Ilustrasi: Miyabi dan Agnez Mo. Diolah dari foto Antara/Sigid Kurniawan dan Biro Pers Media Kepresidenan.
Ilustrasi: Miyabi dan Agnez Mo. Diolah dari foto Antara/Sigid Kurniawan dan Biro Pers Media Kepresidenan. (Syah Sabur)

Syah Sabur

Jurnalis Senior Medcom.id & Peneliti di Media Research Center (MRC)

Miyabi, Agnez Mo, dan Penilaian yang Sepotong-sepotong

Pilar agnez mo
Syah Sabur • 29 November 2019 13:31
BEBERAPA hari lalu ada dua peristiwa yang membuat heboh publik di Indonesia. Pertama, (mantan) bintang porno Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi yang mendukung Timnas Indonesia saat berlaga melawan Thailand. Bahkan, Miyabi sempat membentangkan bendera merah-putih di tribun Rizal Memorial Stadium, Filipina, Selasa, 26 November 2019 dalam laga pertama Grup B SEA Games 2019.
 
Peristiwa kedua adalah wawancara Agnez Monica alias Agnez Mo yang mengaku tidak memiliki darah Indonesia. "Sebenarnya aku tidak punya darah Indonesia sama sekali. Aku (berdarah) Jerman, Jepang, China, dan aku hanya lahir di Indonesia," ucap Agnes Mo dalam wawancara dengan Kevan Kenney di Build Series by Yahoo.
 
Pernyataan Agnez itu untuk menjawab pertanyaan Kevan sebelumnya. "Saya baca di beberapa wawancara dengan media lain kalau kamu katanya beda dari orang kebanyakan di sana”.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Mengetahui dua kenyataan tersebut, seorang wartawan senior menulis di grup Whatsapp, "Smntr Agnez Mo tdk merasa org Indonesia, bintang film porno asal Jepang, Miyabi kibarkan Merah Putih". Sejumlah wartawan lain juga menyatakan hal serupa. Pernyataan wartawan tersebut seolah ingin menyatakan bahwa Miyabi lebih nasionalis ketimbang Agnez Mo. Wow!
 
Bahkan, guru besar hukum internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana meminta Ditjen Imigrasi untuk mengecek status kewarganegaraan Agnez Mo. "Ungkapan wawancara Agnez Mo bahwa ia tidak ada kaitan dengan Indonesia kecuali lahir, perlu dilakukan pengecekan status kewarganegaraannya," kata Hikmahanto kepada wartawan.
 
"Pendalaman oleh Ditjen Imigrasi atas status kewarganegaraan Agnez Mo perlu dilakukan untuk menentukan apakah Agnez Mo perlu dimasukkan ke dalam daftar tangkal untuk masuk ke Indonesia bila saat sekarang ia berada di luar negeri. Bila Agnez Mo masuk dalam daftar tangkal maka Agnez Mo tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia sampai namanya dicabut dalam daftar tangkal," tutur Prof Hikmahanto.
 
Anggota DPR geram
Dua anggota DPR RI juga menyampaikan kegeraman mereka terhadap Agnez. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi merespons pernyataan penyanyi Agnes, yang mengaku tak memilik darah Indonesia. Dede Yusuf mengungkit video Agnes di Istana Kepresidenan usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) awal tahun ini.
 
Dalam video yang dimaksud Dede, Agnes menyebut menjadi satu-satunya orang Indonesia yang masuk nominasi acara penghargaan musik internasional. Penyanyi yang pernah berkolaborasi dengan Chris Brown itu merasa menjadi duta bangsa dalam ajang tersebut.
 
Dede mempertanyakan maksud Agnes Mo mengaku dirinya duta bangsa tetapi tak mengaku berdarah Indonesia. "Jadi harus dibuktikan ke-WNI-an dan kebangsaannya, apakah bisa dibilang sebagai Duta Indonesia?" gugat Dede.
 
Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon mengibaratkan penyanyi Agnez Mo, yang mengaku tak berdarah Indonesia, seperti Malin Kundang. Fadli menilai Agnez seperti anak durhaka karena namanya besar dan terkenal di Indonesia.
 
"Ya, makanya, biasanya kayak begitu itu Malin Kundang. Pasti durhaka itu," kata Fadli di kompleks parlemen.
 
Fadli menilai Agnez menampilkan kesan tidak merasa bangga menjadi orang Indonesia. Fadli menuding Agnes berkelit dan tidak mau diasosiasikan sebagai orang Indonesia. Bahkan, pernyataan Agnez Mo sebagai sebuah kebodohan. Ia mengaku tersinggung oleh pernyataan Agnez yang tidak mengakui darah Indonesianya.
 
Sementara itu, staf khusus Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan tanggapan yang agak berbeda. Menurut Dahnil, kasus Agnez jadi contoh pentingnya kita memperkuat bela negara di kalangan seniman dan artis.
 
Tidak jelas, apakah itu berarti Dahnil menganggap Agnez belum membuktikan diri sebagai orang yang bersedia “membela negara” lewat dunia musik. Meskipun demikian, Dahnil yakin Agnez Mo punya jiwa nasionalisme yang tinggi. Menurutnya, kontroversi ini terjadi karena penafsiran yang beragam.
 
Senada dengan Dahnil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta publik untuk tidak terus menggoreng pernyataan Agnez dan menganggapnya tidak nasionalis. Moeldoko menuturkan pernah bertemu dan mengantar Agnez menghadap Presiden Jokowi awal tahun 2019. Ia menilai Agnez memiliki semangat tinggi untuk berkontribusi membangun Indonesia lebih maju lagi.
 
Makan tempe
"Kalau dia orang ego mungkin dia enggak mau diundang ke sini. Saya undang makan tempe juga enak-enak aja," ujarnya.
 
Pembelaan juga datng dari penyanyi Anggun. Ia meminta publik untuk tidak saling menghakimi. Pada tulisan yang diunggah Anggun di Twitter, ia tidak menilai siapa yang salah. Dirinya hanya meminta agar publik bisa saling menghargai. "Yang paling penting adalah belajar "Tidak menghakimi orang". Gitu aja repot," tulisnya.

Entah mengapa seorang guru besar dan anggota DPR bisa segeram itu. Bisa jadi mereka belum membaca semua pernyataan Agnez dalam wawancara tersebut. Mereka hanya merespon pernyataan reporter yang bisa jadi hanya mengutip sepotong pernyataan Agnez.


Padahal, dalam wawancara tersebut, wanita yang bernama lengkap Agnes Monica Muljoto ini juga menjelaskan, "Saya juga beragama Kristen, dan di Indonesia mayoritas adalah Muslim. Saya tidak bilang saya tidak berasal dari sana, karena saya merasa diterima. Tetapi saya merasa tidak seperti yang lain".
 
Simak pula pernyataannya yang lain, "Saya selalu merasa orang-orang justru menerima saya apa adanya. Tapi, akan ada perasaan bahwa saya tidak seperti semua orang. Hal itu mengajarkanku untuk menerima kritik, perbedaan, dan sisi unik dalam diriku".
 
Wanita berusia 33 tahun itu juga bercerita tentang keragaman di Indonesia sekaligus rasa syukurnya bahwa masyarakat Indonesia sangat inklusif. Buktinya, Agnez merasa karya dan prestasinya diapresiasi masyarakat Indonesia. Padahal, dia bagian dari minortitas di dalam masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam.
 
Dari semua pernyataannya dalam wawancara tersebut, tak satupun yang menunjukkan Agnez mengingkari dirinya bukan warga negara Indonesia. Juga tidak ada kalimat yang menunjukkan bahwa dia menjelek-jelekkan Indonesia. Dia hanya mengemukakan fakta bahwa dia memang tidak memiliki darah Indonesia.
 
Agnez mungkin hanya ingin mengatakan, tidak seperti kebanyakan masyarakat Indonesia yang merasa punya nenek moyang orang Indonesia (asli), darah yang mengalir di tubuhnya adalah darah Jepang, Jerman, dan Cina. Dia bahkan bersyukur, walaupun dirinya bagian dari minoritas tapi diterima sekaligus dihargai oleh mayoritas. Jadi, apanya yang salah dengan pernyataan Agnez?
 
Judul yang pas
Karena itu, media yang mewawancarai Agnez pun membuat judul yang pas, "Indonesian Pop Artist Agnez Mo Talks New Music, Including Her Single, “Diamonds”. Mereka tidak mengangkat isu nasionalisme karena sepertinya mereka percaya nasionalisme tidak bisa hanya dinilai dari "sepotong pernyataan" dari banyak pernyataan lainnya.
 
Seorang penulis asal Amerika, Jude Paler dalam tulisannya yang berjudul How to Read People Like A Pro: 16 Tricks From Psychology menyatakan bagaimana kita bisa mengenal seseorang secara utuh.
 
Ada belasan poin untuk dapat mengetahui kepribadian seseorang, di antaranya penampilan, sikap tubuh, dan gerakan bagian tubuh tertentu.
 
Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah ekspresi wajah, bagaimana orang tersebut mengatakan sesuatu, dan hindari untuk berasumsi sebelum kita mengenal seseorang secara mendalam. Yang juga bisa ditambahkan adalah mengenal track record seseorang, apakah itu yang berkaitan dengan perilaku maupun perkataan.
 
Jika kita mempraktikkan tips tersebut, tentu kita tidak akan pernah menilai seseorang hanya atas dasar sepotong perilaku atau sepotong pernyataan. Sebab, gara-gara sepotong perilaku itulah, sebagian orang dengan mudah menganggap Miyabi sebagai nasionalis. Gara-gara sepotong pernyataan pula, orang cepat membuat kesimpulan bahwa Agnez Mo orang yang tidak nasionalis atau anak durhaka[]
 
*Segala gagasan dan opini yang ada dalam kanal ini adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Medcom.ID. Redaksi menerima kiriman opini dari Anda melalui kolom@medcom.id
 

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif