Tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM menggagas feses kambing domba yang diolah menjadi briket biomassa.  Foto: UGM/Humas
Tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM menggagas feses kambing domba yang diolah menjadi briket biomassa. Foto: UGM/Humas

Mahasiswa UGM Ubah Kotoran Kambing Jadi Briket Biomassa

Pendidikan prestasi mahasiswa Riset dan Penelitian
Citra Larasati • 01 Juli 2020 10:10
Jakarta: Tim Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM)meraih juara 1 dalam lomba Karya Tulis ilmiah Nasional 2020 karena gagasan mengubah kotoran kambing menjadi briket biomassa.Dalam lomba yang diadakan di Universitas Riau ini, Tim Biogama berhasil menyisihkan 17 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
 
Tim Biogama ini terdiri dari Khoiruddin Anshori (angkatan 2017), Hana Widiwati (2017), Alifia Safputeri (2018) dengan pembimbing Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. “Waktu itu kami mengajukan ide inovasi teknologi tepat guna berbasis energi baru berjudul Konversi Biochar Feses Kambing Domba Menjadi Briket Biomassa Sebagai Solusi Sumber Panen Energi Limbah Peternakan dan Pengembangan Potensi Desa di Indonesia,” tutur Hana, dikutip dari laman UGM, Rabu, 1 Juli 2020.
 
Baca juga:Siswa SMK di Bantul Ciptakan Alat Perangkap Hama Serangga

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hana mengatakan, pengajuan ide tersebut didasarkan pada banyaknya populasi kambing domba di Indonesia. Kondisi itu menyebabkan produksi limbah peternakan terus meningkat.
 
Sementara itu, hingga saat ini feses kambing domba belum dimanfaatkan secara optimal oleh para peternak, sehingga kebanyakan hanya menyebabkan pencemaran lingkungan.
 
Menurutnya, konversi kotoran kambing domba menjadi briket biomassa menjadi solusi alternatif mengurai peroalan tersebut. Pasalnya, limbah ternak kambing domba memiliki biomassa yang dapat digunakan sebagai sumber energi terbarukan.
 
Proses pemanenan energi dari biomassa dapat dilakukan dengan cepat menggunakan teknologi pirolisis. Prosedur pembuatan briket biomassa diawali dengan penumbukan kotoran.
 
Baca juga:UGM Kembangkan Alat Deteksi Covid-19 Lewat Radiografi Digital
 
Lalu, hasilnya dikeringkan di bawah sinar matahari untuk mengurangi kadar air. Selanjutnya, dimasukkan ke dalam reaktor pirolisis untuk didapatkan biochar. Biochar yang telah didapat kemudian dicampur dengan adonan pati, lalu dicetak dan dikeringkan di bawah sinar matahari.
 
“Briket biomassa yang dihasilkan tersebut memiliki energi yang hampir setara dengan bahan bakar fosil,” jelasnya.
 
Hana menyebutkan, teknologi tepat guna yang mengonversi limbah kambing domba menjadi briket biomassa memiliki nilai ekonomi yang layak dipertimbangkan. Untuk menekan biaya produksi bisa dengan memakai kembali bio oil yang dihasilkan dalam proses pirolisis sebagai bahan bakar dalam reaktor pirolisis.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif