Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersamam Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengirimkan 50 guru SMK ke Jerman. Guru yang diseleksi ketat secara nasional ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di tingkat global.
Pemerintah juga menargetkan pengalaman dan jejaring yang dibawa pulang para guru itu bisa membuka lebih banyak peluang bagi lulusan SMK Indonesia untuk bekerja di Jerman mulai 2027-2028. Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin mengatakan para guru yang mengikuti program tersebut akan menjalani pelatihan dan praktik selama tiga bulan di Jerman.
"Mereka berasal dari 16 provinsi dan sebagian besar merupakan guru ASN, sementara lainnya berasal dari sekolah swasta atau yayasan," kata Tatang di Jakarta, Selasa 1 September 2026.
Menurut Tatang, pengalaman guru selama berada di Jerman diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas pribadi. Para guru akan menjadi penghubung antara sekolah, siswa, dan dunia industri, termasuk bagi siswa yang memiliki minat bekerja di Jerman.
"Yang paling penting bagaimana perusahaan-perusahaan Jerman yang ada di tanah air bisa langsung merekrut lulusan SMK karena memiliki kualifikasi yang sesuai dengan standar yang dibuka di SMK," kata Tatang.
Mereka juga diharapkan membawa praktik baik yang diperoleh dari institusi pendidikan dan industri Jerman ke sekolah masing-masing. Dengan begitu, pengalaman 50 guru tersebut dapat ditularkan kepada guru lain hingga siswa SMK.
"Jadi tiga bulan di sana bisa banyak kenal dengan industri di sana, bisa menjadi mediator untuk anak-anak kita yang berminat untuk bekerja di Jerman," tegas dia.
Para peserta program ini mengikuti pelatihan melalui kerja sama dengan Technical University of Dresden (TU Dresden) dan Festo. Ada tiga bidang keahlian yang menjadi fokus, yakni teknologi manufaktur dan rekayasa, teknologi konstruksi dan bangunan, serta energi dan pertambangan.
Tatang mengatakan program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kesesuaian kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan industri. Dengan pengalaman internasional yang dimiliki guru, sekolah diharapkan semakin mampu menyiapkan siswa sesuai standar yang dibutuhkan dunia kerja.
"Harapannya nanti para siswa di tahun 2027-2028 makin banyak juga yang berkesempatan untuk bekerja di Jerman," tuturnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan peningkatan kemampuan guru SMK merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan vokasi. Guru yang mendapat kesempatan belajar di luar negeri diharapkan menularkan pengalaman tersebut kepada guru lain.
"Setelah memperoleh pengalaman dan magang di Jerman selama tiga bulan ada trickle down effect, ada proses di mana Bapak Ibu sekalian juga dapat mentransformasikan pengalamannya kepada guru-guru SMK yang lainnya," kata Mu'ti.
Mu'ti mengatakan penguatan pendidikan vokasi tidak hanya bertujuan menyiapkan lulusan untuk bekerja. Pemerintah juga mendorong lulusan SMK memiliki pilihan untuk melanjutkan pendidikan maupun berwirausaha.
"Peluang bekerja di industri internasional tetap menjadi salah satu perhatian. Kerja sama dengan industri dan mitra pendidikan di luar negeri dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi lulusan SMK untuk memasuki pasar kerja global," pungkasnya.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan