Jakarta: Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir kembali mengusulkan agar penerimaan mahasiswa baru, utamanya Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020 dimajukan menjadi akhir 2019. Dengan begitu, pada awal 2020, para siswa diharapkan sudah mengetahui dirinya diterima di perguruan tinggi dan prodi tertentu.
“Kita ambil sekitar November-Desember. Jadi Januari sudah ada kepastian diterima perguruan tinggi di Indonesia, jadi siswa tinggal kejar Ujian Nasional (UN) mereka,” kata Nasir kepada Medcom.id di Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019.
Mantan Rektor terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini menyampaikan, UTBK dimajukan agar murid memiliki waktu lebih panjang mempersiapkan ujian nasional (UN). Tanpa harus memikirkan UTBK yang sudah mereka lewat di semester lima.
“Jadi kalau ini kita jalankan, perguruan tinggi akan mendapat Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. Contoh jumlah pendaftar UTBK tahuni ini menurun. Itu artinya dengan sistem UTBK calon mahasiswa kini lebih rasional dan lebih terbuka,” ujarnya.
Nasir mengatakan bahwa ujian masuk perguruan tinggi ini sudah diusulkan semenjak tahun 2017 lalu. Hingga akhirnya tahun ini akan dievaluasi penuh mulai dari SNMPTN dan SBMPTN, dan Bidikmisi.
“Agustus, September (perubahan jadwal UTBK) dirapatkan. Oktober disiapkan. Kalau jadwal SNMPTN masih akan dievaluasi dulu. Tapi mengingat inputnya dari sana semua, ada kemungkinan jadwal SNMPTN juga otomatis maju,” tuturnya.
Baca: Jadwal UTBK Tahun Depan Diwacanakan Maju November
Sebelumnya, rencana ini juga pernah diungkapkan Nasir awal tahun lalu. Memajukan jadwal penerimaan mahasiswa baru terutama UTBK, salah satunya juga untuk mengantisipasi agar siswa berprestasi tidak berbondong-bondong ke perguruan tinggi di luar negeri. Mengingat banyaknya "pencari bakat" dari perguruan tinggi di luar negeri yang berburu calon mahasiswa baru berprestasi dari Indonesia lebih awal dari proses penerimaan mahasiswa baru di Indonesia.
"Inilah yang saya lakukan, strategi ini supaya tidak terjadi berbondong-bondong mendaftar ke luar negeri. Kalau biasanya dimulai Januari perlu maju, karena penerimaan mahasiswa baru di luar negeri Desember, kita bisa bulan November," kata Nasir di Jakarta, Selasa 16 April 2019.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan