Pergeseran siklus basah ini dipicu langsung oleh kombinasi fenomena El Niño berskala sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Tekanan atmosfer tersebut mengakibatkan mundurnya jadwal musim hujan dan memperpanjang periode kering di berbagai daerah.
“Kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dikutip dari laman bmkg.go.id, Kamis, 23 September 2026.
Lantas, wilayah mana saja yang akan memasuki musim hujan di November 2026? Yuk simak rinciannya berikut ini.
Wilayah Masuk Musim Hujan November 2026
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan awal musim hujan di Indonesia terjadi tidak bersamaan.“Sebagian besar wilayah baru akan mengawali musim hujan pada bulan November 2026 (185 ZOM/24,66% wilayah) dan Desember 2026 (266 ZOM/17,31% wilayah),” kata Ardhasena.
Berikut adalah rincian cakupan wilayah yang mengalami musim hujan mulai bulan November:
- Sebagian wilayah Sumatera
- Sebagian wilayah Jawa
- Sebagian wilayah Kalimantan
- Sebagian wilayah Bali
- Sebagian wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB)
- Sebagian kecil wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Sebagian wilayah Sulawesi
- Sebagian wilayah Maluku Utara
- Sebagian wilayah Maluku
- Wilayah Papua Barat bagian utara
- Sebagian wilayah Papua Selatan
Analisis Dampak dan Langkah Antisipasi dari BMKG
Apabila dibandingkan dengan rerata klimatologisnya, sebanyak 529 ZOM atau 61,08 persen luas daratan Indonesia mengalami musim hujan yang mundur. Sementara itu, hanya 11 ZOM yang mengalami musim hujan lebih cepat dan 26 ZOM memasuki musim hujan normal.Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan salah satu indikasi adanya dampak El Niño adalah kekeringan yang dialami pelbagai wilayah di Indonesia. Berdasarkan hasil monitoring perkembangan musim, sebanyak 556 ZOM yang mencakup 61,91 persen dari luas daratan Indonesia saat ini sedang mengalami musim kemarau.
“Bahkan El Niño 2026 menyebabkan terjadinya periode kemarau pada beberapa ZOM dengan tipe hujan sepanjang tahun,” jelas Fachri.
Dengan kondisi kering yang masih panjang, BMKG memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah daerah serta masyarakat untuk melakukan langkah antisipatif demi mengoptimalkan sumber daya air.
Sektor pangan diimbau menggunakan varietas tanaman berumur pendek, sementara sektor kesehatan diminta mengantisipasi potensi lonjakan penyakit seperti demam berdarah pascabanjir. (Talitha Islamey)