Kepala Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Ravik Karsidi, Medcom.id/Intan Yunelia.
Kepala Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Ravik Karsidi, Medcom.id/Intan Yunelia.

Peserta SBMPTN Dapat Kesempatan Maksimal Dua Kali Tes

Pendidikan SNMPTN/SBMPTN 2019
Kautsar Widya Prabowo • 07 Januari 2019 15:35
Semarang: Pemerintah melalui Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah menetapkan sistem baru untuk calon mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Salah satunya akan memberikan kesempatan maksimal dua kali mengikuti tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), yang 100 persen penyelenggaraannya berbasis komputer.
 
Kebijakan baru tersebut diterapkan semenjak diresmikannya LTMPT beberapa hari lalu. LTMPT merupakan lembaga yang menaungi pelaksanaan SBMPTN dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
 
Kepala LTMPT, Ravik Karsidi menjelaskan, dengan peresmian lembaga tersebut, memberikan kesempatan pelajar untuk bebas menentukan waktu ujian. Sepanjang berada dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini akan kita selenggarakan dalam 10 hari, berarti ada 20 kali pilihan waktu tes, karena dalam satu hari ada dua sesi pagi dan sore, jadi orang bisa menyesuaikan waktu. Masing-masing peserta diberi kesempatan mengikuti tes paling banyak dua kali, hasil terbaiknya dapat digunakan untuk melamar di PTN pilihannya," ujar Ravik usai menghadiri Rakernas Kementerian, Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi, di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 5 Januari 2019.
 
Baca:Pendaftaran SNMPTN 2019 Dibuka Bulan Depan
 
Selain itu, untuk lokasi ujiannya, LTMPT telah menggandeng 74 perguruan tinggi yang dianggap siap dan berkompeten dalam melaksanakan ujian tersebut. "Dulu ada istilahnya panitia lokal (Panlok), sekarang semua perguruan tinggi negeri pada dasarnya kami berikan kesempatan untuk menyelenggarakan sendiri-sendiri," imbuh Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini.
 
Sedangkan, untuk soal SBMPTN sendiri akan dibuat oleh tim yang profesional. Dengan melibatkan guru Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan dosen.
 
"Sehingga tes kami siapkan dengan sebaiknya," tuturnya.
 
Lebih lanjut, yang membuat perbedaan ujian SBMPTN tahun ini dengan sebelumnya ialah menggunakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Panitia pun menjamin dengan sistem tersebut tidak ada tindak kecurangan.
 
"Dengan sistem komputer kami sangat ketat dan mohon doanya tidak ada hal (negatif) yang terjadi," pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif