Alat tes covid-19 dengan radiografi digital buatan peneliti UGM. Dokumentasi Humas UGM
Alat tes covid-19 dengan radiografi digital buatan peneliti UGM. Dokumentasi Humas UGM

UGM Kembangkan Alat Deteksi Covid-19 Lewat Radiografi Digital

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian
Arga sumantri • 29 Juni 2020 13:58
Jakarta: Peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) Bayu Suparta, mengembangkan alat tes virus korona (covid-19) dengan teknologi radiografi digital. Alat ini diklaim punya tingkat akurasi lebih baik dari rapid test, yang sebesar 30 persen, dan uji Polymerase Chain Reaction (PCR), 75 persen.
 
"Alat radiografi digital bisa membuktikan terkena virus atau tidak jika dilihat dari struktur paru-parunya. Bila terkena virus korona maka paru-parunya menjadi rusak. Intinya lewat radiografi, signifikansinya sampai 95 persen," kata Bayu mengutip laman UGM, Senin, 29 Juni 2020.
 
Dosen Prodi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM ini mengatakan, meski bisa mendeteksi tingkat akurasi covid-19, namun tidak semua rumah sakit memiliki teknologi ini. Menurutnya, dari 3.000-an rumah sakit di Indonesia, hanya rumah sakit tipe A yang mendapat bantuan alat radiografi digital.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sedangkan yang lain tidak ada. Bisa diprediksi alat radiografi digital sangat sedikit sehingga menjaadi motivasi besar saya sejak lama melakukan riset alat radiografi digital dengan harga bisa dijangkau," ujarnya.
 
Meski tak memerinci harga, Bayu mengeklaim harga alat radiografi buatannya jauh lebih murah dari alat buatan luar negeri yang diimpor. Ia punya mimpi alat buatan anak negeri ini bisa digunakan di Indonesia.
 
"Impian saya, kita bangga dengan produk inovasi kita sendiri, bayangkan 9.000 puskesmas bisa memilikinya karena harganya terjangkau," ungkapnya.
 
Baca:Unpad Kembangkan VitPAD, Alat Penyimpan Sampel Swab Covid-19
 
Bayu menyebut penelitiaan riset radiografi digital ini sudah dilakukan sejak 30 tahun lalu. Bahkan, penelitiannya sudah diluncurkan pada 15 tahun lalu, dan didedikasikan sebagai produk unggulan UGM. Namun, hingga sekarang belum sempat dihilirisasi hingga akhirnya diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan puluhan produk inovasi lainnya yang digunakan untuk membantu penanggulangan wabah covid-19 pada 20 Mei 2020 di Istana Negara.
 
"Ketika diluncurkan, saya pikir ini tidak main-main. Saya bersama tim bekerja keras menyempurnakan alat ini," ujarnya.
 
Hingga saat ini, kata Bayu, sudah ada tiga alat radiografi digital buatannya yang sedang diupayakan mendapat izin produksi, edar dan uji coba ke pengguna. Menggunakan merek Madeena atau Made in Ina (Indonesia), alat ini sudah dipakai di rumah sakit Tabanan, Bali. Selanjutnya, dua alat yang lain digunakan sebagai syarat tahapan proses mendapatkan izin produksi massal.
 
"Soal hilirisasi dan komersial, sepenuhnya saya serahkan ke pemerintah dan stakeholder bidang kesehatan. Kita sudah mengajukan izin produksi dan izin edar. Apalagi, Presiden sudah meminta untuk produk inovasi monitoring covid dipermudah izinnya," paparnya.
 
Bayu meyakini alat buatannya mampu menentukan dan identifikasi untuk prognosis pasien yang terkena covid-19. Bahkan, kata dia, operasional alat tersebut sangat adaptif dengan teknologi 4.0, dan sangat aman bagi pasien dan tenaga medis. Sebab, dosis radiasi dibuat serendah mungkin, dan alat ini dikontrol dengan komputer.
 
"Sinar X memancarkan ke tubuh pasien, terusan radiasi ditangkap detektor dan dihubungkan ke layar monitor, lalu diolah radiografer diberikan ke tenaga fisika medik. Setelah itu, akan transfer ke dokter secara digital sesuai permintaan," jelasnya.
 
Salah satu keunggulan alat radiografi digital ini, menurut Bayu, bisa terhubung dengan big data. Sepanjang rumah sakit atau puskesmas memiliki akses internet, maka data hasil radiografi pasien bisa dicek dari jarak jauh bila terhubung dengan sistem kesehatan di setiap pusat layanan kesehatan.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif