Penumpang pesawat mengenakan masker di bandara Beijing, Tiongkok, 2 Februari 2020. (Foto: AFP/NOEL CELIS)
Penumpang pesawat mengenakan masker di bandara Beijing, Tiongkok, 2 Februari 2020. (Foto: AFP/NOEL CELIS) (Aries Heru Prasetyo)

Aries Heru Prasetyo

Data scientist Associate Dean for Research and Innovation PPM School of Management

Urgensi Manajemen Risiko Bencana Virus Corona

Pilar virus korona
Aries Heru Prasetyo • 03 Februari 2020 13:25
SELANG beberapa waktu terakhir ini dunia terfokus pada penyebaran virus corona. Virus yang telah memakan korban jiwa hingga lebih dari 82 orang dan menciptakan 2.900 lebih kasus di sejumlah negara ini patut diakui mempunyai kekuatan yang sangat besar.
 
Betapa tidak, beberapa pakar kesehatan menyebutkan bahwa daya penyebaran virus ini mencapai angka 60% hanya dalam semalam. Praktis, terdapat banyak korban maupun suspect yang dijangkiti virus ini. Jika dilihat dari potensi penyebaran yang ada, inikah saat yang tepat untuk membunyikan lonceng siaga bencana virus corona di Tanah Air?
 
Merujuk pada organsiasi kesehatan dunia atau WHO, coronaviruses, begitu sebutan aslinya merupakan jenis virus yang masuk dalam rumpun keluarga virus seperti SARS atau MERS. Kedua virus tersebut telah terlebih dahulu merebak sekian tahun yang lalu dengan menempatkan China dan Hongkong sebagai wilayah asal penyebarannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Tepat di tanggal 7 January lalu, pemerintah China mengonfirmasi hadirnya virus yang awalnya diberi nama 2019-nCoV. Daya duplikasi virus yang sangat kuat disertai dengan mobilisasi masyarakat yang tengah bepergian dari Wuhan ke daerah atau bahkan negara lain telah membuat virus ini menyebar dengan sangat cepat. Memasuki Asia Tenggara
 
Hingga 26 Januari 2020, virus ini telah memasuki wilayah Asia Tenggara. Thailand dan Vietnam secara resmi telah memublikasikan setidaknya terdapat 5 kasus di dua negara tersebut. Tidak terhenti di situ, mengawali pekan ini, Malaysia juga turut mengonfirmasi adanya kasus serupa di wilayahnya.

Dahsyatnya penyebaran virus ini telah membuat pemerintah China mengambil kebijakan untuk menutup beberapa wilayah yang menjadi konsentrasi penyebaran sekaligus membatasi arus mobilisasi dari dan ke dalam daerah yang menjadi target pemulihan. Upaya ini diambil untuk menekan angka penyebaran virus secara lebih massif lagi.

Dari sudut pandang manajemen risiko, kejadian di sejumlah wilayah tersebut sebenarnya sudah memenuhi kaidah untuk dijustifikasi sebagai risiko yang wajib diwaspadai di Indonesia. Secara teori, risiko merupakan masalah potensial yang bila terjadi akan menimbulkan kerugian baik secara keuangan maupun non keuangan bagi para pemangku kepentingan.
 
Berkaca dari skema penutupan kota atau wilayah yang kini tengah dilakukan di China, risiko yang teridentifikasi sebenarnya tidak hanya risiko keselamatan dan kesehatan manusia namun juga dari sisi ekonomi, politik dan sosial kemasyarakatan. Efek sistematis yang ditimbulkan akibat kebijakan penutupan tersebut secara berurutan dapat terjadi sebagai berikut.
 
Rawan Spekulan
 
Pertama, logistik dan distribusi bahan pokok akan terhenti. Realitas ini secara psikologis akan menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat. Alhasil aksi spekulasi dalam menjaga ketersediaan barang-barang tersebut akan sulit dibendung. Akibatnya, harga sejumlah produk akan meningkat drastis. Artinya, ketika masyarakat tidak mengalami kenaikan pendapatan maka hal ini akan berpotensi menjadi problem yang sangat krusial.
 
Kedua, penutupan umumnya diikuti dengan imbauan untuk sementara waktu tidak terlibat dalam kegiatan yang menggalang kekuatan massa. Dalam konteks tersebut bisa jadi kegiatan belajar mengajar dihentikan untuk beberapa waktu. Dapat kita pahami kerugian yang dialami para siswa akan kejadian ini.
 
Sejenak, sarana internet mungkin dapat dijadikan metode belajar alternatif khususnya ketika mereka tak diijinkan untuk ke sekolah. Namun sampai kapan hal itu terjadi? Mengingat pada konteks sekolah dasar dan menengah, kolaborasi antar siswa secara fisik mutlak diperlukan untuk mengasah sisi sosialnya.
 
Ketiga, pembatasan-pembatasan itu secara langsung juga berpotensi menciptakan tingkat kekhawatiran yang tinggi di masyarakat. Selanjutnya kondisi ini akan memicu keresahan hingga gejolak sosial.
 
Tengoklah kini ada begitu banyak channel youtube dari warga wilayah epidemi yang berupaya untuk menceritakan kondisi yang tengah terjadi di wilayah bencana. Opini yang terbentuk spontan akan mengundang aksi dari kelompok masyarakat lainnya.
 
Potensi Gerakan Sosial


Satu hal yang cukup urgent adalah peran otoritas dalam menenangkan keresahan yang ada. Jika ini gagal maka potensi aksi gerakan sosial akan tak terbendung.


 

Ketiga pembelajaran itu merupakan bekal bagi kita untuk membunyikan lonceng siaga virus corona. Skema manajemen risiko perlu segera dibangun. Mulai dari komunikasi seluk-beluk tentang virus, baik dari pengetahuan medis maupun cara penularan hingga langkah-langkah awal sebagai penangkal agar penyebaran virus dapat dicegah sedini mungkin.
 
Prosedur langkah kerja harus ditentukan dan dikomunikasikan secara gamblang kepada segenap pemangku kepentingan, termasuk penentuan siapa saja pihak yang bertanggung jawab atas setiap aktivitas. Hal ini bertujuan untuk menyiapkan strategi tanggap bencana virus corona. Melalui langkah sigap ini diharapkan agar virus tak sampai menyebar ke seluruh wilayah Nusantara. Namun kalau toh penyebarannya tidak dapat dibendung. maka potensi kerugian yang diciptakan dapat ditekan seminimal mungkin.
 
Berefleksi pada bencana banjir yang melanda Jabodetabek di awal tahun 2020, semoga kali ini kita semakin bijak dalam menyusun langkah aksi dalam menghadapi rangkaian potensi bencana di masa depan.[]
 
*Segala gagasan dan opini yang ada dalam kanal ini adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Medcom.ID. Redaksi menerima kiriman opini dari Anda melalui kolom@medcom.id
 

 
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif