Tapi, tahukah Sobat Medcom siapa pencipta AC yang sudah menyelamatkan kita dari kepanasan? Yuk simak informasinya berikut ini dilansir dari laman history.com:
Pendingin udara (AC) pertama dikembangkan pada tahun 1902, namun konsep pendinginan udara secara mekanis sudah ada sejak pertengahan abad ke-19. Selama satu abad terakhir, pendingin udara telah berubah dari sekadar barang mewah menjadi kebutuhan pokok di sebagian besar wilayah di dunia.
Seiring musim panas yang semakin ekstrem akibat perubahan iklim, teknologi penyelamat nyawa ini membantu mencegah orang mengalami kepanasan berlebih. Di sisi lain, teknologi pendingin udara juga menjadi salah satu pemicu perubahan iklim, sehingga UNICEF menyebutnya sebagai 'dilema pendinginan' (cooling dilemma).
Lalu, siapa sebenarnya penemu pendingin udara (AC)? Dan apa alasannya?
Kisah ini bermula pada pertengahan abad ke-19, dari John Gorrie, seorang dokter di Florida yang meyakini bahwa alat pendingin dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Beberapa dekade kemudian, Willis Carrier meneguhkan namanya sebagai bapak pendingin udara modern.
Pada awal tahun 1840-an, dokter asal Florida, John Gorrie, mengembangkan alat pendingin udara yang bekerja dengan cara meniupkan udara melewati ember-ember berisi es ke dalam ruangan tempat pasien demam kuning dirawat. Hal ini untuk menjaga suhu tubuh mereka tetap sejuk.
Ia kemudian mengembangkan mesin pembuat es untuk alat tersebut agar tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk mengimpor es. Mesin pembuat es ini dipatenkan pada tahun 1851.
Meskipun Gorrie tidak pernah berhasil memasarkan alat pendingin udara maupun mesin pembuat esnya, temuan-temuan awal tersebut membuka jalan bagi perkembangan pendingin udara dan teknologi refrigerasi modern.

John Gorrie. DOK: floridainvents.org
Baca Juga :
Mengenal Sabrina Pasterski, Fisikawan Jenius 'The Next Einstein' yang Tolak Tawaran Blue Origin dan NASA
Pada tahun 1902, insinyur Willis Carrier mulai mengembangkan sebuah alat untuk membantu perusahaan Sackett & Wilhelms Lithographing and Printing Company. Perusahaan yang berbasis di Brooklyn, New York, ini mendapati halaman-halaman cetakan mereka sering kali tidak sejajar dan tintanya luntur akibat kelembapan udara pada musim panas.
Perusahaan tersebut membutuhkan cara untuk melindungi hasil cetakannya dari kelembapan. Untuk mengatasi masalah ini, Carrier menciptakan sebuah mesin yang dapat mendinginkan sekaligus mengurangi kelembapan udara dalam suatu ruangan dengan cara meniupkan udara melalui kumparan berisi air dingin.

Willis Carrier. DOK williscarrier.com
Ia memperoleh hak paten atas mesin ini pada tahun 1906, dan kemudian mendirikan perusahaan Carrier Engineering Corporation.
Pada awal tahun 1920-an, Carrier mengembangkan pendingin udara jenis sentrifugal yang dikenal sebagai chiller, yang kemudian menjadi populer di bioskop-bioskop. Tak lama setelah itu, berbagai tempat hiburan, bisnis, dan tempat kerja lainnya juga mulai menggunakan pendingin udara.
Pada tahun 1928 dan 1929, perusahaan milik Carrier memasang sistem pendingin udara pertama di Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) dan Senat Amerika Serikat.
Unit AC jendela, hasil ciptaan H.H. Schultz dan J.Q. Sherman, mulai dipasarkan pada tahun 1932. Setahun kemudian, Carrier menciptakan pendingin udara baru yang dilengkapi dengan unit kondensor dan blower bertenaga sabuk (belt-driven), kontrol mekanis, serta kumparan evaporator; prinsip dasar desain ini masih digunakan pada pendingin udara modern hingga saat ini.
Pendingin udara generasi awal masih berukuran terlalu besar dan berharga mahal bagi kebanyakan rumah tangga. Namun, selama beberapa dekade berikutnya, para insinyur terus mengembangkan sistem baru yang lebih sesuai untuk digunakan di rumah maupun apartemen.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda