Sebelum membahas lebih jauh, yuk kenalan dulu dengan STIN. Berikut penjelasannya dikutip dari laman stin.ac.id dan ptb.stin.ac.id:
Apa Itu STIN?
Institusi ini berawal dari gagasan Kepala Badan Intelijen Negara saat itu, Jenderal TNI (Purn) Prof Dr A M Hendropriyono, yang menilai intelijen layak dipelajari secara akademis. Gagasan tersebut kemudian melahirkan Institut Intelijen Negara yang diresmikan pada 9 Juli 2003.Pada 2004, nama Institut Intelijen Negara berubah menjadi STIN seiring dimulainya perkuliahan perdana. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara, STIN berfungsi sebagai penyedia sumber daya manusia bagi Badan Intelijen Negara.
Sekolah kedinasan yang berlokasi di Sumur Batu, Babakan Madang, Bogor ini terus mencetak personel intelijen profesional untuk menjaga keamanan nasional. Lantas, bagaimana cara mendaftarnya? Begini caranya:
Cara Daftar STIN 2026
Pendaftaran STIN 2026 dilakukan secara online melalui portal SSCASN-BKN. Calon peserta perlu membuat akun dan mengisi data sesuai ketentuan yang berlaku.Setelah itu, peserta mengikuti proses seleksi administrasi. Bagi yang dinyatakan lolos, wajib melanjutkan ke tahapan berikutnya dengan melakukan registrasi lanjutan di portal resmi STIN.
Peserta yang lulus administrasi juga diwajibkan membayar biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak untuk Seleksi Kompetensi Dasar sebesar Rp100 ribu.
Jadwal Seleksi STIN 2026
Berdasarkan Pengumuman Nomor PENG-01/PANSEL STIN/VIII/2026. Berikut jadwal lengkap seleksi:- Pengumuman pembukaan seleksi: 15-24 Agustus 2026
- Pendaftaran online: 18-30 Agustus 2026
- Seleksi administrasi: 18 Agustus-1 September 2026
- Seleksi Kompetensi Dasar: 22 September-7 Oktober 2026
- Seleksi Kompetensi Bidang: Oktober 2026
Syarat Pendaftaran STIN 2026
Calon peserta wajib memenuhi sejumlah persyaratan berikut:Persyaratan umum
- Warga Negara Indonesia (laki-laki/perempuan)
- Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945
- Tidak pernah terlibat tindak pidana
- Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
- Berpendidikan minimal SLTA/Sederajat (bukan lulusan paket C) dengan kualifikasi pendidikan pada masing-masing program studi sebagaimana dalam pengumuman dan ketentuan lain sebagai berikut: Lulusan tahun 2024, 2025 dan 2026, nilai rata-rata ijazah minimal 85 (delapan puluh lima) dengan nilai mata pelajaran matematika, Bahasa Indonesia, bahasa inggris atau bahasa asing lainnya pada ijazah minimal 85 (delapan puluh lima); Bagi lulusan tahun 2026 yang ijazahnya belum diterbitkan oleh sekolah, nilai rata-rata rapor semester 1-5 minimal 85 (delapan puluh lima) dengan nilai mata pelajaran matematika, bahasa Indonesia, Bahasa inggris atau bahasa asing lainnya minimal 85 (delapan puluh lima) pada tiap semester; Bagi yang memperoleh ijazah dari sekolah di luar negeri, harus mendapat pengesahan dari Kementerian yang menangani urusan pemerintahan di bidang Pendidikan
- Mampu mengoperasikan komputer (office dan internet)
- Belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama masa Pendidikan
- Belum pernah melahirkan (perempuan) dan belum pernah punya anak biologis (laki-laki)
- Tidak bertato dan/atau memiliki bekas tato
- Tidak bertindik dan/atau memiliki bekas tindik pada bagian tubuh yang tidak lazim (perempuan)
- Tidak bertindik dan/atau memiliki bekas tindik pada bagian tubuh manapun (laki-laki)
- Sehat jasmani, rohani dan tidak pernah mengalami patah tulang
- Apabila berkacamata, maksimal ukuran 1 baik + (plus) atau - (minus)
- Tidak buta warna
- Tinggi badan (berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku): Laki-laki: Diutamakan minimal 165 (seratus enam puluh lima) cm; Perempuan: Diutamakan minimal 160 (seratus enam puluh) cm. Apabila tinggi badan kurang dari sebagaimana tersebut diatas, wajib memiliki prestasi/kemampuan tertentu yang dapat dibuktikan pada saat seleksi
- Usia pada tanggal 31 Desember 2026 serendah-rendahnya 16 tahun dan tidak lebih dari 21 tahun 0 bulan 0 hari (dibuktikan dengan Akte Kelahiran/Surat Keterangan Lahir)
- Mendapatkan persetujuan orang tua atau wali yang dibuktikan dengan surat pernyataan orang tua/wali
- Peserta seleksi penerimaan Taruna/i STIN tidak dipungut biaya kecuali biaya mengikuti SKD
- Peserta seleksi bukan personel/mantan personel TNI/Polri/PNS
- Tidak pernah mengikuti pendidikan pembentukan personel TNI/Polri/PNS
- Bersedia tinggal di asrama selama mengikuti pendidikan di STIN
- Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 16 tahun terhitung sejak dinyatakan lulusan pendidikan STIN
- Tidak sedang terikat perjanjian Ikatan Dinas dengan suatu instansi lain
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau Instansi lain yang ditentukan oleh Badan Intelijen Negara berdasarkan kebutuhan setelah lulus dari Taruna/i STIN
- Peserta seleksi penerimaan Taruna/i STIN wajib memiliki kartu BPJS Kesehatan aktif
- Bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan
- Mendapat persetujuan/rekomendasi dari kepala instansi yang bersangkutan
- Bersedia diberhentikan dari status pegawai/karyawan, bila diterima dan mengikuti pendidikan pembentukan Taruna/i STIN
- Mengikuti dan dinyatakan lulus terpilih pada setiap rangkaian seleksi penerimaan Taruna/i STIN T.A. 2026
Pilihan Program Studi dan Kuota
Peserta dapat memilih salah satu program studi berikut:- Sarjana Agen Intelijen: kuota 60 orang
- Sarjana Analis Intelijen: kuota 20 orang
- Sarjana Terapan Keamanan dan Intelijen Siber: kuota 20 orang
Tahapan Seleksi STIN 2026
Peserta yang lolos seleksi administrasi akan mengikuti tahapan berikut:- Seleksi Kompetensi Dasar dengan bobot 40 persen
- Seleksi Kompetensi Bidang dengan bobot 60 persen
- Sidang Panitia Penentu Akhir (pantukhir)
Itulah informasi lengkap terkait pendaftaran STIN 2026. Yuk, buruan daftar ya!
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda