Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Fisika Kelas 8: Jenis Zat Aditif dan Dampaknya Bagi Kesehatan Tubuh

Arga sumantri • 21 Desember 2021 08:08

Pada pewarna buatan, biasanya menggunakan Tartazine, Kuning FCF, dan Hijau FCF. Contoh pengawet buatan, yakni asam cuka dalam acar, serta natrium benzoat dan asam sitrat yang digunakan dalam minuman kemasan maupun selai buah.
 
Lalu, contoh penyedap rasa buattan yakni MSG, amil asetat, dan etil butirat.
 
Zat aditif buatan muncul seiring perkembangan industri dan permintaan manusia tidak dapat terpenuhi lantaran zat aditif alami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memprosesnya. Selain itu, zat alami belum tentu bisa didapatkan di semua tempat.

Baca: 7 Kata-kata Bijak Sambut Tahun Baru dalam Bahasa Inggris dari Berbagai Negara

Jenis-jenis Zat Aditif

1. Bahan Pewarna

Zat aditif bahan pewarna biasanya digunakan untuk mempercantik dan memperkuat warna suatu makanan atau minuman. Hal ini diperlukan karena terkadang warna bahan yang dipakai sebagai bahan baku dapat luntur ketika dilakukan proses pengolahan. Makanya bahan pewarna diperlukan dan dipakai dalam industri makanan dan minuman.
 
Pewarna makanan alami biasanya didapatkan dari penggunaan bahan-bahan alami, misalnya warna kuning dari kunyit, hijau dari daun suji, dan merah dari buah naga. Penggunaan bahan alami ini tidak berbahaya bagi manusia, tetapi warna yang dihasilkan biasanya tidak terlalu cerah dan cepat pudar.
 
Industri sering menggunakan pewarna sintetis yang lebih kuat dan tahan lama dalam memberikan warna. Akan tetapi jika dikonsumsi terlalu banyak pewarna sintetis ini dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Contoh zat aditif yang merupakan pewarna sintetis, misalnya kuning FCF, hijau FCF, merah allura, dan masih banyak lagi.

2. Pemanis Rasa

Sudah jelas, bahan ini digunakan untuk memberikan rasa manis kepada makanan atau minuman. Nah, yang termasuk pemanis alami contohnya gula tebu, gula aren atau gula merah, dan gula kelapa. Gula menjadi manis karena di dalamnya terdapat senyawa sukrosa yang memberikan rasa manis kepada lidah.
 
Tetapi, gula alami mengandung kalori yang tinggi dan tidak bisa dinikmati oleh orang yang menderita penyakit diabetes melitus. Sehingga diciptakan gula sintetis yang rendah kalori dan dapat dinikmati oleh penderita diabetes, misalnya aspartam, sakarin, atau siklamat.
 
 
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan