dr. Nadia Nur Asifa, lulusan Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dari FK-KMK UGM. DOK UGM
dr. Nadia Nur Asifa, lulusan Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dari FK-KMK UGM. DOK UGM

Nadia Lulus Dokter Spesialis Kulit UGM IPK 4,00, Siap Mengabdi di Wonosobo

Renatha Swasty • 05 November 2026 10:26
Ringkasnya gini..
  • dr. Nadia Nur Asifa lulus dari Program Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika FK-KMK UGM dengan IPK sempurna 4,00.
  • Kunci sukses prestasinya terletak pada kedisiplinan pembagian waktu, target planning terukur, serta dukungan penuh keluarga dan DPA.
  • Nadia berencana mengabdikan ilmunya di Kabupaten Wonosobo dengan fokus pada dermatologi anak dan edukasi kesehatan kulit masyarakat.
Jakarta: Kedisiplinan dan ketekunan membagi waktu antara kuliah, belajar, dan praktik di rumah sakit berbuah manis bagi dr. Nadia Nur Asifa. Nadia berhasil menyandang gelar Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.

Raihan ini sangat membanggakan, mengingat IPK rata-rata untuk 89 lulusan Program Spesialis pada wisuda program Pascasarjana UGM 28-29 Oktober 2026 adalah 3,82.

Nadia  mengaku bersyukur bisa mengukir prestasi akademik tertinggi. Pencapaian luar biasa ini menjadi pengingat atas proses panjang dan perjuangan yang telah dilaluinya selama masa residensi. 

“Saya tentu merasa senang dan sangat bersyukur. Capaian ini menjadi pengingat atas proses dan perjalanan yang sudah saya lalui selama masa residensi. Semoga apa yang saya dapatkan bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat ke depannya, ” ungkap Nadia dikutip dari laman ugm.ac.id, Kamis, 5 November 2026.

Bagi Nadia, prestasi akademik yang ia telah raih tidak lepas dari upayanya selalu menerapkan target perencanaan baik dan menikmati proses belajar. “Saya selalu punya breakdown apa saja yang harus dilakukan agar tidak hilang arah. Selain itu, menikmati proses juga penting kalau lelah bisa healing atau mengerjakan tugas bersama teman sambil ngopi, ” beber dia.

Nadia menekankan kesuksesannya tidak terlepas dari sistem pendukung (support system) yang solid. Dukungan penuh dari suami, orang tua, serta adik-adiknya. 
 
Dia juga mengapresiasi bimbingan dari Dosen Pembimbing Akademik (DPA), Prof. Dr. med. dr. Retno Danarti, Sp. DVE, Subsp. D.A. , yang tidak hanya membimbingnya dalam penulisan ilmiah dan bidang genodermatologi, tetapi juga selalu memberikan perhatian serta penguatan moril selama studi. 

“Tak lupa, dukungan dan kebersamaan dari rekan sesama residensi turut menguatkan perjalanannya melewati masa-masa sulit,” kenang dia.

Usai menyelesaikan pendidikannya di UGM, Nadia berencana langsung kembali dan mengabdikan ilmunya di daerah asalnya, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Selain menjalankan praktik klinis umum di bidang Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, ia memiliki ketertarikan khusus pada bidang dermatologi anak, khususnya penanganan dermatitis atopik. 

“Saya berharap bisa lebih mendalami bidang dermatologi anak dan membantu anak-anak dengan dermatitis atopik agar kondisi penyakitnya lebih terkontrol dan kualitas hidup mereka jadi lebih baik, ” ujar dia.

Nadia juga menaruh perhatian besar pada pentingnya edukasi kesehatan kulit bagi masyarakat luas di tengah gempuran informasi dan mitos kesehatan di media sosial. Di era media sosial saat ini, masih banyak masyarakat yang belum tahu cara merawat kesehatan kulit dengan benar dan mudah termakan hoaks. 

"Ke depannya saya ingin lebih banyak berbagi edukasi, tetap belajar mengasah diri, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar,” ujar dia. 
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan