Dirjen Risbang Kemdiktisaintek Mohammad Fauzan Adziman (kanan) dan Rektor ITS Bambang Pramujati (dua dari kiri) dan Direktur IKST ITS Endroyono (kiri) saat meninjau inovasi Kompor Plasma karya peneliti ITS. DOK ITS
Dirjen Risbang Kemdiktisaintek Mohammad Fauzan Adziman (kanan) dan Rektor ITS Bambang Pramujati (dua dari kiri) dan Direktur IKST ITS Endroyono (kiri) saat meninjau inovasi Kompor Plasma karya peneliti ITS. DOK ITS

Gantikan Elpiji dengan Listrik, Kompor Plasma Karya ITS Siap Masuk Pasar Industri dan Rumah Tangga

Renatha Swasty • 08 Mei 2026 14:43
Ringkasnya gini..
  • Inovasi kompor plasma karya peneliti ITS memanfaatkan teknologi filamen yang menghasilkan energi panas seperti api sungguhan.
  • Kompor plasma ITS menjawab isu kelangkaan sumber energi dan elpiji di masyarakat.
  • Hasil inovasi ITS didorong segera dirilis ke pasar industri dan masyarakat luas.
Jakarta: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menunjukkan taringnya sebagai motor penggerak inovasi nasional, salah satunya untuk menjawab isu kelangkaan sumber energi dan elpiji di masyarakat. ITS memamerkan inovasi kompor plasma dan motor listrik.
 
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Mohammad Fauzan Adziman, mendorong hasil inovasi ITS segera dirilis ke pasar industri dan masyarakat luas. Inovasi kompor plasma karya peneliti ITS memanfaatkan teknologi filamen yang menghasilkan energi panas seperti api sungguhan.
 
Dia berharap inovasi peneliti ITS tersebut dapat menekan subsidi energi nasional secara signifikan. “Dampaknya, subsidi energi dapat dialihkan untuk sektor pembangunan lainnya yang lebih produktif," ujar Fauzan saat berkunjung ke ITS Science Techno Park (STP) melalui keterangan tertulis, Jumat, 8 Mei 2026. 

Fauzan menekankan penting bagi suatu inovasi untuk tidak berhenti pada aplikasi kecanggihan teknologi semata. Dia menyebut perlu ada penyesuaian aspek non-teknis agar inovasi dapat terhilirkan sempurna di masyarakat. 
 
“Penting bagi seorang peneliti untuk tidak berjalan sendiri, sebab modelling financing, pemahaman perilaku konsumen, hingga kesiapan manufaktur skala besar harus turut diperhatikan,” ujar dia. 
  Dia memastikan Direktorat Jenderal (Ditjen) Risbang siap memberikan ruang bagi para peneliti untuk penyempurnaan inovasi dengan kolaborasi. Fauzan dan tim akan membuat skema konsorsium dengan mempertemukan para pakar antarbidang keilmuan dan mitra.  
 
“Diperlukan konsorsium lintas disiplin, mulai dari elektronika, teknik fisika, hingga ekonomi dan hukum untuk mengawal regulasi serta hilirisasi produk," ujar dia.
 
Wakil Rektor IV bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS, Agus Muhamad Hatta, menegaskan komitmen kampus dalam membangun sinergi triple helix yang solid. “Kehadiran pihak kementerian dan lembaga investasi seperti Danantara diyakini mampu menjembatani celah antara prototipe riset dan produk komersial,” tutur Hatta.
 
Guru besar Teknik Fisika ITS itu juga memaparkan rekam jejak panjang ITS dalam pengembangan kendaraan listrik nasional, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga bus listrik. Ke depan, ITS akan memfokuskan penguatan ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan unit baru maupun program konversi kendaraan motor bakar. 
 
ITS optimistis dapat mengakselerasi proses standarisasi industri dengan adanya dukungan fasilitas laboratorium yang telah dipercaya pemerintah untuk sertifikasi dan pengujian. Sehingga, inovasi-inovasi tersebut siap dijemput oleh sektor industri dalam waktu dekat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA