Rektor IPB, Arif Satria, Medcom.id/Citra Larasati.
Rektor IPB, Arif Satria, Medcom.id/Citra Larasati.

2019 IPB Ngebut Menuju Techno-socio Entrepreneurial University

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Citra Larasati • 02 Januari 2019 14:21
Jakarta:  Resolusi Institut Pertanian Bogor (IPB) di 2019 salah satunya adalah mempercepat langkah menuju Techno-socio Entrepreneurial University.  Lulusannya diharapkan menjadi technopreneur dan sosiopreneur yang berintegritas dan transformatif dengan kekuatan soft skill millennium.

Rektor IPB, Arif Satria mengatakan dalam Rector Message 2019, bahwa tahun ini merupakan masa untuk mulai mewujudkan IPB Future yaitu sebagai Techno-socio Entrepreneurial University. Di mana lulusannya diharapkan menjadi technopreneur dan sosiopreneur yang berintegritas dan transformatif dengan kekuatan softskill millennium

"Visi jangka panjang 2045 IPB tersebut telah kita terjemahkan ke dalam Renstra 2019-2023 dengan tema "IPB 4.0 : Race in Excellence to Shape IPB Future," kata Arif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Istilah IPB 4.0, menurut Arif, bukanlah sebuah kelatahan atau aksi ikut-ikutan.  Tapi ini merupakan strategi baru IPB untuk merespons perubahan disruptif yang dipicu Revolusi Industri 4.0 tersebut. Perubahan ini sudah menjadi keniscayaan, seperti provider telepon seluler yang tidak bisa membendung masifnya aplikasi WhatsAppWeChatLINE. "Dunia telah berubah begitu cepat dan ternyata yang survive adalah yang cepat dan tepat menangkap peluang dan ada keberanian untuk shifting.," terang Arif.

Arif menambahkan, saat ini masyarakat dapat menyaksikan banyak perusahaan besar runtuh, bukan karena krisis modal tapi karena krisis kreativitas dan krisis agility untuk menangkap peluang baru. "Jack Ma bukan siapa-siapa 10 tahun lalu. Nadiem Makarim perintis Go Jek bukan siapa-siapa tujuh tahun lalu. Achmad Zaky pemilik Bukalapak bukan siapa-siapa lima tahun lalu," imbuhnya.

Baca:  Tahun Ini IPB Buka Prodi Kopi

Namun mereka kini menjadi pemain yang diperhitungkan, hanya karena keberanian mengubah mindset untuk lebih kreatif dan cepat merespons perubahan masa depan dengan cara yang disruptif. Menurut Arif, mereka berhasil keluar dari jebakan masa lalu, dan selalu melakukan day to day thinking untuk menemukan masa depan. 

"Seperti kata Rhenald Kasali, stagnasi akan terjadi ketika ada 'inability to escape from the past and inability to invent the future',  Jadi inventing the future adalah kata kunci untuk survive dan kemajuan," ungkap Arif.

Karena itu IPB ingin mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar benar- benar menjadi pemilik masa depan, dan menghasilkan lulusan andal yang bisa berperan dan menjadi trendsetter di masa depan. Strategi IPB 4.0 kini telah digambarkan dalam Renstra baru IPB yang memuat sejumlah program: IPB Green, IPB Net, IPB Biz, IPB Smart, IPB Excel, IPB Edu, IPB Lead, dan IPB Share. 

"Kesemua program tersebut mengarah pada perubahan dan penyiapan IPB Future dalam lima tahun," terangnya.


(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi