Ilustrasi. Foto: Unplash
Ilustrasi. Foto: Unplash

Musim Hujan Tiba, Ini 5 Tips Aman Hindari Sengatan Listrik saat Banjir

Annisa ayu artanti • 22 Januari 2026 15:48
Jakarta: Masuknya musim hujan kerap diiringi dengan meningkatnya potensi genangan air hingga banjir di kawasan permukiman. Di balik dampak yang tampak secara kasat mata, terdapat risiko lain yang tak kalah berbahaya, yakni sengatan listrik yang dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.
 
Kondisi lingkungan yang lembap serta air yang menggenang dapat menjadi penghantar arus listrik, terutama jika instalasi maupun peralatan listrik tidak terlindungi dengan baik. Tanpa langkah pencegahan yang tepat, risiko kecelakaan listrik bisa meningkat saat banjir terjadi.
 
Untuk membantu meminimalkan risiko tersebut, berikut sejumlah langkah penting yang dapat dilakukan guna menjaga keamanan listrik di rumah selama banjir.

1. Matikan aliran listrik dari panel utama

Ketika air mulai masuk ke dalam rumah, langkah paling aman adalah segera mematikan aliran listrik dari panel utama. Tujuannya untuk mencegah arus listrik menyebar melalui air atau benda konduktif di dalam rumah.

Apabila panel listrik sudah terendam atau sulit dijangkau, sebaiknya tidak memaksakan diri dan menunggu bantuan petugas berwenang demi menghindari risiko sengatan listrik.
 
Baca juga: Banjir Meluas di Jakarta, Ini Daftar RT dan Ruas Jalan yang Tergenang

2. Hindari menyentuh peralatan listrik yang terendam

Peralatan listrik dan elektronik yang terendam banjir berpotensi masih menyimpan arus atau mengalami kerusakan pada isolasi kabel. Oleh karena itu, hindari menyentuh, memindahkan, maupun menyalakan kembali peralatan tersebut sebelum dipastikan benar-benar kering dan aman.
 
Pemeriksaan oleh teknisi listrik sangat disarankan sebelum peralatan kembali digunakan.

3. Tunda bersih-bersih hingga kondisi listrik aman

Membersihkan rumah pascabanjir memang penting, namun pastikan aliran listrik sudah dalam kondisi mati dan aman. Saat beraktivitas, gunakan alas kaki berbahan karet, hindari menyentuh stop kontak atau kabel yang masih basah, serta pastikan tangan dalam kondisi kering.
 
Langkah ini membantu menekan risiko sengatan listrik selama proses pembersihan.

4. Periksa instalasi listrik setelah banjir surut

Air banjir dapat merusak kabel, sambungan, dan komponen listrik yang tidak selalu terlihat. Setelah banjir surut, lakukan pemeriksaan instalasi listrik secara menyeluruh, terutama di area dapur, ruang keluarga, dan titik stop kontak yang berada di posisi rendah.
 
Pemeriksaan oleh teknisi listrik diperlukan untuk memastikan tidak ada kebocoran arus atau potensi korsleting saat listrik kembali dinyalakan.

5. Lengkapi rumah dengan sistem proteksi kistrik

Sebagai upaya pencegahan jangka panjang, rumah disarankan dilengkapi dengan sistem proteksi listrik yang memadai. Selain MCB untuk mencegah korsleting, penggunaan perangkat anti setrum seperti Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS) atau RCCB/RCBO juga penting.
 
Perangkat ini dirancang untuk memutus aliran listrik secara otomatis saat terdeteksi kebocoran arus, bahkan dalam jumlah kecil, sehingga dapat membantu melindungi penghuni rumah dari risiko sengatan listrik.
 
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan mengatakan, keselamatan listrik merupakan fondasi penting dalam menciptakan hunian yang aman, terutama di tengah tantangan musim hujan dan meningkatnya risiko banjir.
 
"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik dan memastikan instalasi serta perangkat proteksi di rumah menggunakan produk kelistrikan yang asli dan berkualitas. Schneider Electric berkomitmen untuk terus mendukung upaya tersebutmelalui edukasi keselamatan listrik serta penyediaan solusi proteksi yang andal dan sesuai standar," kata Martin dalam keterangan tertulis, Kamis, 22 Januari 2026.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan