Ilustrasi lobster. AFP
Ilustrasi lobster. AFP

Pakar IPB Tawarkan Peta Jalan Pengembangan Lobster Nasional

Pendidikan Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi IPB
Arga sumantri • 14 November 2020 21:09
Bogor: Dosen Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (BDP-FPIK) IPB University, Irzal Eddendi menyebut budidaya lobster di Indonesia belum berkembang. Sebab, masih adanya produksi lobster hasil penangkapan.
 
Ketua Program Studi Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya Sekolah Vokasi, IPB University ini menyatakan, kondisi tersebut memunculkan anggapan tak perlu bersusah payah melakukan budidaya lobster. Toh, lobster masih banyak tersedia di alam. Atas dasar ini, usaha budidaya lobster dinilai belum kompetitif dibandingkan dengan penangkapan.
 
"Untuk mengembangkan budidaya lobster nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan, perlu roadmap yang bisa menjadi acuan bagi pemerintah, pelaku usaha, peneliti dan masyarakat," kata Irzal melalui keterangan tertulis, Sabtu, 14 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Irzal menawarkan peta jalan budidaya lobster yang mencakup 12 langkah berupa program di level on farm dan off farm. Langkah-langkah tersebut meliputi penentuan lokasi pengembangan, pendugaan stok lobster di alam, pengembagan teknologi dan manajemen pendederan dan pembesaran, serta pengembangan pembenihan (hatchery), pengembangan pasar dan agribisnis.
 
Kemudian, pengembangan aspek legal, pengembangan sumber daya manusia dan kelembagaan, pengelolaan lingkungan perairaan, penerapan standarisasi dan sertifikasi, pelepasliaran, pengembangan fasilitas produksi, serta pengembangan infrastruktur wilayah.
 
Menurut dia, lokasi pengembangan budidaya harus sesuai berdasarkan pertimbangan biologis, ekologis dan bisnis, serta dengan memperhatikan aspek sosial budaya. Dengan begitu, bisa dicapai kelangsungan hidup, pertumbuhan dan produksi lobster yang maksimum, serta efisiensi usaha yang tinggi.

 
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif