Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan alokasi tersebut merupakan bagian dari total DAK nonfisik nasional. Dalam pagu indikatif Kemendikdasmen 2027 tercatat DAK nonfisik sebesar Rp150,83 triliun.
"Rinciannya, dana BOSP dialokasikan sebesar Rp60,49 triliun, sedangkan tunjangan guru ASN daerah mencapai Rp75,86 triliun," kata Abdul Mu'ti dalam Raker Komisi X DPR RI, dikutip Senin 22 Juni 2026.
| Baca juga: Coding hingga Wajib Belajar 13 Tahun di 2027, Kemendikdasmen Minta Tambah Anggaran Rp40,75 Triliun |
Meski demikian, Kemendikdasmen mengusulkan peningkatan alokasi DAK nonfisik bidang pendidikan menjadi Rp169,83 triliun. Artinya Mu'ti berharap ada tambahan DAK. Menurut Abdul Mu'ti, tambahan anggaran DAK fisik sekitar Rp19 triliun.
Tambah ini diperlukan untuk mendukung penyesuaian satuan biaya dasar BOSP. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan tunjangan guru yang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah guru ASN, guru tersertifikasi, dan penyelesaian kewajiban pembayaran carry over.
"Dukungan anggaran tambahan dapat menjaga kualitas layanan pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru di seluruh Indonesia," ujarnya.
Apa saja program prioritas Kemendikdasmen 2027? Berikut informasinya!
Program prioritas pendidikan 2027
Pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun- Revitalisasi satuan pendidikan.
- Penanganan anak tidak sekolah (ATS).
- Program Indonesia Pintar (PIP).
- Pemerataan layanan satu tahun prasekolah.
- Digitalisasi pembelajaran.
- Sekolah Nasional Terintegrasi.
- Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru.
- Pembelajaran mendalam (deep learning).
- Coding dan kecerdasan artifisial (AI).
- Tes Kemampuan Akademik (TKA).
- Pengembangan talenta dan prestasi.
- Penguatan karakter melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
- Peningkatan kualitas layanan SMK.
- Pendidikan kecakapan kerja.
- Pendidikan kewirausahaan.
- Kemitraan vokasi dengan industri.
- Pelestarian bahasa daerah.
- Pemartabatan bahasa Indonesia.
- Penginternasionalan bahasa Indonesia.
| Baca juga: 100 Sekolah Unggul Non-Asrama Siap Dibangun, Abdul Mu'ti: Tahun Ini Dimulai |
Untuk mendukung program tersebut, Kemendikdasmen mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp40,75 triliun untuk tahun anggaran 2027. Tambahan dana tersebut dinilai diperlukan untuk mendukung berbagai program pendidikan yang belum terakomodasi dalam pagu indikatif yang telah ditetapkan pemerintah.
Mu'ti, mengatakan Kemendikdasmen sudah memperoleh pagu indikatif sebesar Rp58,24 triliun pada tahun 2027. Hal itu tertuang dalam surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas.
Namun, sebagian besar anggaran dalam pagu indikatif tersebut telah ditetapkan penggunaannya untuk membiayai berbagai program prioritas nasional. Termasuk untuk kebutuhan operasional kementerian.
"Maka kebutuhan untuk membiayai program lain kami usulkan agar mendapat tambahan anggaran," kata Mu'ti.
Ia menjelaskan, usulan tambahan anggaran sebesar Rp40,75 triliun telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Kementerian Sekretariat Negara melalui surat resmi Kemendikdasmen tertanggal 27 Mei 2026.
| Baca juga: Umur 5 Tahun Bisa Masuk SD di SPMB 2026, Tapi Ini Syaratnya |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda