Perangkap hama serangga ciptaan siswa SMKN 1 Pundong, Bantul, DIY. Foto: Medcom/Ahmad Mustaqim
Perangkap hama serangga ciptaan siswa SMKN 1 Pundong, Bantul, DIY. Foto: Medcom/Ahmad Mustaqim

Siswa SMK di Bantul Ciptakan Alat Perangkap Hama Serangga

Pendidikan Riset dan Penelitian
Ahmad Mustaqim • 29 Juni 2020 18:09
Bantul: Dua siswa SMK Negeri 1 Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tampak sibuk menyusun peralatan elektronik pada Senin, 29 Juni 2020. Peralatan yang mereka susun itu rupanya bisa menjadi perangkap hama serangga.
 
Elemen yang mereka susun terdiri dari solar sel dengan daya sekitar 6 volt, sebuah baterai, lima buah lampu LED, dan controller. Elemen itu ditambah gagang besi dan sebuah ember.
 
"Controller ini berfungsi untuk mengatur saat mengisi daya dan menyalakan saat malam. Jadi tidak perlu dioperasikan langsung," kata Guru Teknik Audiovideo SMKN 1 Pundong, Suwarman,, Senin, 29 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyatakan, cara kerja alat itu cukup sederhana. Lampu LED akan menyala saat malam harii dengan daya berasal dari tabungan energi sinar matahari. Lampu LED berfungsi untuk menarik kedatangan serangga. Serangga yang menghampiri kemudian diarahkan ke ember terisi air.
 
"Lampunya harus berwarna ungu, karena dalam literatur yang kami cari serangga suka cahaya warna ungu," kata lelaki 42 tahun ini.
 
Ia mengatakan, ember itu diisi air yang sudah dicampur sabun. Air sabun dinilai bisa melemahkan hingga mematikan serangga. "Memang hamanya khusus serangga. Sudah digunakan banyak petani di sekitar Bantul," ujar lelaki yang telah mengajar sejak 2004 di sekolah itu.
 
Suwarman mengatakan, ada sekitar 60 alat yang sudah digunakan petani di Kecamatan Pundong dan Kretek. Alat ini bisa dipakai untuk tanaman padi, bawang merah, maupun beragam jenis sayuran.Biaya pembuatan kurang dari Rp200 ribu per buah.
 
Baca:UGM Kembangkan Alat Deteksi Covid-19 Lewat Radiografi Digital
 
Terbaru, pihak sekolah sudah memproduksi 80 alat. Sebanyak 40 di antaranya telah didistribusikan ke petani. Malah, ada petani dari pesisir Pantai Samas Bantul yang sudah memesan alat itu.
 
Kepala SMK Negeri 1 Pundong, Sutapa menuturkan, alat itu mulai dibuat sejak Mei. Proses pencarian ide dan penyusunan sekitar sebulan. Setelah pola didapat, satu alat bisa dikerjakan kurang dari setengah jam.
 
Adapun operasional alat itu tidak butuh tenaga ekstra, seperti menyemprot pestisida yang harus berkeliling lahan pertanian. Selain itu, alat tersebut lebih ramah lingkungan.
 
"Pakai surya sel kan energinya gratis. Lampu siang mati, malam hidup sendiri. Alat ini juga efisien karena bisa dipakai lagi saat musim tanam berikutnya," kata Sutapa.
 
Menurut dia, satu hektare lahan pertanian padi membutuhkan sekitar 12 alat tersebut untuk menangkap hama serangga. Sementara, untuk lahan pertanian yang ditanami jenis tanaman sayuran butuh sekitar 30 alat untuk per hektare.
 
Pihaknya akan dengan senang hati melayani pemesanan dari petani individu maun kelompok. Ia berharap karya anak didiknya bisa memberikan manfaat ke publik.
 
"Di sisi lain anak-anak punya keterampilan untuk membuat alat ini. Mungkin bisa menjadi salah satu pekerjaan dan memberikan manfaat ke petani," ujar Sutapa.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif