Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerapkan skala tersebut untuk memberikan gambaran kemampuan akademik murid secara lebih informatif. Penilaian mempertimbangkan jumlah jawaban benar dan karakteristik soal yang dikerjakan peserta.
Melansir laman resmi Kemendikdasmen, mekanisme penilaian TKA 2026 menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT) dengan model dua parameter. Hasil pengukuran kemudian dilaporkan dalam bentuk skor yang dapat digunakan untuk memahami capaian akademik peserta.
Lantas, bagaimana mekanisme penilaian TKA SMA sederajat 2026? Berikut penjelasannya.
Skor TKA Menggunakan Rentang 200–800
Perubahan paling menonjol dalam penilaian TKA 2026 adalah penggunaan skala skor 200–800 dan skor tersebut bukan persentase jawaban benar. Hal tersebut berarti peserta yang memperoleh skor 600 tidak berarti menjawab benar 60 persen soal.Skala baru digunakan untuk menyajikan hasil pengukuran kemampuan akademik dengan lebih beragam. Nilai yang diperoleh peserta mencerminkan estimasi kemampuan berdasarkan pengolahan respons terhadap soal.
Penilaian Menggunakan Metode IRT Dua Parameter
Kemendikdasmen menjelaskan bahwa penilaian TKA 2026 menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT), khususnya model dua parameter atau IRT 2PL.Metode ini memperhitungkan dua karakteristik soal, yaitu:
- Tingkat kesukaran soal, yakni seberapa sulit suatu soal untuk dijawab dengan benar.
- Daya pembeda soal, yakni kemampuan suatu soal untuk membedakan peserta berdasarkan tingkat kemampuan akademiknya.
Skor TKA Perlu Dibaca Bersama Informasi Capaian Akademik
Skor TKA dapat digunakan bersama nilai rapor, penilaian kelas, dan hasil belajar lainnya untuk memperoleh gambaran akademik yang lebih menyeluruh. Bagi peserta didik, hasil TKA dapat membantu mengenali bidang yang sudah dikuasai dan bagian yang masih perlu diperkuat.Guru serta orang tua juga dapat memanfaatkannya untuk menentukan pendampingan belajar yang sesuai. Sementara itu, perguruan tinggi dapat menggunakan hasil TKA sebagai informasi pendukung dalam seleksi jalur prestasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Penggunaannya tetap mengikuti kebijakan seleksi masing-masing jalur dan perguruan tinggi. Melalui pemahaman mekanisme penilaian tersebut, peserta dan orang tua diharapkan dapat membaca hasil TKA secara lebih tepat. (Adinda Kinanthi)