Pelajar baca buku. Medcom.id/Citra Larasati
Pelajar baca buku. Medcom.id/Citra Larasati

Cuma 20,7% Masyarakat Indonesia yang Rutin Baca Buku, Budaya Membaca Perlu Ditingkatkan

Renatha Swasty • 02 Januari 2026 17:26
Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong peningkatan budaya membaca. Hal itu sebagai bagian upaya penguatan literasi generasi penerus bangsa dan bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
 
"Budaya membaca anak bangsa harus terus dibangun agar generasi penerus memiliki kemampuan yang memadai menghadapi berbagai tantangan dalam setiap proses pembangunan," kata Rerie, sapaan karib Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis, Jumat, 2 Januari 2026. 
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hanya 44,56 persen siswa yang memanfaatkan perpustakaan atau taman bacaan masyarakat (TBM) sepanjang tahun 2024. Dilihat dari jenjang pendidikan, kunjungan siswa SD ke perpustakaan paling rendah, yakni hanya 37,31 persen disusul oleh mahasiswa 41,59 persen. 

Sementara itu, siswa SMP dan SMA menunjukkan angka lebih tinggi, masing-masing 52,01 persen dan 55,32 persen. 
 
Survei dari GoodStats pada Januari hingga Februari 2025 terhadap 1.000 responden menunjukkan hanya 20,7 persen masyarakat Indonesia rutin membaca setiap hari. 
 
Sejumlah faktor utama penyebab rendahnya minat baca itu adalah kurangnya waktu, minimnya motivasi pribadi, dan tergantikannya buku oleh konten digital seperti video, media sosial, serta informasi cepat dari internet.
 
Rerie mengatakan sejumlah catatan tersebut harus benar-benar dicermati pihak-pihak terkait agar minat baca generasi penerus bangsa itu dapat konsisten ditumbuhkan. 
 
Anggota Komisi X DPR RI itu berpendapat sejumlah langkah dengan strategi tepat harus segera dilakukan. Hal itu agar berbagai kendala yang menyebabkan rendahnya minat baca dapat diatasi. 
 
Rerie juga berharap budaya membaca dapat ditumbuhkan sejak dini mulai dari lingkungan keluarga dan sekolah. Dia sangat berharap partisipasi aktif para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, serta masyarakat untuk mendukung upaya tersebut. 
 
Ketersediaan dan kemudahan akses terhadap buku-buku yang berkualitas, variatif, relevan, dan menarik sangat dibutuhkan. Selain itu, penting juga membangun budaya membaca melalui ketersediaan waktu khusus untuk membaca buku bagi peserta didik di sekolah. 
 
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap pihak-pihak terkait dengan berbagai upaya mulai aktif membangun budaya membaca masyarakat di wilayahnya masing-masing. Hal itu sebagai bagian upaya melahirkan generasi penerus bangsa yang berdaya saing di masa depan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan