Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta. Foto: Youtube Metro TV
Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta. Foto: Youtube Metro TV

Magang Nasional Kemenaker, 60 Persen Fresh Graduate Langsung Direkrut Perusahaan

Ilham Pratama Putra • 21 Juli 2026 16:13
Ringkasnya gini..
  • Prabowo menyebut 60 persen peserta program magang langsung mendapat pekerjaan.
  • Program afirmatif menyasar 150 ribu lulusan sarjana baru dengan masa magang enam bulan.
  • Pemerintah menilai magang menjadi jembatan lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja.
Jakarta: Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan program afirmatif magang bagi lulusan baru perguruan tinggi mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan laporan yang diterimanya, sekitar 60 persen peserta magang berhasil memperoleh pekerjaan di perusahaan tempat mereka menjalani magang.
 
Hal itu disampaikan Prabowo saat memaparkan berbagai program prioritas pemerintah di bidang pengembangan sumber daya manusia dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Minggu, 20 Juli 2026. Adapun pemerintah kini sedang menjalankan program magang nasional melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
 
"Program afirmatif 150.000 sarjana S1 fresh graduate magang enam bulan dan saya dapat laporan ya Menteri Tenaga Kerja, kurang lebih 60 persen yang langsung dapat pekerjaan di tempat dia magang," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Minggu, 20 Juli 2026.
 
Baca juga: 
 
 


Menurut Presiden, program tersebut dirancang untuk menjembatani lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui skema magang selama enam bulan, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memiliki peluang lebih besar direkrut sebagai karyawan tetap.
 
Prabowo mengatakan pemerintah menargetkan sebanyak 150 ribu lulusan sarjana baru mengikuti program afirmatif tersebut. Program ini menjadi bagian dari strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda.
 
Program itu juga diharapkan dapat mempersempit kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri. Tingginya angka peserta yang langsung diterima bekerja, kata Prabowo, menjadi indikasi bahwa pendekatan berbasis pengalaman kerja mampu meningkatkan daya saing lulusan di pasar tenaga kerja.
 
Pemerintah pun akan terus memperkuat berbagai program pengembangan talenta yang terhubung dengan dunia pendidikan. Misalnya pelatihan vokasi, hingga kebutuhan industri.
 
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung berbagai program pengembangan sumber daya manusia lainnya, mulai dari beasiswa LPDP, Beasiswa S1 Garuda, Beasiswa Universitas Pertahanan (Unhan). Juga disinggung pengembangan Sekolah Unggul Garuda yang diproyeksikan mencetak calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi terbaik dunia.
 
Selain itu, pemerintah terus mempercepat transformasi pendidikan melalui digitalisasi sekolah, distribusi panel pintar, serta renovasi sekolah secara bertahap. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
 
Prabowo menegaskan pembangunan sumber daya manusia harus dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari peningkatan kualitas pendidikan dasar hingga memperluas akses lulusan perguruan tinggi ke dunia kerja.
 
"Kita perlu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global," tutup Prabowo. 
 
Baca juga: Menggambar dan Mewarnai Mampu Melatih Motorik Halus hingga Meningkatkan 'Pede' Anak  

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan