Teknologi ini hadir sebagai solusi atas keterbatasan ketersediaan batu alam berukuran besar serta kebutuhan efisiensi material dalam pembangunan infrastruktur pesisir. BRINlock merupakan hasil pengembangan dari unit sebelumnya, yaitu BPPT-lock dan BRINpod.
Berbeda dengan pendahulunya, BRINlock dirancang khusus sebagai unit lapis tunggal (single layer) dengan sistem penempatan teratur (uniform placement) yang memiliki sifat saling mengunci (interlocking) yang sangat kuat.
“BRINlock dikembangkan sebagai unit lapis lindung single layer dengan penempatan teratur dan memiliki karakter interlocking yang kuat, sehingga mampu meningkatkan stabilitas hidrolik sekaligus mengurangi penggunaan beton,” papar periset Kelompok Riset Infrastruktur Pelabuhan dan Bangunan Pantai - Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN, M. Zuhdan Jauzi, dikutip dari laman brin.go.id, Senin, 27 April 2026.
Salah satu keunggulan utama BRINlock adalah kemudahan dalam aplikasinya di lapangan. BRINlock meniadakan pola pemasangan yang rumit di lapangan, sehingga lebih memudahkan proses konstruksi dibandingkan unit sebelumnya seperti BRINpod.
Selain itu, desain ini bertujuan mereduksi volume beton yang digunakan. Hal ini menjadikannya pilihan yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan dengan jejak karbon yang lebih rendah.
Dalam tahap pengembangan, BRIN telah melakukan berbagai proses, mulai dari desain berbasis pemodelan komputer (Finite Element Analysis) menggunakan ANSYS, pembuatan model CNC, hingga produksi ratusan benda uji. Pengujian/analisis numerik struktural seperti drop test menunjukkan unit BRINlock memiliki ketahanan yang baik terhadap tekanan dan benturan.
Selain itu, hasil uji stabilitas hidrolik menunjukkan performa yang menjanjikan. BRINlock mencatat nilai koefisien stabilitas (Kd) mencapai 20,54 pada kondisi tertentu, yang menunjukkan kinerja lebih unggul dibandingkan dengan beberapa desain sebelumnya.
Dengan faktor keamanan yang diperhitungkan, nilai stabilitasnya tetap berada pada level tinggi yaitu direduksi menjadi 13, sehingga desainnya lebih aman. Melihat potensi besar ini, BRIN telah menyusun naskah dan dokumen paten untuk diajukan ke Direktorat Paten Kemenkumham Republik Indonesia.
Dokumen tersebut telah melalui tahap awal di Direktorat Manajemen Kekayaan Intelektual (DMKI) BRIN pada September 2024 dan sedang dalam proses finalisasi untuk mendapatkan status Granted Patent.
Pengembangan BRINlock diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam pembangunan infrastruktur pesisir yang lebih efisien, kuat, dan ramah lingkungan. Ke depan, teknologi ini berpotensi diaplikasikan secara luas dalam proyek-proyek perlindungan pantai di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News