Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Coding hingga Wajib Belajar 13 Tahun di 2027, Kemendikdasmen Minta Tambah Anggaran Rp40,75 Triliun

Ilham Pratama Putra • 18 Juni 2026 07:38
Ringkasnya gini..
  • Kemendikdasmen mengusulkan tambahan anggaran Rp40,75 triliun untuk mendukung program pendidikan 2027.
  • Tambahan dana dibutuhkan untuk wajib belajar 13 tahun, digitalisasi pembelajaran, dan peningkatan kualitas guru.
  • Program prioritas 2027 mencakup AI, coding, pendidikan vokasi, Sekolah Nasional Terintegrasi, hingga pelestarian bahasa daerah.
Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp40,75 triliun untuk tahun anggaran 2027. Tambahan dana tersebut dinilai diperlukan untuk mendukung berbagai program pendidikan yang belum terakomodasi dalam pagu indikatif yang telah ditetapkan pemerintah.
 
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan Kemendikdasmen memperoleh pagu indikatif sebesar Rp58,24 triliun pada tahun 2027. Hal itu tertuang dalam surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas.
 
Namun, sebagian besar anggaran dalam pagu indikatif tersebut telah ditetapkan penggunaannya untuk membiayai berbagai program prioritas nasional. Termasuk untuk kebutuhan operasional kementerian.

"Maka kebutuhan untuk membiayai program lain kami usulkan agar mendapat tambahan anggaran," kata Abdul Mu'ti dalam rapat bersama Komisi X DPR dikutip Kamis 18 Juni 2026.
 
Baca juga: Target Naik! Pemerintah Revitalisasi 71.744 Sekolah TK-SMA 2026, Serap 1,1 Juta Pekerja

Ia menjelaskan, usulan tambahan anggaran sebesar Rp40,75 triliun telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Kementerian Sekretariat Negara melalui surat resmi Kemendikdasmen tertanggal 27 Mei 2026.
 
Tambahan anggaran tersebut dibutuhkan untuk mendukung berbagai agenda strategis pendidikan yang menjadi prioritas pemerintah pada 2027. Mulai dari wajib belajar 13 tahun hingga peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi.
 
Apa saja program prioritas Kemendikdasmen 2027? Berikut informasinya!

Program prioritas pendidikan 2027

Pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun
  • Revitalisasi satuan pendidikan.
  • Penanganan anak tidak sekolah (ATS).
  • Program Indonesia Pintar (PIP).
  • Pemerataan layanan satu tahun prasekolah.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran
  • Digitalisasi pembelajaran.
  • Sekolah Nasional Terintegrasi.
  • Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru.
  • Pembelajaran mendalam (deep learning).
  • Coding dan kecerdasan artifisial (AI).
  • Tes Kemampuan Akademik (TKA).
  • Pengembangan talenta dan prestasi.
  • Penguatan karakter melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Penguatan Pendidikan Vokasi
  • Peningkatan kualitas layanan SMK.
  • Pendidikan kecakapan kerja.
  • Pendidikan kewirausahaan.
  • Kemitraan vokasi dengan industri.
Pengembangan Bahasa dan Sastra
  • Pelestarian bahasa daerah.
  • Pemartabatan bahasa Indonesia.
  • Penginternasionalan bahasa Indonesia.
Baca juga: 100 Sekolah Unggul Non-Asrama Siap Dibangun, Abdul Mu'ti: Tahun Ini Dimulai

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA