Suhu yang mematikan ini memecahkan rekor di berbagai negara. Jerman mencatat suhu hingga 41,7°C, sementara Polandia mencapai 40,5°C dan menjadikan fenomena ini alarm bagi seluruh dunia.
Tak hanya Eropa, Amerika Serikat juga tengah bersiap menghadapi ancaman serupa. Badan Cuaca Nasional AS (NOAA) melalui Weather Prediction Center memperkirakan dua heat dome akan bergabung dalam waktu dekat.
Lantas, apa sebenarnya heat dome, apa yang menyebabkannya, dan bagaimana cara melindungi diri dari ancamannya? Yuk simak penjelasannya berikut ini yang dikutip dari laman ClimateCheck dan National Geographic:
Apa Itu Heat Dome?
Heat dome adalah fenomena atmosfer ketika area bertekanan tinggi membentuk kubah raksasa yang menjebak udara panas di dekat permukaan bumi selama berhari-hari hingga berminggu-minggu. Kondisi ini membuat udara panas terperangkap dan tidak bisa naik ke atas.Heat dome bekerja seperti penutup yang mengunci panas sekaligus menghalangi pembentukan awan, sehingga suhu tinggi bertahan tanpa jeda pendinginan. Istilah ini merupakan sebutan populer, bukan istilah ilmiah baku untuk menggambarkan wilayah tekanan tinggi yang memerangkap panas dalam skala luas.
Saat udara panas mencoba naik, lapisan tekanan tinggi di atasnya justru menekan udara tersebut kembali ke bawah hingga mengalami kompresi. Proses ini membuat suhu udara menjadi jauh lebih panas dan menyebar hingga ratusan kilometer.
Apa Penyebab Terbentuknya Heat Dome?
Berbeda dari gelombang panas biasa, heat dome membutuhkan kondisi atmosfer spesifik. Pemicu utamanya adalah gangguan pada jet stream atau aliran angin kencang di langit yang membuatnya melambat atau macet di satu tempat.Kemacetan aliran angin tersebut memicu terbentuknya sistem tekanan tinggi yang menjadi ‘atap’ kubah panas. Pola iklim laut seperti La Niña juga turut andil mengubah aliran udara akibat suhu permukaan laut yang lebih hangat dari biasanya.
Tekanan tinggi ini mengunci udara panas dan mencegah awan terbentuk, sehingga memicu cuaca cerah dan kering yang lama. Kondisi ini menciptakan siklus yang saling memperkuat; semakin banyak radiasi matahari mencapai tanah, semakin panas pula udara di dalam kubah. Tanah yang mengering pun menjadi lebih rentan terhadap lonjakan suhu berikutnya.
Perubahan Iklim dan Semakin Ganasnya Heat Dome
Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2023 menegaskan cuaca panas ekstrem, termasuk gelombang panas, menjadi lebih sering dan intens di berbagai daratan sejak tahun 1950-an akibat pemanasan global. Fenomena heat dome menjadi salah satu bentuk dampak nyata dari krisis iklim tersebut.Suhu lautan dan daratan yang menghangat menciptakan titik awal panas yang lebih tinggi, sehingga efek pemanasan kubah panas ikut diperkuat. Proses pendinginan alami lewat penguapan juga berkurang drastis karena kelembapan tanah mengering akibat kekeringan berkepanjangan.
Selain itu, pemanasan di kawasan Arktik membuat sirkulasi atmosfer lebih sering macet dan menahan kubah panas jauh lebih lama. Contoh nyatanya adalah gelombang panas Pacific Northwest pada 2021 yang memecahkan banyak rekor dan mengubah pemahaman ilmuwan tentang batas ekstrem cuaca.
Ancaman Panas dan Kelembapan bagi Tubuh Manusia
Kondisi panas yang lembap di bawah heat dome bukan sekadar tidak nyaman, melainkan sangat berbahaya bagi kesehatan. Kombinasi suhu ekstrem dan kelembapan tinggi ini membawa risiko fatal jika terpapar dalam waktu lama.Kelembapan tinggi melumpuhkan sistem pendingin alami tubuh manusia karena keringat menjadi sulit menguap dari permukaan kulit. Akibatnya, suhu inti tubuh akan terus meningkat secara drastis.
Kondisi tersebut rawan memicu dehidrasi parah, kelelahan panas atau heat exhaustion, hingga serangan heat stroke yang mengancam nyawa. Risiko tertinggi mengintai kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, penderita penyakit kronis, dan pekerja luar ruangan.
Tips Menjaga Tubuh Tetap Dingin saat Cuaca Ekstrem
Untuk menghadapi ancaman cuaca panas ini, ada beberapa langkah penyelamatan mudah yang bisa dilakukan:- Memperbanyak minum air putih dan menghindari aktivitas berat di luar ruangan saat matahari sedang terik-teriknya.
- Memanfaatkan kipas angin, mandi air dingin, atau merendam kaki dan tangan di dalam air dingin untuk menurunkan suhu tubuh dengan cepat.
- Menyeka kulit menggunakan handuk kecil yang basah dan dingin di depan kipas angin juga sangat membantu mempercepat penguapan panas di kulit.
- Jika tempat tinggal tidak memiliki AC, penting untuk mencari tahu lokasi pusat pelayanan umum yang sejuk, atau mengunjungi tempat yang dingin seperti pusat perbelanjaan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda