Mengusung tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan”, KSTI 2026 diharapkan menjadi katalisator transformasi sistemik antara ekosistem riset, pendidikan tinggi, dan industri nasional. KSTI juga diharapkan menjadi ruang untuk mendorong lahirnya kebijakan berbasis sains (science-based policy) dalam mewujudkan kemandirian nasional pada energi, panan, pertahanan, kesehatan, dan transportasi.
Tiga Pilar Utama KSTI 2026
Inventor: Pameran Ratusan Produk Riset
Pilar pertama akan berfokus pada para inventor yang mengembangkan berbagai produk hasil riset. Karya-karya tersebut akan ditampilkan melalui KSTI Expo yang melibatkan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, mengungkapkan jumlah total partisipasi produk riset adalah 853 dari 205 perguruan tinggi. Sebanyak 490 produk inovasi hasil riset terkonfirmasi akan dituangkan ke dalam Portofolio Produk Riset Nasional dan dipamerkan pada KSTI Expo 2026 di dua lokasi, yakni Strategic, Featured, PRIME STEP Booth serta STP Tennovex Booth, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, Jawa Timur.
"Seluruhnya ada 490 produk bisa dilihat oleh masyarakat dan masyarakat juga dapat berdiskusi dengan para inventor," jelas Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, di Graha Diktisaintek, Jakarta, Senin, 2 November 2026.
Sejumlah inovasi yang akan diperkenalkan meliputi kursi roda balap berbahan serat karbon, mesin pembaca huruf Braille untuk penyandang tunanetra, motor listrik karya perguruan tinggi, hingga pengembangan teknologi kereta cepat nasional.
Inovasi lain juga mencakup pengembangan teknologi UAV untuk mendukung pemetaan dan mitigasi bencana, sistem deteksi dini asap dan api untuk mengantisipasi kebakaran hutan, serta inovasi deteksi dan diagnosis dini penyakit.
Melalui Expo tersebut, pemerintah mengedepankan dua aspek utama, yakni permasalahan yang ingin diselesaikan dan solusi yang ditawarkan melalui hasil riset.
"Kunci dari Expo kami itu hanya ada dua hal yang diperlukan dalam media riset, yaitu aspek masalah dan solusinya," ungkap Fauzan
Gagasan dan Rekomendasi Kebijakan
Pilar kedua akan menghadirkan para inovator yang menghasilkan produk teknologi, penemuan, gagasan, dan pemikiran untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan nasional.Melalui berbagai forum diskusi dan pertemuan peneliti, KSTI menargetkan lahirnya policy brief dan kajian foresight yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan. Sejumlah isu strategis yang akan dibahas mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi, air, kesehatan, hilirisasi, industrialisasi, teknologi frontier, ekonomi dan bisnis, hingga lingkungan serta ketahanan bencana.
Menurut Fauzan, pengembangan ilmu pengetahuan harus diarahkan agar tidak berhenti pada hasil penelitian, tetapi mampu memberikan manfaat lebih luas.
"Kita telah memiliki peta jalan dan juga akan memiliki portofolio produk riset di tingkat nasional. Masukan-masukan dari riset yang kita bangun selama ini akan kita arahkan menjadi bagian dari kebijakan untuk pemerintah," papar dia.
Mempertemukan Peneliti dengan Industri
Pilar ketiga berfokus pada keterlibatan investor dan pelaku industri untuk mempercepat pemanfaatan hasil penelitian. Melalui agenda ini, KSTI 2026 akan memfasilitasi pertemuan antara inventor, inovator, dan investor melalui kegiatan business matching, Demo Day, serta sesi pitching.Penyelenggara juga menggandeng berbagai mitra, termasuk kementerian dan lembaga terkait, serta institusi internasional seperti Asian Development Bank (ADB), untuk memperkuat ekosistem investasi riset nasional.
Melalui pertemuan tersebut, para peneliti diharapkan dapat memperoleh mitra industri yang mampu mendukung pengembangan produk hingga tahap komersialisasi. Keterlibatan industri menjadi bagian penting agar hasil penelitian tidak hanya dipamerkan, tetapi juga dapat diterapkan dan dimanfaatkan secara luas.
Selain pameran dan forum kolaborasi, KSTI juga akan menghadirkan layanan dari sejumlah kementerian dan lembaga untuk membantu mempercepat proses hilirisasi produk riset.
BPOM akan dilibatkan untuk memberikan layanan dan konsultasi terkait proses perizinan produk. Kementerian Kesehatan, khususnya Direktorat Jenderal Farmasi, juga akan berpartisipasi dalam memberikan pemahaman mengenai proses penelitian dan pengembangan alat kesehatan.
Kementerian Perindustrian akan memberikan informasi mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan proses yang perlu dipersiapkan agar produk riset dapat masuk ke sektor industri. Sejumlah BUMN, termasuk Telkom, juga akan dilibatkan untuk menyampaikan kebutuhan teknologi dan inovasi yang diperlukan industri.
Melalui keterlibatan layanan pendukung, KSTI diharapkan dapat menjadi penghubung antara kebutuhan industri dan arah pengembangan penelitian di perguruan tinggi maupun lembaga riset.
Lokasi Penyelenggaraan KSTI 2026
KSTI 2026 akan diselenggarakan di kawasan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur pada 10-13 November 2026. Selain area pameran, pengunjung juga dapat mengikuti kegiatan Innovation Tour untuk melihat langsung fasilitas dan pengembangan teknologi di lingkungan ITS.Salah satu fasilitas yang akan diperkenalkan adalah Science Tech Park baru di ITS dengan nilai investasi sekitar Rp650 miliar. Fasilitas tersebut direncanakan dibuka untuk umum agar masyarakat, termasuk pelajar, dapat mengenal lebih dekat perkembangan riset dan teknologi di Indonesia.
Pengunjung juga akan diperkenalkan dengan Renewable Energy Electrification Demonstrator yang menampilkan pengembangan energi baru terbarukan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mendorong ketertarikan generasi muda terhadap dunia sains dan teknologi.
Penyelenggara juga akan mengadakan media tour yang melibatkan insan pers untuk memperluas informasi mengenai hasil riset nasional. Melalui agenda tersebut, media berkesempatan mengunjungi area pameran, melihat langsung berbagai produk inovasi, serta berinteraksi dengan para inventor yang mengembangkan teknologi tersebut.
"Media nantinya bisa melihat hasil-hasil produk riset kita dan berinteraksi dengan para inventornya," tutur dia.
Kegiatan media tour diharapkan dapat membantu masyarakat mengenal lebih jauh kemampuan riset dan inovasi dalam negeri, sekaligus memperlihatkan bagaimana teknologi karya anak bangsa dapat menjawab berbagai persoalan di Indonesia. (Adinda Kinanthi)