Sulingjar. DOK Kemendidasmen
Sulingjar. DOK Kemendidasmen

50 Kunci Jawaban Sulingjar 2026 Paket 2 Kepala Sekolah Umum, Lengkap dengan Soalnya!

Bramcov Stivens Situmeang • 05 Agustus 2026 12:56
Ringkasnya gini..
  • Sulingjar 2026 Paket 2 Kepala Sekolah Umum memuat pertanyaan terkait kepemimpinan, kurikulum, hingga pencegahan perundungan.
  • Tersedia 50 contoh referensi jawaban untuk membantu kepala sekolah memahami gambaran instrumen survei lingkungan belajar.
  • Sulingjar bukan ujian bernilai benar-salah, sehingga responden tetap diimbau mengisi sesuai kondisi objektif di sekolah.
Jakarta: Kepala sekolah jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat yang menjadi responden Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) 2026 akan mengerjakan paket soal yang berbeda dari guru. Pertanyaan yang diberikan berfokus pada berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, mulai dari kepemimpinan pembelajaran, pelaksanaan asesmen, budaya sekolah, hingga upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
 
Salah satu yang banyak dicari peserta ialah kunci jawaban Sulingjar Paket 2 Kepala Sekolah Umum. Paket ini memuat beragam pertanyaan mengenai kepemimpinan sekolah, proses pembelajaran, pencegahan perundungan, kekerasan seksual, penyalahgunaan narkoba, kesetaraan gender, hingga isu lain yang berkaitan dengan lingkungan belajar.
 
Selain itu, penting dipahami Sulingjar bukan merupakan ujian yang memiliki jawaban benar atau salah. Survei ini diselenggarakan untuk memotret kondisi lingkungan belajar di setiap satuan pendidikan berdasarkan pengalaman nyata kepala sekolah maupun guru.

Sebelum melihat contoh jawaban referensi, ada baiknya memahami terlebih dahulu apa itu Sulingjar beserta tujuan pelaksanaannya. Simak selengkapnya yang dikutip dari surveilingkunganbelajar.kemendikdasmen.go.id:

Apa Itu Sulingjar?

Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) merupakan instrumen yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memotret kualitas lingkungan belajar pada setiap satuan pendidikan. Melalui survei ini, pemerintah menghimpun informasi mengenai proses pembelajaran, budaya sekolah, kepemimpinan, hingga berbagai faktor yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.
 
Perlu dipahami, hasil Sulingjar tidak digunakan sebagai dasar penilaian kinerja individu kepala sekolah maupun guru. Seluruh jawaban yang diberikan bersifat rahasia sehingga responden diharapkan mengisi setiap pernyataan sesuai kondisi yang sebenarnya di sekolah masing-masing, bukan mengikuti jawaban dari sekolah lain.
 
Hasil Sulingjar juga tidak digunakan sebagai dasar penilaian kinerja individu kepala sekolah maupun guru. Seluruh jawaban yang diberikan bersifat rahasia sehingga responden diharapkan mengisi setiap pernyataan sesuai kondisi yang sebenarnya di sekolah masing-masing, bukan mengikuti jawaban dari sekolah lain.
 
Pelaksanaan Sulingjar 2026 berlangsung mulai 20 Juli hingga 17 Agustus 2026 mengikuti jadwal Asesmen Nasional pada masing-masing jenjang pendidikan.
  Setelah memahami tujuan pelaksanaannya, berikut referensi 50 kunci jawaban Sulingjar 2026 Paket 2 Kepala Sekolah Umum dikutip dari YouTube Pak Guru Wali:

50 Kunci Jawaban Sulingjar 2026 Paket 2 Kepala Sekolah Umum

Berikut referensi jawaban untuk 50 soal pertama Paket 2 Kepala Sekolah Umum:
  1. Memiliki kontrak kerja di luar sekolah? Jawaban: Tidak
  2. Jenis akses internet di rumah? Jawaban: Internet dari HP dan WiFi. Organisasi profesi yang diikuti? Jawaban: MKKS
  3. Peran di organisasi tersebut? Jawaban: Anggota. Ada siswa berkebutuhan khusus dengan disabilitas tertentu? Jawaban: Tidak ada. Pernah mengelola program pendidikan anak cerdas istimewa seperti akselerasi atau kelas pengayaan? Jawaban: Tidak
  4. Guru menghargai pendapat murid meski berbeda dari buku teks: Sangat setuju. Guru jarang menerapkan pembelajaran berbasis masalah: Sangat tidak setuju
  5. Guru memberi kesempatan murid menyampaikan refleksi pembelajaran: Selalu. Guru meminta murid mengikuti pendapat teman agar tidak ada perbedaan: Tidak pernah
  6. Sekolah memiliki kebijakan tertulis soal pembelajaran bahasa daerah: Sangat sesuai. Sekolah kesulitan menyediakan jam pelajaran bahasa daerah: Sangat tidak sesuai
  7. Sekolah memiliki guru yang ditugaskan mengampu bahasa daerah: Sangat sesuai. Sekolah menyediakan bahan ajar bahasa daerah: Sangat sesuai
  8. Bahasa daerah diajarkan sesuai tingkat kelas yang ditentukan: Sangat sesuai. Pembelajaran bahasa daerah hanya dilakukan sesekali: Sangat tidak sesuai
  9. Nilai akhir murid utamanya berasal dari tes tertulis: Salah. Instrumen dan rubrik penilaian unjuk kerja bisa dibuat setelah asesmen berlangsung: Salah
  10. Ketuntasan belajar kognitif otomatis berarti murid menguasai keterampilan psikomotorik: Salah. Instrumen penilaian keterampilan harus punya indikator capaian yang jelas: Benar
  11. Guru rutin melakukan observasi perilaku dan mencatat jurnal perkembangan karakter murid: Selalu. Guru tetap memakai strategi yang sama meski hasil asesmen formatif menunjukkan kebutuhan berbeda: Tidak pernah
  12. Hasil asesmen holistik hanya dipakai untuk rapor tanpa tindak lanjut perbaikan mengajar: Tidak pernah. Ada dokumen rekap nilai murid yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap: Selalu
  13. Membimbing guru memahami tujuan pendidikan dan kaitannya dengan aktivitas mengajar: Sangat sesuai. Membimbing guru memahami persoalan dan kebutuhan murid: Sangat sesuai
  14. Guru rutin berdiskusi menyusun atau merevisi RPP bersama guru lain dalam satu semester terakhir: Rutin minimal seminggu sekali. Guru merasa cukup mengajar hanya dari buku paket: Belum pernah
  15. Pendidik perlu memahami penyebab murid kesulitan menguasai pelajaran: Sangat setuju. Mengajak murid berdiskusi informal untuk mengetahui alasan ketertarikan pada pelajaran tertentu: Sangat setuju
  16. Sekolah memeriksa RPP guru dan mencocokkannya dengan pelaksanaan pembelajaran: Selalu. Sekolah melaksanakan refleksi pembelajaran dari berbagai aspek: Selalu
  17. Ada guru yang mengubah strategi mengajar setelah mengikuti pelatihan atau seminar: Ya, seluruh guru. Ada guru yang meminta difasilitasi untuk mendiseminasikan hasil pelatihan: Ya, seluruh guru
  18. Guru menggunakan media atau teknologi sesuai tujuan pembelajaran dalam satu semester terakhir: Rutin minimal seminggu sekali. Guru mencoba cara baru mengajarkan keterampilan belajar mandiri: Rutin minimal seminggu sekali
  19. Menyampaikan visi-misi sekolah secara rutin dalam rapat guru: Selalu. Hanya menyampaikan visi-misi kepada pemangku kepentingan tertentu: Tidak pernah
  20. Visi-misi dipublikasikan lewat poster di berbagai titik sekolah: Sangat setuju. Visi-misi dinyatakan operasional dan terukur agar ketercapaiannya jelas: Sangat setuju
  21. Memastikan struktur kurikulum memberi alokasi waktu cukup untuk kompetensi esensial: Selalu. Melakukan supervisi terhadap dokumen perangkat ajar guru: Selalu
  22. Mendukung guru merancang pembelajaran variatif agar semua potensi murid berkembang: Sangat setuju. Memastikan guru memahami bahwa implementasi kurikulum harus mempertimbangkan keberagaman murid: Sangat setuju
  23. Guru menuliskan hasil refleksi pembelajaran dalam jurnal atau logbook: Selalu. Guru mendiskusikan hasil refleksi dengan rekan sejawat: Selalu
  24. Kebijakan agar murid bisa memberi masukan ke guru tidak bisa diterapkan karena sulit mengubah kultur lama: Sangat tidak sesuai. Tidak bisa diterapkan karena merupakan hal baru yang butuh waktu: Sangat tidak sesuai
  25. Merasa nyaman di sekolah karena didukung guru dalam menjalankan tugas: Sangat sesuai. Merasa warga sekolah kurang responsif terhadap pendapat: Sangat tidak sesuai
  26. Guru antusias saat diberi pengarahan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran: Sangat sesuai. Guru aktif berdiskusi ketika dipresentasikan wawasan atau keterampilan baru: Sangat sesuai
  27. Hanya melibatkan guru tertentu dalam penyusunan program sekolah: Sangat tidak sesuai. Bisa berdiskusi berbagai masalah dengan guru tanpa takut memicu konflik: Sangat sesuai
  28. Merasa terasing di antara para guru: Tidak pernah. Guru menanyakan kabar di luar urusan pekerjaan: Selalu
  29. Mendukung guru untuk meningkatkan kompetensi: Selalu. Memberi kesempatan guru terlibat dalam kegiatan berskala nasional: Selalu
  30. Guru boleh memiliki pekerjaan sampingan, misalnya jadi fasilitator atau narasumber, selama tugas utamanya tetap selesai: Sangat setuju. Boleh dilakukan sebagai bentuk aktualisasi diri: Sangat setuju
  31. Guru menindaklanjuti laporan murid yang mengalami perundungan: Ya. Guru meminta korban perundungan untuk sabar dan memaafkan pelaku: Tidak
  32. Wajar bila ada murid dijauhi karena dianggap aneh oleh teman-temannya: Sangat tidak setuju. Wajar murid saling mengolok di media sosial: Sangat tidak setuju
  33. Memahami langkah pertama dalam menangani kasus perundungan: Sangat sesuai. Mampu melibatkan pihak yang tepat untuk membantu penanganannya: Sangat sesuai
  34. Mampu mengidentifikasi berbagai perilaku yang termasuk perundungan: Sangat sesuai. Tidak yakin disiplin sekolah saat ini bisa mencegah perundungan: Sangat tidak sesuai
  35. Lari keliling lapangan bisa diterapkan sebagai hukuman saat murid melanggar aturan: Sangat tidak setuju. Kepala sekolah harus memastikan murid terlindungi dari hukuman fisik: Sangat setuju
  36. Hukuman fisik biasa dipakai untuk mendapatkan perilaku murid yang diharapkan: Salah. Menghukum fisik murid karena melanggar aturan adalah hal wajar: Salah
  37. Yakin aturan yang ditetapkan efektif menghilangkan hukuman fisik di sekolah: Sangat sesuai. Yakin bisa mengambil tindakan tegas pada guru yang masih menerapkan hukuman fisik: Sangat sesuai
  38. Yakin mampu mengedukasi guru yang memberi hukuman fisik agar berubah: Sangat sesuai. Yakin hukuman fisik bisa membuat murid berubah lebih baik: Sangat tidak sesuai
  39. Kasus kekerasan seksual di sekolah sebaiknya didamaikan agar suasana belajar tetap tenang: Sangat tidak setuju. Sekolah tidak perlu ikut campur karena kekerasan seksual bersifat personal: Sangat tidak setuju
  40. Sekolah perlu punya aturan dan sanksi yang jelas dan tegas soal kekerasan seksual: Sangat sesuai. Pendidikan seksual penting diberikan di sekolah: Sangat sesuai
  41. Mampu menyusun kebijakan khusus untuk mencegah kekerasan seksual: Sangat setuju. Punya peran mengarahkan guru dalam penanganan kasus kekerasan seksual: Sangat setuju
  42. Yakin bisa merumuskan mekanisme pelaporan yang aman dan rahasia bagi korban: Sangat yakin. Yakin bisa memberi edukasi soal batasan tubuh dan relasi sehat: Sangat yakin
  43. Pergaulan tidak berhubungan dengan kerentanan penyalahgunaan narkoba: Sangat tidak setuju. Murid yang menjadi penyalahguna narkoba perlu dikucilkan: Sangat tidak setuju
  44. Mengetahui bahwa rokok, minuman keras, ganja, sabu, ekstasi, dan zat sejenis termasuk narkoba: Ya. Sosialisasi pencegahan narkoba tetap diperlukan meski belum ada kasus di sekolah: Ya
  45. Yakin bisa melibatkan seluruh warga sekolah menciptakan lingkungan bebas narkoba: Sangat yakin. Yakin bisa menjalankan program edukasi narkoba secara rutin: Sangat yakin
  46. Yakin sekolah bisa terlibat penuh menangani kasus narkoba: Sangat yakin. Yakin sekolah bisa membuat alur penanganan murid yang terlibat kasus narkoba: Sangat yakin
  47. Semua murid, tanpa memandang gender, memiliki hak yang sama dalam pendidikan: Sangat setuju. Menolak perlakuan yang membeda-bedakan murid berdasarkan gender: Sangat setuju
  48. Pembatasan pendidikan bagi perempuan masih relevan di daerah pedesaan: Sangat tidak setuju. Perbedaan perlakuan anak laki-laki dan perempuan wajar karena tiap keluarga punya harapan berbeda: Sangat tidak setuju
  49. Guru laki-laki lebih kompeten mengajar olahraga dibanding guru perempuan: Salah. Guru perempuan lebih cocok mengajar seni dibanding guru laki-laki: Salah
  50. Tenaga pengajar laki-laki punya kompetensi lebih baik dibanding perempuan: Sangat tidak setuju. Guru perempuan lebih banyak menggunakan perasaan saat mengajar: Sangat tidak setuju
Seluruh contoh ini hanya berfungsi sebagai gambaran bentuk pertanyaan, bukan kunci jawaban resmi dari Kemendikdasmen. Sulingjar bukanlah ujian yang mengenal benar atau salah, melainkan instrumen untuk memotret kondisi nyata kepemimpinan dan lingkungan belajar di sekolah.
 
Karena itu, kepala sekolah tetap diimbau mengisi setiap pernyataan sesuai kondisi dan pengalaman sebenarnya selama satu tahun ajaran terakhir, bukan menyesuaikan dengan referensi yang beredar. Sehingga, hasil survei bisa benar-benar mencerminkan keadaan sekolah dan menjadi bahan evaluasi yang akurat untuk Perencanaan Berbasis Data (PBD).
 
Sobat Medcom, itulah 50 kunci jawaban Sulingjar 2026 Paket 2 Kepala Sekolah Umum yang bisa dijadikan referensi sebelum mengisi survei. Semoga membantu ya!
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan