Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyebut inti perjalanan seorang peneliti adalah novelty. Mahasiswa pascasarjana harus menjalani proses ilmiah sebagai sebuah discovery journey, bukan sekadar mengejar gelar.
“Di dunia ilmu pengetahuan, kita tidak cukup hanya memiliki orang yang tahu. Kita harus menemukan sesuatu yang belum kita tahu. Itulah yang disebut novelty,” ujar Brian dalam Kuliah Umum Mahasiswa Baru Sekolah Pascasarjana IPB University dalam keterangan tertulis dikutip Jumat, 14 Agustus 2026.
Karena itu, mahasiswa didorong memiliki rasa ingin tahu dan tidak menunggu dosen menentukan arah penelitian. Membaca jurnal, berpikir kritis dan kreatif, menjaga integritas, memanfaatkan ekosistem akademik, serta berkolaborasi menjadi bekal penting untuk menjadi seorang saintis.
“Jangan selalu menunggu dari profesor atau dosen Anda. Anda harus menetapkan, Anda mau apa. Anda harus membaca,” tegas dia.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Wahyu Sakti Trenggono mengajak mahasiswa pascasarjana melihat laut sebagai ruang penelitian yang luas. Terutama untuk menjawab kebutuhan pangan dan menemukan sumber material baru bagi berbagai kepentingan.
“Laut sebagai wilayah sumber pangan yang baru, sumber material yang perlu diteliti yang kemudian bisa berdaya guna untuk kepentingan banyak hal, seperti untuk farmasi, untuk energi dan lain sebagainya. Ini butuh penelitian,” tutur dia.
Baca Juga :
Bakar Semangat Mahasiswa Baru IPB, Ferry Irwandi hingga Jerome Polin Bagikan Resep Sukses Kuliah
Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menegaskan mahasiswa pascasarjana telah memasuki fase berbeda dalam perjalanan akademiknya. Mereka tidak lagi hanya menerima ilmu, tetapi mulai bertanggung jawab menghasilkan pengetahuan.
“Di bangku sarjana, seorang mahasiswa masih menjadi konsumen ilmu. Tapi di jenjang pascasarjana, Saudara mulai mengambil tanggung jawab untuk menghasilkan pengetahuan baru, menguji batasnya, dan juga menerjemahkannya menjadi solusi,” ujar dia.
Alim mengingatkan mahasiswa tidak terjebak menghasilkan karya yang hanya kuat secara metodologi, tetapi tidak memiliki manfaat nyata. “Bahaya terbesarnya adalah menghasilkan karya yang rapi secara metodologi, namun sunyi dari relevansi,” kata dia.
Dia mendorong mahasiswa berani melintasi batas disiplin melalui pengembangan visi Agromaritim 5.0 yang menghubungkan pangan, sumber daya hayati, kelautan, dan teknologi digital.
Dekan Sekolah Pascasarjana IPB University, Yusli Wardiatno, menyoroti pentingnya mengubah tesis dan disertasi menjadi kontribusi nyata.
“Pendidikan pascasarjana tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian studi, tetapi juga diarahkan pada pengembangan ilmu pengetahuan, pengembangan inovasi, pemecahan persoalan nyata bangsa, serta penciptaan dampak,” ujar dia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda