NEWSTICKER
Ketua Umum Surya Paloh menyerahkan hotel miliknya The Media Hotel and Towers untuk penanganan covid-19, Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Ketua Umum Surya Paloh menyerahkan hotel miliknya The Media Hotel and Towers untuk penanganan covid-19, Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez. (Charles Meikiansyah)

Charles Meikiansyah

Anggota DPR RI 2019-2024

Keteladanan dan Gotong Royong Nasional Melawan Covid-19

Pilar virus corona
Charles Meikiansyah • 25 Maret 2020 09:00
KETIKAdalam situasi yang tidak menentu, keteladanan adalah yang utama untuk menggerakkan semangat bersama. Menangani pandemi yang tidak kasat mata dan dalam situasi kritis membutuhkan keteladanan dan keinginan kuat dari diri sendiri untuk melawan.
 
Mendisiplinkan diri agar selalu waspada dan terus berusaha minimal untuk tidak menjadi bagian yang menularkan sudah menjadi bagian dari kontribusi nyata untuk negeri.
 
Dalam krisis kesehatan, tentu korban adalah prioritas, tapi tenaga medis adalah penentu masa depan. Keduanya harus kita tangani. Korban yang terinfeksi virus segera ditangani dan tenaga medis selalu siap siaga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Pemerintah berusaha menangani korban agar jumlahnya bisa ditekan. Sedangkan tenaga medis bisa didatangkan dari daerah yang belum terkontaminasi virus. Jumlah korban tinggi
 
Celakanya, jumlah korban di zona merah selalu lebih tinggi dari jumlah ketersediaan rumah sakit dan obat-obatan. Masalah obat-obatan, pemerintah sedang memesan dua juta obat, tapi masalah rumah sakit tidak bisa dipenuhi dalam masa singkat.
 
Maka keputusan untuk “menghibahkan” The Media Hotel and Towers oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh untuk menjadi pusat komando tenaga medis adalah bentuk keteladanan. Hal itu menjadi bagian dari ikhtiar agar kita mampu lebih cepat menanggulangi sekaligus menang dalam melawan covid-19.


Sebuah langkah yang semoga menjadi teladan untuk gotong royong nasional seluruh elemen bangsa. Hari ini Ibu pertiwi memerlukan gotong royong dari kita, minimal tetap#dirumahsaja.


Bukan kali pertama kita diuji agar bersatu dalam menghadapi bencana, dan kita membuktikan bahwa kita bisa melewatinya. Ketika Tsunami Aceh pada 2004 serta rententan bencana alam selanjutnya, kita mampu melewatinya dengan tegar. Begitu juga dalam menghadapi rangkaian serangan terorisme, kita mampu bersatu dan melawan.
 
Mengutamakan kemanusiaan
 
Saya masih ingat bagaimana teladan Surya Paloh dalam bencana Tsunami Aceh. Mewakafkan laku dan pikiran agar Aceh kembali bangkit. Dan di setiap tragedi bangsa, Surya Paloh selalu memberikan teladan yang sama, hadir dalam kemurungan agar bersama-sama bangkit. Mengutamakan kemanusiaan.
 
Serangan covid-19 menjadi momentum bagi kita untuk bersatu. NasDem sudah memulainya sejak cocid-19 menjadi bencana nasional. Langkah terkecil adalah menginstruksikan seluruh kader untuk melaksanakan kebijakansocial distancing. Seluruh rapat partai dikerjakan dengan teleconference.
 
NasDem memulainya karena keteladanan ketua umum Surya Paloh. Mulai dari kebijaan untuk melaksanakan kebijakanwork from home, social distancing, hingga menghibahkan The Media Hotel and Towers.
 
Resonansinya tentu akan besar. Bagi kami, kader NasDem, langkah ketua umum Surya Paloh akan menjadi teladan. Maka, kader harus meneladani untuk membaktikan diri menjadi bagian dariproblem solver. Bagian dari berkorban untuk mencintai Indonesia Raya.
 
Siap lawan covid-19
 
Laporan dari seluruh wilayah, alhamdulillah kader NasDem secara masif memulai gerakan melawan covid-19. Mempraktikkansocial distancing, membagikanhand sinitizer, masker, dan mengedukasi masyarakat bagaimana seharusnya kita menghadapi covid-19.
 
NasDem juga meliburkan seluruh tenaga ahli di DPR RI dan menggantinya dengan kebijakanwork from home. Ke depan NasDem juga akan menginstruksikan untuk pengetesan covid-19, tentu dengn mendahulukan masyarakat yang sekarang menjadi orang dalam pantauan (ODP).
 
Selain kader NasDem, keteladanan ketua umum Surya Paloh akan memberikan resonansi kepada elit-elit negeri agar mulai turun tangan. Maka akan sangat besar maknanya apabila para pemimpin partai, para pengusaha, para elit negeri juga membaktikan dan memberikan teladan bagi kita semua.
 
Dalam hal ini saya masih percayabutterfly effect. Satu kepakan sayap kupu-kupu di Amazon akan mengakibatkan badai di Amerika. Maka satu langkah kecil elit negeri dan kita akan memberikan arti bagi perlawanan atas covid-19.
 
Keteladanan ketua umum harus menjadi vitamin bagi seluruh kader karena keteladanan yang baik adalah bagian dari ikhtiar cita-cita kita, restorasi Indonesia. Seluruh energi harus kita curahkan untuk melawan covid-19. Kebijakan yang terbaik harus kita ambil berapapun harganya karena kemanusiaan yang utama.
 
Kalau ketua umum saja sudah bergerak cepat, mengambil inisiatif dan menghibahkan jiwa raga, maka kita sebagai kader Partai NasDem apa yang bisa kau berikan kepada negara?. Karena Bersama NasDem, cinta ini untuk Indonesia raya.
 
Mengutip John F Kennedy, “Jangan tanyakan apa yang negara dapat perbuat untuk Anda, tetapi tanyakanlah apa yang dapat Anda perbuat untuk negara".
 
Tidak ada yang paling berharga selain berlomba untuk menjalankan firman Allah SWT
Fastabiqul khairat, mari berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan”. []
 
*Segala gagasan dan opini yang ada dalam kanal ini adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Medcom.ID. Redaksi menerima kiriman opini dari Anda melalui kolom@medcom.id

 

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif