Perbedaan tersebut muncul karena jembatan dibuat dengan mempertimbangkan fungsi, kondisi wilayah, material, hingga struktur yang digunakan. Dilansir dari We Build Value, jembatan dapat diklasifikasikan berdasarkan material, penggunaan, hambatan yang dilewati, maupun struktur konstruksinya.
Material yang digunakan dapat berupa kayu, batu, bata, beton, baja, hingga material komposit. Berdasarkan penggunaannya, terdapat jembatan untuk kendaraan, pejalan kaki, kereta api, dan jembatan yang menopang saluran pipa.
Lantas, apa saja jenis jembatan yang ada?
Jenis Jembatan Berdasarkan Konstruksi
Melansir laman Anak Teknik, terdapat tujuh tipe jembatan berdasarkan karakteristik konstruksinya. Masing-masing memiliki cara kerja dan bentuk struktur yang berbeda.1. Jembatan Lengkung
Jembatan lengkung merupakan salah satu jenis jembatan yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu. Struktur ini memanfaatkan bentuk lengkung untuk menyalurkan tekanan menuju bagian pusat struktur atau keystone. Pada jembatan modern, konstruksi lengkung dapat menggunakan beton sebagai materialnya.2. Jembatan Balok
Jembatan balok menggunakan balok atau gelagar sebagai struktur utama yang ditopang pada bagian tertentu. Jika bentang jembatan semakin panjang, diperlukan penyangga tambahan seperti pier untuk membantu menjaga keseimbangan dan menopang beban. Webuild menyebut jembatan gelagar sebagai salah satu tipe yang paling umum digunakan.3. Jembatan Kantilever
Jembatan kantilever dibangun dengan struktur yang ditambatkan secara kuat pada penyangga sehingga mampu menopang dek yang memanjang secara horizontal. Rangka batang dapat digunakan untuk membantu menahan tegangan dan kompresi pada struktur jembatan.4. Jembatan Gantung
Jembatan gantung menggunakan kabel utama yang ditopang oleh menara atau pilar. Kabel vertikal kemudian menghubungkan kabel utama dengan dek untuk menopang struktur. Dahulu, jembatan gantung banyak digunakan sebagai jalur pejalan kaki, sedangkan kini tipe tersebut menjadi salah satu pilihan untuk melintasi bentang panjang, termasuk untuk jalan raya dan jalur kereta api.5. Jembatan Cable-Stayed
Jembatan cable-stayed memiliki kabel yang dipasang secara diagonal dari pilar menuju dek. Kabel tersebut berfungsi menopang sekaligus menstabilkan jembatan. Berbeda dengan jembatan gantung, tipe ini tidak menggunakan satu kabel utama yang membentang sepanjang jembatan.6. Jembatan Bowstring
Jembatan bowstring atau tali busur merupakan perpaduan karakteristik jembatan gantung dan jembatan lengkung. Struktur lengkung berada di atas jalan, sementara elemen vertikal menghubungkannya dengan dek. Bentuknya yang menyerupai busur panah menjadi alasan jembatan ini disebut bowstring.7. Jembatan Truss
Jembatan truss menggunakan rangka yang terdiri dari elemen struktural vertikal dan diagonal untuk mendistribusikan beban serta menjaga kestabilan. Jenis ini mulai digunakan pada abad ke-19 dengan material kayu. Salah satu desain yang dikenal adalah Pratt truss.Jenis Jembatan Berdasarkan Mobilitas
Selain konstruksi, jembatan juga dapat dibedakan berdasarkan mobilitasnya. Anak Teknik membaginya menjadi tiga jenis, yaitu fixed, temporary, dan moveable.
1. Jembatan Fixed
Jembatan fixed atau jembatan tetap berada pada posisi yang tidak berubah dan digunakan untuk menyediakan jalur penyeberangan yang stabil. Contohnya adalah jembatan rel kereta api dan jembatan layang untuk pengguna jalan raya.2. Jembatan Temporary
Jembatan temporary atau sementara hanya digunakan pada kondisi tertentu. Salah satu contohnya adalah jembatan ponton yang dapat mengapung di atas air. Dalam sumber Anak Teknik, jembatan ponton disebut pernah digunakan untuk membantu pengiriman persediaan bagi tentara pada masa peperangan.3. Jembatan Moveable
Jembatan moveable memiliki bagian yang dapat bergerak agar kapal dapat melintas di bawahnya. Jenis ini memiliki beberapa variasi, seperti jembatan angkat vertikal, jembatan ayun, dan traverser. Webuild juga menyebut tipe jembatan bergerak seperti bascule, drawbridge, lift bridge, dan swing bridge.Jenis Jembatan Berdasarkan Hambatan yang Dilewati
Perbedaan jembatan juga dapat dilihat dari jenis hambatan yang harus dilewati. Jembatan digunakan untuk membentang di atas aliran air seperti sungai atau aliran pegunungan.Sementara itu, viaduk digunakan untuk melewati hambatan geografis seperti lembah dan ngarai.
Ada pula overpass atau flyover yang dibuat untuk melewati hambatan buatan, misalnya jalan. Selain itu, terdapat jembatan jalan atau jalur kereta yang dibuat lebih tinggi untuk melewati bagian tertentu dari kawasan perkotaan.
Dengan demikian, jenis jembatan tidak hanya ditentukan dari bentuk yang terlihat. Konstruksi, mobilitas, fungsi, serta kondisi yang harus dilewati turut menentukan desain sebuah jembatan. Perbedaan tersebut memungkinkan jembatan digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari jalur kendaraan dan kereta hingga akses pejalan kaki.
(Ellen Octovia Suherman)