Jakarta: Kemacetan Jakarta masih menjadi mimpi buruk yang belum sepenuhnya terurai. Tingginya mobilitas kaum komuter dari wilayah penyangga dituding jadi salah satu biang keroknya. Menurut catatan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, ada sekitar 3,5 juta hingga 4 juta orang yang membanjiri ibu kota setiap pagi untuk bekerja, dan kembali memadati jalanan pada sore hingga malam hari.
Melihat karut marut persoalan tersebut, Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya mengambil langkah nyata. Alih-alih menyumbang polusi dan kemacetan, UAJ justru memperkuat komitmen keberlanjutan kampus dengan mengajak civitas akademikanya beralih ke transportasi publik.
Komitmen ini langsung ditanamkan sejak hari pertama kerja. Lewat rangkaian masa orientasi karyawan baru yang digelar di Gedung K2, Kampus Semanggi, UAJ memberikan pengalaman langsung bertransportasi umum yang ramah lingkungan. Para karyawan baru diajak touring mengunjungi tiga lokasi kampus UAJ, yakni Semanggi, Pluit, dan BSD, dengan menumpangi armada Transjakarta.
Inisiatif berkeliling menggunakan bus kota ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan edukasi agar karyawan terbiasa memanfaatkan transportasi publik yang aman dan nyaman. Gerakan ini juga berakar dari kolaborasi yang dibangun Fakultas Hukum UAJ bersama Transjakarta melalui program TopTour Transjakarta, yang kini terus diekspansi ke berbagai aktivitas di lingkungan kampus.
Kepala Biro Badan Sumber Daya Manusia (BSDM) UAJ, Antonius Eko Andriyanto, menjelaskan bahwa tur antarkampus ini dirancang agar setiap karyawan baru bisa memahami karakteristik sekaligus menyelami ekosistem UAJ secara utuh.
"Hari ini Bapak-Ibu akan berkeliling ke kampus-kampus yang bukan menjadi lokasi kerja Bapak-Ibu. Supaya kita semua mengenal area dan lingkungan di seluruh UAJ. Penggunaan Transjakarta dalam mobilitas antarkampus bukan sekadar pilihan transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan budaya kerja yang mendukung prinsip keberlanjutan," ujar Anton dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Sumber Daya Manusia UAJ, Dr. Yohanes Eko Adi Prasetyanto, S.Si., menekankan bahwa prinsip sustainability (keberlanjutan) adalah fondasi krusial bagi pengembangan universitas ke depannya.
"Kita menjalankan berbagai program dalam konteks sustainability untuk mendukung keberadaan dan eksistensi UAJ saat ini maupun di masa depan. Keberlanjutan bukan hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana seluruh civitas akademika bersama-sama menjaga keberlangsungan institusi melalui budaya kerja yang profesional, peduli, dan berorientasi pada masa depan," ungkap Eko.
Melalui langkah strategis ini, Unika Atma Jaya berharap dapat menjadi pionir dalam membentuk budaya kampus hijau. Lebih dari sekadar edukasi di ruang kelas, UAJ membuktikan bahwa institusi pendidikan bisa terjun langsung mendorong sivitas akademikanya untuk menciptakan ekosistem mobilitas ibu kota yang lebih sehat dan bebas macet.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan