ARSITEKTUR

Kenapa Barcelona Disusun Kotak-Kotak? Ini Penjelasan Sejarahnya

Rizkie Fauzian
Sabtu 25 Juli 2026 / 20:24
Ringkasnya gini..
  • Barcelona memiliki pola jalan berbentuk kotak-kotak yang dirancang pada abad ke-19 untuk mengatasi kepadatan penduduk dan memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan.
  • Tata kota tersebut merupakan hasil rancangan Ildefons Cerdà melalui pengembangan kawasan Eixample dengan blok-blok seragam dan sudut jalan berbentuk segi delapan.
  • Desain itu bertujuan meningkatkan sirkulasi udara, pencahayaan alami, kemudahan transportasi, dan keteraturan kota sehingga masih dipertahankan hingga saat ini.
Jakarta: Barcelona dikenal sebagai salah satu kota dengan tata ruang paling ikonik di dunia. Jika dilihat dari udara, sebagian besar wilayahnya tersusun dalam pola blok-blok persegi yang rapi sehingga tampak seperti kotak-kotak.

Desain tersebut bukan dibuat semata untuk alasan estetika. Pola jalan yang teratur merupakan hasil perencanaan kota pada abad ke-19 untuk mengatasi kepadatan penduduk sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan mudah diakses.

Pada masa itu, Barcelona masih dikelilingi tembok kota sehingga ruang permukiman sangat terbatas. Pertumbuhan penduduk yang pesat membuat kondisi kota semakin padat, bahkan kepadatan penduduknya disebut mencapai dua kali lipat dibandingkan Paris pada periode yang sama.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, insinyur dan perencana kota asal Katalan, Ildefons Cerdà, mengusulkan perluasan wilayah Barcelona dengan menghubungkan kota lama ke sejumlah kota dan desa di sekitarnya, seperti Gràcia dan Sarrià. Kawasan baru itu kemudian dikenal sebagai Eixample.
 
Dalam menyusun rancangannya, Cerdà mempelajari bagaimana masyarakat menggunakan ruang kota setiap hari. Ia menilai sebuah kota ideal harus memiliki sirkulasi udara yang baik, pencahayaan alami yang cukup, ruang terbuka hijau, jaringan transportasi yang efisien, serta akses mudah menuju pusat aktivitas seperti pasar.

Meski sempat menuai penolakan, gagasan tersebut akhirnya diwujudkan melalui pembangunan kawasan Eixample dengan blok-blok berukuran seragam yang dipisahkan jalan-jalan lebar.

Salah satu ciri khas desain ini adalah setiap sudut blok dipotong miring sehingga membentuk segi delapan atau chamfer. Bentuk tersebut memungkinkan pandangan di persimpangan menjadi lebih luas, meningkatkan sirkulasi udara, sekaligus mempermudah trem berbelok di setiap tikungan.

Cerdà juga mengatur orientasi blok agar menghadap ke arah barat laut dan tenggara. Penataan ini bertujuan agar setiap bangunan memperoleh paparan sinar matahari secara optimal sepanjang hari.

Hingga kini, pola kotak-kotak di Barcelona masih menjadi ciri khas kota tersebut. Tata ruang yang dirancang lebih dari satu abad lalu itu dinilai berhasil menciptakan kawasan perkotaan yang lebih teratur, mendukung mobilitas masyarakat, serta menjadi salah satu contoh perencanaan kota modern yang berpengaruh di dunia. (Syarifah Komalasari)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)

MOST SEARCH