Gunung Sinabung. Foto: AFP/Farida Noris
Gunung Sinabung. Foto: AFP/Farida Noris

Gunung Api Indonesia Kembali Aktif Bersamaan, 5 di Antaranya Berstatus Siaga

Annisa ayu artanti • 09 September 2026 11:52
Ringkasnya gini..
  • Lima gunung api di Indonesia berada pada Level III Siaga per 9 September 2026, dengan aktivitas vulkanik yang masih terus dipantau.
  • Sinabung, Anak Krakatau, Lewotobi Laki-Laki, Merapi dan Semeru tercatat berstatus Siaga berdasarkan pemantauan PVMBG.
  • Gunung Semeru mencatat 29 gempa letusan dalam periode pengamatan, sementara empat gunung lainnya juga menunjukkan aktivitas vulkanik.
Jakarta: Indonesia memang tidak pernah benar-benar jauh dari aktivitas gunung api. Berada di kawasan yang memiliki banyak gunung api aktif membuat erupsi menjadi salah satu risiko bencana yang harus terus diwaspadai, termasuk ketika aktivitas vulkanik meningkat di beberapa gunung dalam waktu berdekatan.

Berdasarkan laporan BNPB yang dilansir pada Rabu, 9 September 2026, terdapat 5 gunung api yang berada pada Level III (Siaga) dan 22 gunung api pada Level II (Waspada). Data tingkat aktivitas tersebut bersumber dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM.

Lima gunung yang masuk daftar Siaga tersebut tersebar dari Sumatera hingga Jawa dan Nusa Tenggara. 
 

1. Gunung Sinabung 

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, berada pada Level III (Siaga) dalam pengamatan Rabu, 9 September 2026 pukul 12.00-19.00 WIB. Gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan asap kawah utama berwarna putih berintensitas sedang hingga tinggi setinggi sekitar 200-300 meter dari puncak.

Dalam periode tersebut tercatat satu gempa hembusan dan dua gempa vulkanik. Status Sinabung sendiri sebelumnya dinaikkan dari Level II menjadi Level III pada 31 Agustus 2026 karena adanya peningkatan aktivitas vulkanik. 

2. Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan juga masih berada pada Level III (Siaga) dalam pengamatan 9 September 2026 pukul 00.00-06.00 WIB. Gunung api tertutup kabut sehingga kawah tidak teramati.

Dalam periode tersebut tercatat empat kejadian gempa, termasuk satu kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 51 milimeter dengan durasi 28 detik, satu kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 16 milimeter dengan durasi 6 detik,  satu kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 26 milimeter dengan durasi 4 detik. 

Sebelumnya gunung ini mengalami episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam pada 4-6 September 2026. 

3. Gunung Lewotobi Laki-Laki 

Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, berada pada Level III (Siaga) dalam periode pengamatan 9 September 2026 pukul 00.00-06.00 WITA. Pengamatan mencatat gunung tertutup kabut dengan kondisi cuaca berawan hingga hujan. 

Aktivitas kegempaan mencapai 18 kejadian, terdiri dari satu kali Gempa Hembusan dengan amplitudo 2.9 milimeter dengan durasi 50 detik, tiga Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 2.9-4.4 milimeter dengan durasi 106-122 detik, dan 15 gempa Tektonik Jauh  dengan amplitudo 2.9-47.3 milimeter dengan durasi 46-125 detik.

4. Gunung Merapi

Gunung Merapi yang berada di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, DIY dan Jawa Tengah juga tercatat pada Level III (Siaga). Dalam periode pengamatan 9 September 2026 pukul 00.00-06.00 WIB, gunung api tertutup kabut karena cuaca mendung dan angin tenang ke arah timur.

Di periode ini terjadi 30 gempa, terdiri dari 16 gempa Guguran dengan amplitudo 1-37 milimeter dengan durasi 50.58-182.36 detik dan 14 gempa Hybrid/Fase banyak dengan amplitudo 2-27 milimeter dengan durasi 14.47-58.06

5. Gunung Semeru

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, menjadi salah satu gunung yang menunjukkan aktivitas kegempaan cukup tinggi dalam periode pengamatan 9 September 2026 pukul 00.00-06.00 WIB. Gunung berada pada Level III (Siaga), dengan kondisi visual tertutup kabut dan cuaca berawan hingga mendung.

Dalam periode tersebut, tercatat 37 kejadian gempa, yang terdiri dari 29 gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 11-23 milimeter dan durasi 56-181 detik, empat gempa Guguran dengan amplitudo 2-4 milimeter dengan durasi 49-78 detik, serta empat gempa Harmonik dengan amplitudo 8-11 milimeter dengan durasi 147-800 detik. 

Sementara itu, PVMBG terus melakukan pemantauan terhadap dinamika aktivitas gunung api dan masyarakat di sekitar kawasan rawan diminta mengikuti rekomendasi serta informasi resmi dari pemerintah. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>