Suasana Pelaksanaan SBMPTN tahun lalu, ANT/Agung Rajasa.
Suasana Pelaksanaan SBMPTN tahun lalu, ANT/Agung Rajasa.

Jutaan Warganet Kepoin SNMPTN dan SBMPTN di Google

Pendidikan SNMPTN/SBMPTN 2019
Citra Larasati • 20 Februari 2019 06:31
Jakarta: Tercatat pada 2018 kata kunci SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dicari lebih dari dua juta kali, dan kata kunci SBMPTN dicari lebih dari empat juta kali melalui mesin pencari Google. Jumlah tersebut diprediksi akan meningkat, karena tahun ini Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi membuat peraturan terbaru.
 
Terlebih lagi memasuki awal tahun dan semester genap kalender akademik, siswa di Indonesia kembali disibukkan dengan persiapan Ujian Nasional dan seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Ada dua jalur yang dibuka pemerintah, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang merupakan jalur undangan prestasi akademik, dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) atau ujian tulis bagi calon mahasiswa yang ingin masuk PTN.
 
Kedua hal tersebut yang diprediksi akan mengundang rasa ingin tahu lebih besar lagi pada pelajar tentang sistem penerimaan mahasiswa baru, khususnya SBMPTN. Pada SNMPTN 2018, PTN wajib menyisihkan minimal 30% daya tampung mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sedangkan, tahun ini PTN hanya wajib menyisihkan 20% saja," kata Kepala Seksi Pembelajaran dan Teknologi Kemenristekdikti, Fajar Priautama di Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019.
 
Baca:Peserta SBMPTN Dapat Kesempatan Maksimal Dua Kali Tes
 
Penurunan persentase tersebut dilakukan untuk melihat efektivitas penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN yang tahun ini sistem pelaksanaannya mengalami perubahan cukup signifikan. Selain mengubah sistem ujian menjadi berbasis komputer, sistem penilaian dan periode pelaksanaan pun juga berubah.
 
“Perubahan tersebut dilakukan untuk perbaikan, baik dari sistem maupun dari sisi penerimaan, sehingga PTN dapat menyaring calon mahasiswa terbaik," terang Fajar.
 
Baca:Tes SBMPTN Tahun Depan 100% Berbasis Komputer
 
Jika dulu pelaksanaan ujian dilaksanakan satu kali saja, kini ujian dapat dilakukan sebanyak dua kali dengan waktu yang dapat ditentukan sendiri oleh peserta. Hal ini dapat dilakukan karena ujian berlangsung beberapa kali selama periode SBMPTN 2019 berlangsung, sejak Maret - Mei 2019.
 
"Selain itu siswa dapat mendaftarkan diri ke PTN setelah mendapatkan nilai dari SBMPTN," imbuhnya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya,Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menghapus ujian tulis berbasis cetak dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019. Tes masuk di jalur SBMPTN tahun depan 100 persen akan menggunakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
 
"Terkait SBMPTN hanya akan ada satu jenis tes, yakni UTBK. Tidak ada lagi ujian tulis berbasis cetak," tegas Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Ravik Karsidi, dalam konferensi pers Seleksi Masuk Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 2019, di Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018.
 
Penyelenggaraan UTBK dibagi menjadi 24 kali penyelenggaraan di 2019, dibuka mulai Maret-Juni 2019. Lokasi ujian tersebut disebar di 85 PTN di seluruh Indonesia, ada 12 hari yang akan ditetapkan sebagai hari penyelenggaraan tes tersebut.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi