Pendidikan dan Industri Belum <i>Link and Match</i>
Media Group menandatangani nota kesepahaman kerja sama pemberian beasiswa jenjang S2 dengan Universitas Esa Unggul (UEU) Jakarta, Medcom.id/Citra Larasati.
Jakarta:  Kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri masih terjadi.  Perguruan tinggi dan industri didorong untuk meningkatkan komunikasi, agar apa yang diajarkan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. 

"Dunia pendidikan belum sejalan dengan kebutuhan industri.  Lulusan perguruan tinggi masih membutuhkan penambahan wawasan dan keterampilan," kata Direktur Metro TV, Suryopratomo usai penandatanganan Nota Kesepahaman antara Media Group dengan Universitas Esa Unggul, di Gedung Metro TV, Jakarta, Rabu, 21 November 2018.


Untuk alasan itu pula, kata pria yang akrab disapa Tommy ini, Media Group memberlakukan pelatihan kepada calon karyawan terutama jurnalis yang telah lolos rekrutmen.  Menurut Tommy, apapun program studi asal calon jurnalis, mereka biasanya belum "siap pakai".

Setiap calon jurnalis, setidaknya harus melalui masa pelatihan selama satu tahun.  Masing-masing akan belajar di Media IndonesiaMedcom.id, dan Metro TV sebelum benar-benar diterjunkan ke lapangan. "Akan dilatih bagaimana cara mendapat sumber informasi yang benar dan akurat, dan bagaimana melaporkan peristiwa hanya dalam waktu dan space yang terbatas," ujar Tommy.

Ketangkasan, akurasi dan kecepatan dalam melaporkan peristiwa, kata Tommy adalah nyawa bagi media.  "Sebab kalau jurnalis terlambat menyusun berita, akan menyebabkan 'delay' berita pula ke publik.  Kalau media sudah tertinggal, maka bisa ketinggalan 'kereta'," papar Tommy.

Masih senjangnya link and match antara pendidikan dan industri juga diakui Rektor Universitas Esa Unggul, Arief Kusuma Among Praja.  Arief mengaku, dengan kerja sama ini, pihaknya seperti mendapat tantangan, bagaimana mencetak lulusan agar sesuai dengan kebutuhan di Media Group.

"Kami merasa dapat tantangan untuk menghasilkan lulusan yang siap pakai dan relevan dengan kebutuhan di sini.  Untuk itu, kami berharap, kita bisa bertukar pikiran, tentang apa yang diharapkan dari lulusan kita," terangnya.

Baca: Media Group dan Universitas Esa Unggul Teken MoU

Arief juga mengatakan, UEU terus memperbaiki kurikulum, meningkatkan soft skill mahasiswa dengan berbagai cara.  "Salah satunya dengan menghadirkan praktisi untuk mengajar di kelas, program ini gratis dan jadi salah satu cara kami menyesuaikan kurikulum.  Komunikasi harus dijalin dengan industri, agar industri tidak terlalu berat melatih lulusan saat diterima di perusahaannya," terangnya. 

Media Group menandatangani nota kesepahaman kerja sama pemberian beasiswa jenjang S2 dengan Universitas Esa Unggul (UEU) Jakarta.  Beasiswa senilai Rp500 juta ini diberikan oleh Universitas Esa Unggul bagi jurnalis dan karyawan Media Group yang ingin melanjutkan kuliah S2 di kampus yang terletak di Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini.

Turut menyaksikan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut, Fifi Aleyda Yahya selaku Head of Corporate Communication Metro TV, Suryari Purnama (Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UEU, dan Hartati Ningsih (Kepala Biro Kerja sama UEU).



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id