Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pakar Beberkan Cara Mencegah Pelecehan Seksual di Kampus

Arga sumantri • 08 November 2021 11:20
Surabaya: Pelecehan seksual di lingkungan kampus hingga kini masih menjadi momok dunia pendidikan Indonesia. Kasus-kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus masih terdengar di berbagai perguruan tinggi.
 
Psikolog Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Herdiana mengungkapkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) hingga 3 Juni 2021, dari 3.000 lebih kasus kekerasan seksual hanya 2.000 kasus yang dilaporkan. Herdiana mengambil kesimpulan, terdapat banyak orang yang belum peduli tentang adanya tindak kekerasan seksual di sekitar mereka.
 
Ike menjelaskan, secara umum kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus tidak dianggap sebagai tindakan kejahatan yang melanggar hak dan kemanusiaan korban. Melainkan, masih dianggap sebatas tindakan asusila. 

"Tak cukup sampai di situ, bahkan beberapa orang menganggap tindakan kekerasan tersebut adalah suatu hal yang wajar dan kadang diri sendiri tidak sadar apabila telah menjadi korban atau pelaku," ujar Herdiana mengutip siaran pers ITS, Senin, 8 November 2021.
 
Ia mengatakan, hal tersebut mengancam keamanan dan kenyamanan masyarakat. Selain itu, adanya anggapan pembiasaan terkait kekerasan seksual tersebut, secara sosial korban kekerasan seksual juga mendapatkan stigma negatif dan victim blaming dari masyarakat. Di samping, mereka harus merasakan dampak traumatis pada diri penyitas dapat timbul dari adanya bentuk kekerasan seksual.
 
"Ini tentunya menjadi perhatian khusus, mahasiswa harus benar-benar paham untuk meningkatkan kewaspadaan," imbau Ike.
 
Baca: Perhatikan, 4 Faktor Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol
 
Ike beranggapan bahwa sebagai seorang mahasiswa hendaknya perlu memahami sedini mungkin bahwa pelecehan seksual merupakan kekerasan seksual yang dilakukan, baik dalam bentuk tindakan fisik maupun non fisik, Pelecehan seksual berhubungan erat dengan bagian tubuh seseorang dan terkait hasrat seksual, sehingga mengakibatkan orang lain terintimidasi, terhina, direndahkan, atau dipermalukan.
 
 

Guna mencegah terjadinya pelecehan seksual Ike menyampaikan ada beberapa upaya preventif yang dapat dilakukan. Berikut ini penjelasannya:

Regulasi dan Pedoman yang Jelas

Ike mengatakan, perlu adanya peraturan, pedoman, standar operasional prosedur (SOP) yang mengatur bagaimana relasi antar sivitas academika dengan mengindahkan etik dari relasi yang tidak sehat. Selain itu, mendesain ruang-ruang yaug lebih terbuka dan mengurangi ruang tertutup juga perlu dilakukan oleh pihak kampus.
 
"Ini bisa sangat membantu untuk mengetahui segala perilaku yang ada di kampus memang berbasis etik supaya aman dan bisa menciptakan lingkungan kampus yang sehat," paparnya.

Gencarkan Kampanye Cegah Pelecehan Seksual

Hal lain yang dapat dilakukan yakni dengan concern pada upaya preventif melalui program sosialisasi, promosi kesehatan mental, dan awarness melalui media sosial tentang pelecehan seksual di kampus. Cara ini juga menjadi bentuk aktualisasi kebebasan hak mahasiswa untuk menyuarakan isu terkait pelecehan seksual tanpa adanya rasa ketakutan untuk bersuara.
 
Baca: Belajar Manajemen Waktu dari Wisudawan Terbaik Unpad

Menyediakan Layanan Pelaporan dan Pendampingan

Penyediaan layanan pelaporan dan pendampingan korban pelecehan seksual dinilai penting. Bisa berupa help center, counselling conter, hotline service, atau portal web untuk korban. 
 
"Bisa dilakukan dengan melakukan kejasama dengan pihak terkait untuk membuat sanksi khusus, kalau di ITS ada yang namanya Service Desk sebagai layanan aspirasi yang disertai pedoman penggunaan," terangnya.

Dukungan Sosial

Guna mencegah terjadinya pelecehan seksual dapat dilakukan dengan membangun perspektif korban, sehingga masyarakat kampus dapat dukungan sosial bagi korban dengan membentuk student support group. Selain itu juga dapat mengaktifkan peran lain dari dosen, karena dosen tidak hanya fokus pada akademik, namun seharusnya juga perhatian pada masalah-masalah pribadi dari mahasiswa. 
 
"Peran dosen wali di sini juga sangat penting selama mendampingi mahasiswanya," ungkapnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan