Kalau kalian pernah merasa ketagihan makan tahu bulat atau cilok, nah, makanan tersebut biasanya ditambahkan zat aditif ke dalam bumbunya. Lantas, apa bedanya dengan zat adiktif? Yuk, kita bahas!
Mengutip laman Ruangguru, zat aditif tidak sama dengan zat adiktif. Seperti yang ditulis sebelumnya, zat aditif biasa ditambahkan dalam produk makanan atau minuman untuk meningkatkan penampilan, sifat, dan kualitas makanan. Sedangkan, zat adiktif dalah zat yang menimbulkan ketagihan dan ketergantungan.
Zat aditif yang paling umum digunakan oleh masyarakat adalah garam, gula, cuka, dan rempah-rempah, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan bumbu dapur. Dari jenisnya, sebenarnya zat aditif itu terbagi menjadi 2 macam, zat aditif alami dan zat aditif buatan (sintetis).
Baca: Bahasa Inggris Dipakai Sebagai Bahasa Internasional, Begini Sejarahnya
Zat Aditif Alami
Zat aditif alami berasal dari sumber alam, misalnya hewan atau tanaman. Dalam pemanis alami, conothnya seperti gula pasir/gula tebu, madu, dan kurma. Lalu, zat aditif dalam pewarna alami biasanya menggunakan daun suji dan daun pandan untuk memberikan warna hijau. Warna kuning dari kunyit, dan warna oranye dari wortel.Pada pengawet alami, zat aditif alami yang digunakan terdapat pada gula dalam manisan, dan garam pada ikan asin. Kemudian, contoh penyedap rasa alami yaitu bawang putih, jahe, dan lengkuas.