Penelitian. DOK IPB
Penelitian. DOK IPB

Mahasiswa Unpad Kembangkan Kurkumin untuk Penanganan Alzheimer

Renatha Swasty • 14 September 2026 11:47
Ringkasnya gini..
  • Tim Farmasi Unpad teliti kurkumin dan asam askorbat untuk potensi neuroprotektif Alzheimer.
  • Sistem co-amorphous dibuat untuk atasi kelarutan dan bioavailabilitas kurkumin yang rendah.
  • Uji in vivo pada tikus menunjukkan peningkatan fungsi memori spasial secara signifikan.
Jakarta: Alzheimer bukan hanya tentang kehilangan ingatan, tetapi juga dapat memengaruhi kemandirian dan kualitas hidup seseorang. Hal itu mendorong tim mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) mencari pendekatan baru yang berpotensi mendukung penanganan penyakit Alzheimer.

"Kami berharap penelitian ini dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan kandidat neuroprotektif berbasis bahan alam yang dapat diteliti lebih lanjut,” ujar Ketua Tim Karen Gabriella Angelina Lubis dalam keterangan tertulis, Senin, 14 September 2026.

Tim mengembangkan sistem co-amorphous berbasis kurkumin dan asam askorbat sebagai kandidat neuroprotektif untuk penyakit Alzheimer. Kurkumin berpotensi sebagai senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. 

Namun, pemanfaatan kurkumin masih menghadapi kendala karena kelarutan dan bioavailabilitasnya rendah. Kondisi tersebut dapat membatasi jumlah kurkumin yang tersedia untuk mencapai target biologisnya, termasuk otak. 
 
Mahasiswa Farmasi Unpad - DOK Unpad
Tim Mahasiswa Farmasi Unpad. DOK Unpad

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, tim mengembangkan sistem co-amorphous dengan mengombinasikan kurkumin dan asam askorbat. Sistem ini dibuat melalui metode evaporasi pelarut dan kemudian diuji melalui sejumlah metode, antara lain molecular docking, uji kelarutan dan permeabilitas, serta karakterisasi fisikokimia menggunakan PXRD, DSC, FTIR, dan SEM. 

Potensi neuroprotektifnya kemudian diuji pada tikus Wistar yang digunakan sebagai model Alzheimer. Pengujian dilakukan menggunakan metode Morris Water Maze untuk mengevaluasi memori spasial. 

Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan histopatologi menggunakan pewarnaan hematoksilin-eosin (H&E) untuk mengamati kondisi jaringan otak. Hasil pengujian menunjukkan adanya peningkatan fungsi memori spasial pada kelompok tikus model Alzheimer yang menerima perlakuan berupa sistem co-amorphous kurkumin-asam askorbat. 

Hal itu dituangkan dalam penelitian berjudul Neuroproteksi Alzheimer Berbasis Sistem Co-Amorphous: Rekayasa Kurkumin-Asam Askorbat melalui Docking Molekuler dan Validasi In Vivo”. Penelitian dilakukan oleh Karen Gabriella Angelina Lubis, Rosa Agnestasia Tambunan, Chelsea Angela, Amalia Dayana Fuziah, dan Fawwaz Siradjuddin Haris di bawah bimbingan Prof. Dr. apt. Iyan Sopyan, M.Si. 
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan