Ilustrasi lobster. AFP
Ilustrasi lobster. AFP

Pakar IPB Tawarkan Peta Jalan Pengembangan Lobster Nasional

Pendidikan Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi IPB
Arga sumantri • 14 November 2020 21:09

Ia juga menyampaikan jika kondisi ekosistem perairan, sosial ekonomi budaya lokasi dan teknologi adaptasi benih restocking, serta metode restocking, termasuk rancangan monitoring dan evaluasi lobster yang di-restocking harus dikuasai. Dengan begitu, tujuan restocking yakni menjaga kelestarian lobster bisa dicapai. 
 
Aspek sosial ekonomi budaya kawasan restocking perlu diperhatikan mengingat restocking dilakukan di perairan yang bersifat common property, open access dan multiple purposes. Pengembangan pasar dan agribisnis perlu dilakukan untuk menjamin ketersediaan pasar lobster ukuran konsumsi yang bersifat eksotik, dengan karakteristik pasar yang cenderung terkonsentrasi pada kawasan atau negara tertentu dan segmen kalangan menengah ke atas di kawasan metropolitan dunia. 
 
"Perlu perluasan pasar dari sekadar ke Tiongkok dan kawasan Asia Timur lainnya, yakni ke Uni Eropa, Amerika Serikat dan Timur Tengah melalui promosi, standarisasi/sertifikasi dan sebagainya," tuturnya.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia juga menuturkan jika pemerintah bisa berperan dalam penetrasi pasar lobster dengan menekan biaya angkut produk ke mancanegara. Pasar dalam negeri tidak boleh dikesampingkan, mengingat populasi penduduk Indonesia yang tinggi dan berkembangnya kawasan pertumbuhan yang mengarah kepada konsep megapolitan.  
 
Masa pandemi covid-19 ini memang menekan pasar seafood global, namun akan bersifat sementara dan pasar laten tetap besar termasuk pasar domestik. Dewasa ini pasar global seafood, terutama Tiongkok, mulai menggeliat dan bergerak meningkat secara signifikan. Diperkirakan, tahun ini juga akan kembali normal bahkan melampaui tahun sebelum adanya covid-19.
 
Melalui peta jalan di atas, diperkirakan dibutuhkan waktu sekitar 3-9 tahun untuk pengembangan dan 4-6 tahun untuk pemantapan akuakultur lobster nasional. Target dan indikator capaian pada tahun kesatu, kedua, 5, 10 atau 15 tahun disusun secara terukur yang mencakup variabel luas atau jumlah unit fasilitas produksi (karamba, hatchery, penampungan), jumlah pembudidaya/perusahaan, kinerja produksi dan bisnis serta pendapatan masyarakat dan ekonomi wilayah.
 
"Indonesia memerlukan perusahaan lobster yang memiliki visi yang kuat, memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dan terdepan dalam Iptek budidaya," ungkapnya.
 
(AGA)
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif