Lantas, kenapa manusia bisa bermimpi? Fenomena ini dapat dijelaskan melalui beberapa teori, mulai dari proses biologis hingga psikologis. Mimpi juga diduga berkaitan dengan kondisi mental dan emosional seseorang.
Melansir Halodoc, da beberapa teori yang menjelaskan bagaimana mimpi terjadi dan apa saja manfaatnya.
Kenapa Manusia Bisa Bermimpi?
Ada beberapa teori yang menjelaskan alasan manusia mengalami mimpi. Berikut empat penjelasannya.1. Proses biologis
Mimpi berkaitan dengan fase tidur yang disebut Rapid Eye Movement (REM). Pada tahap ini, aktivitas otak meningkat sehingga mimpi biasanya muncul dengan lebih jelas dan intens.
Fase REM dapat terjadi sekitar 90 menit setelah seseorang mulai tidur. Tahap ini juga bisa berulang beberapa kali sepanjang malam. Aktivitas otak ketika REM bahkan memiliki kemiripan dengan kondisi saat seseorang sedang sadar.
2. Teori psikoanalitik
Dari sudut pandang psikologi, mimpi sering dikaitkan dengan alam bawah sadar. Teori yang dipelopori Sigmund Freud menjelaskan bahwa mimpi menjadi cara pikiran bawah sadar mengungkapkan perasaan, keinginan, dan konflik yang terpendam.
Freud membagi mimpi menjadi dua tingkatan, yaitu manifest dan laten. Manifest merupakan hal-hal yang diingat atau dilihat seseorang dalam mimpi, sedangkan laten merujuk pada makna tersembunyi yang berhubungan dengan keinginan bawah sadar.
3. Teori kognitif
Teori kognitif menjelaskan bahwa mimpi merupakan salah satu cara otak memproses informasi yang diterima sepanjang hari.
Dalam proses tersebut, otak mengatur, menyimpan, dan mengingat informasi. Mimpi juga dikaitkan dengan upaya mengorganisasi memori serta membantu memecahkan masalah yang belum terselesaikan.
4. Teori evolusioner
Menurut teori evolusioner, mimpi merupakan mekanisme bertahan hidup. Melalui mimpi, seseorang seolah mendapatkan kesempatan untuk berlatih menghadapi ancaman atau situasi berbahaya.
Pengalaman tersebut digambarkan sebagai simulasi terhadap kemungkinan situasi berisiko yang dapat terjadi dalam kehidupan nyata.
Baca Juga :
Microsleep Itu Nyata, Begini 5 Cara Mengatasinya
Jenis-Jenis Mimpi yang Perlu Diketahui
Mimpi memiliki beberapa jenis berdasarkan karakteristik dan fase tidur ketika pengalaman tersebut terjadi. Berikut beberapa di antaranya.1. Lucid Dream
Lucid dream atau mimpi sadar merupakan kondisi ketika seseorang menyadari bahwa dirinya sedang bermimpi. Dalam beberapa kasus, orang yang mengalaminya bahkan dapat mengendalikan jalan cerita mimpi tersebut.
Jenis mimpi ini biasanya terjadi selama fase REM dan lebih sering dialami oleh individu yang berlatih meningkatkan kesadaran ketika tidur.
2. Mimpi REM
Mimpi REM merupakan pengalaman mimpi yang terjadi selama fase tidur REM. Pada tahap ini, aktivitas otak meningkat sehingga mimpi cenderung terasa lebih jelas dan nyata.
Sekitar 25 persen dari total waktu tidur manusia dihabiskan dalam fase REM.
3. Mimpi Non-REM
Berbeda dengan mimpi REM, mimpi non-REM terjadi ketika seseorang berada dalam fase tidur non-REM.
Mimpi pada tahap ini umumnya terasa kurang jelas dan tidak terorganisasi dibandingkan mimpi yang terjadi selama fase REM.
4. Mimpi Buruk
Mimpi buruk merupakan pengalaman tidur yang dapat menimbulkan perasaan takut, cemas, atau trauma. Ceritanya sering melibatkan situasi yang mengancam, seperti dikejar, terjatuh, atau terjebak dalam keadaan berbahaya.
Jika sering terjadi, mimpi buruk juga dapat memengaruhi kualitas tidur seseorang.
(Ellen Octovia Suherman)