan membandingkannya dengan kondisi cuaca harian, seperti suhu, curah hujan, angin, tutupan awan, dan sinar matahari. Hasilnya menunjukkan kondisi cuaca tertentu berkaitan dengan perubahan pola tidur dan aktivitas sehari-hari. Curah hujan juga berkaitan dengan menurunnya aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat.
Jadi, kenapa hujan bikin pengin rebahan?
Saat hujan, aktivitas di luar rumah biasanya jadi kurang nyaman. Akhirnya, kita lebih mungkin menghabiskan waktu di dalam ruangan, duduk santai, atau melakukan aktivitas yang minim gerak.
Ditambah udara yang lebih lembap dan suasana yang cenderung tenang, nggak heran kalau kasur mendadak terasa seperti tempat paling nyaman sedunia.
Jadi, kalau hujan turun lalu kamu langsung merasa ngantuk, nggak perlu buru-buru menganggap diri sendiri mager. Cuaca memang bisa berkaitan dengan aktivitas dan pola tidur. Meski begitu, rasa kantuk tetap dipengaruhi banyak hal lain, termasuk durasi tidur dan kondisi tubuh masing-masing.
Desi Indasari
(FIR)