University of Manchester. DOK manchester.ac.uk
University of Manchester. DOK manchester.ac.uk

Mau Belajar Mitigasi Bencana? Cek Kampus Top Dalam dan Luar Negeri Ini

Renatha Swasty • 09 September 2026 14:32
Ringkasnya gini..
  • Tingginya risiko bencana di Indonesia memicu kebutuhan akan ahli mitigasi dan manajemen krisis yang kompeten.
  • Berbagai kampus ternama di dalam dan luar negeri menawarkan program studi kebencanaan dari jenjang S1 hingga S3.
  • Generasi muda dapat berkontribusi bagi keselamatan bangsa dengan mempersiapkan studi bidang kebencanaan secara matang.

Jakarta: Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai jenis bencana alam. Kondisi geografis ini membuat potensi terjadinya bencana seperti banjir, gempa bumi, hingga gunung meletus cukup tinggi.

Oleh sebab itu, Indonesia tentu membutuhkan lebih banyak ahli yang memahami bencana secara mendalam. Kehadiran para ahli ini sangat penting untuk membantu merancang strategi mengurangi risiko bencana di Tanah Air.

Mempelajari bidang mitigasi bencana dapat menjadi langkah nyata bagi generasi muda untuk berkontribusi. Pilihan jurusan yang tepat akan membekali mahasiswa dengan pengetahuan serta keahlian yang relevan.

Bagi Sobat Medcom yang berminat melanjutkan pendidikan ke luar negeri, terdapat beberapa jurusan unggulan yang bisa dipertimbangkan. Berbagai universitas ternama dunia menawarkan kurikulum yang spesifik membahas manajemen krisis dan kebencanaan.

Jurusan dan Kampus Luar Negeri untuk Belajar Mitigasi Bencana

Mengutip unggahan akun Instagram @kobieducation, berikut beberapa rekomendasi jurusan beserta kampus luar negeri yang relevan untuk mempelajari mitigasi bencana:

1. International Disaster Management and Humanitarian Response

Jurusan jenjang S1 ini tersedia di University of Manchester, Inggris. Di jurusan ini, mahasiswa akan belajar bagaimana bencana dan krisis bisa terjadi, cara mencegah dan mengurangi dampak bencana, serta merancang respon dan pemulihan yang efektif.

2. Geospatial Science

Ditawarkan oleh RMIT University, Australia untuk jenjang S1, S1 (Honor), dan S2. Jurusan ini mempelajari cara menggunakan data dan teknologi untuk memahami suatu tempat atau wilayah. Fokus pembelajarannya mencakup memetakan daerah rawan bencana, memanfaatkan AI dan teknologi digital untuk memahami dan memodelkan lingkungan, serta perencanaan evakuasi.

3. Environmental Hazards and Disasters

Jurusan jenjang S1 di University of Canterbury, Selandia Baru ini mengajak mahasiswa memahami berbagai bahaya lingkungan dan menganalisis dampaknya. Mahasiswa menggunakan pendekatan sains dan data untuk mengurangi risiko bencana dengan mempelajari environmental processes, environmental risk and resilience, serta cuaca, iklim, dan geohazards.

4. Earth and Planetary

Berlokasi di The University of Tokyo, Jepang, jurusan ini membuka jenjang S1, S2, hingga S3. Di sini, mahasiswa belajar berbagai fenomena di Bumi dan planet dari sudut pandang fisika dan matematika. Pembahasannya meliputi bagaimana gempa terjadi, pergerakan lempeng, kerak Bumi, dinamika bagian dalam Bumi, hingga mekanisme perubahan iklim menggunakan data dan model.
 

Jurusan dan Kampus untuk Belajar Mitigasi Bencana di Indonesia

Selain di luar negeri, Indonesia juga memiliki berbagai perguruan tinggi unggulan yang menyediakan program studi kebencanaan dari jenjang S1 hingga S3. Kehadiran jurusan ini menjadi solusi penting untuk mencetak tenaga ahli yang siap menangani potensi bencana di dalam negeri.

1. Manajemen Bencana (S1)

Universitas Budi Luhur menjadi pionir penyelenggara program studi kebencanaan tingkat sarjana pertama di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2022. Mengutip laman feb.budiluhur.ac.id, kurikulum yang diterapkan bertujuan untuk melahirkan lulusan yang menguasai teori sekaligus praktik manajemen bencana secara komprehensif.

2. Ilmu Kebencanaan (S2 dan S3)

Mengutip laman mik.usk.ac.id, Universitas Syiah Kuala mendirikan jurusan ini pada tahun 2010 sebagai bentuk respons nyata atas peristiwa bencana besar tsunami Aceh. Para lulusannya diharapkan menjadi pakar yang mampu merumuskan kebijakan efisien untuk mengurangi risiko kerugian akibat bencana.

3. Manajemen Bencana (S2)

Mengutip laman pasca.ugm.ac.id, Universitas Gadjah Mada (UGM) menawarkan pendekatan multidisiplin yang membagi pembelajarannya ke dalam tiga fokus studi utama. Fokus tersebut meliputi kesiapsiagaan dan mitigasi, penanganan darurat, hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

4. Manajemen Bencana (S2)

Mengutip laman pasca.unair.ac.id, program magister di Universitas Airlangga (Unair) mempelajari pengelolaan risiko secara menyeluruh dari fase pra-bencana, saat tanggap darurat, hingga pascabencana. Lulusannya disiapkan untuk menjadi peneliti, konsultan kebijakan, maupun manajer risiko kebencanaan yang andal.

5. Manajemen Bencana (S2)

Berada di bawah Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (UI), jurusan ini menjawab kebutuhan mendesak para pemangku kepentingan akan manajemen krisis. Mengutip laman sil.ui.ac.id, pembelajarannya dirancang khusus untuk menilai pola interaksi antara manusia dan lingkungan melalui pendekatan interdisiplin.

6. Sains dan Teknologi Kebencanaan (S2)

Mengutip laman spitm.itb.ac.id, program magister ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai fakultas teknik dan sains kebumian yang ada di Institut Teknologi Bandung (ITB). Mahasiswa difokuskan pada riset mitigasi gempa bumi serta membuka peluang besar untuk berkolaborasi dengan lembaga internasional.

Bencana memang tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya dapat ditekan jika kita siap menghadapinya. Kehadiran ahli kebencanaan sangat dibutuhkan agar upaya mitigasi dan tanggap darurat di Indonesia lebih optimal.

Kesiapan ini memerlukan perencanaan studi yang matang serta kelengkapan dokumen sejak dini. Persiapan yang rapi membantu calon mahasiswa menembus kampus impian demi berkontribusi bagi keselamatan bangsa. (Talitha Islamey)
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan